Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai Khotbah

Dari Sekian Banyak Sunah Nabi Kenapa Kamu Hanya Pilih Poligami?

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
12 Juni 2020
A A
Dari Sekian Banyak Sunah Nabi Kenapa Kamu Hanya Pilih Poligami?

Dari Sekian Banyak Sunah Nabi Kenapa Kamu Hanya Pilih Poligami?

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Percaya poligami itu sunah nabi yang setara seperti anjuran, Kang Ahsan pun ngotot ingin nambah istri.

“Bukankah istri yang salehah itu yang mengikuti perintah dan keputusan suaminya, Gus? Apapun perintah itu, termasuk sunah nabi poligami. Balasannya kan surga,” kata Kang Ahsan ke Gus Mut.

Iklan

Gus Mut terdiam sejenak. Seminar poligami yang pernah diikuti Kang Ahsan sedikit banyak telah mengubah banyak pandangannya.

Dulu Kang Ahsan memang pernah mengutarakan tertarik dengan poligami, namun hanya rasan-rasan dan sekadar pembahasan di antara para tetangga. Tak disangka, Kang Ahsan betulan berniat poligami, sampai rela daftar ikut seminar poligami dan sudah tinggal selangkah lagi.

“Kang, sampeyan kok udah mutusi surga ke istri sampeyan sendiri?” tanya Gus Mut.

“Bukan mutusi saya ini, Gus. Tapi kan emang kewajiban istri itu nurut sama suami,” kata Kang Ahsan.

“Emang kalau kewajiban nurut suami diikuti—bahkan misalnya setuju poligami yang sampeyan klaim sunah nabi itu—tapi nggak salat wajib gitu, apa ya sampeyan berani klaim balasannya surga?” tanya Gus Mut.

Kang Ahsan terkejut dengan pertanyaan Gus Mut.

“Bukan begitu, Gus. Saya cuma mau bilang, kalau poligami itu pahalanya banyak. Karena melatih istri sabar, dan bisa menghindarkan suami dari zina,” kata Kang Ahsan.

“Zina?” tanya Gus Mut.

“Iya,” jawab Kang Ahsan.

“Selingkuh kali maksudnya,” kata Gus Mut.

“Lah, kan juga sama-sama zina?” tanya Kang Ahsan.

“Sekalipun sama, tapi hukumnya beda, Kang. Zina kalau belum nikah itu beda dengan zina ketika udah punya istri. Jauh lebih berat berlipat-lipat kalau udah punya istri. Lagipula kok poligami ujug-ujug disimpulkan bisa menghindarkan seorang muslim dari zina?” tanya Gus Mut.

“Lah, ya iya dong, Gus. Kan poligami bikin kita halal, jadi nggak zina dong. Biar bisa menahan hawa nafsu,” kata Kang Ahsan.

“Salah satu cara terbaik menahan hawa nafsu itu puasa, Kang. Cara menghindari zina itu juga dengan puasa, lah kok ujug-ujug langsung poligami,” kata Gus Mut.

“Ya intinya poligami itu bagus lah, Gus. Udah sunah nabi, manfaatnya banyak lagi,” kata Kang Ahsan.

Gus Mut sempat menahan tawa mendengar klaim-klaim Kang Ahsan.

Iklan

“Sebentar, sampeyan itu beneran pengen poligami?” tanya Gus Mut.

“Iya, Gus. Mantep saya,” kata Kang Ahsan.

“Apa yang bikin mantep?” tanya Gus Mut lagi.

“Yaaah, ekonomi saya kuat. Saya juga mampu secara jasmani dan rohani, dan saya ingin lebih banyak menyebarkan kebaikan dengan menjaga kehormatan wanita,” kata Kang Ahsan.

“Menjaga kehormatan wanita dengan poligami gitu?” tanya Gus Mut.

“Iya dong. Kan itu sama saja membagi kekayaan saya ke wanita muslim lainnya,” kata Kang Ahsan.

“Kalau memang niat sampeyan begitu, lebih baik sampeyan berikan sebagian harta itu untuk sedekah ke seorang ayah miskin agar bisa lebih menghidupi keluarganya. Kan dari kayak gitu sampeyan udah bisa dapat pahala dua keluarga. Ngapain sampai harus poligami?” kata Gus Mut.

“Kok Gus Mut kayak nggak suka sama orang yang berencana mau ibadah. Poligami itu kan sunah Nabi, Gus.” kata Kang Ahsan mulai jengkel.

“Siapa yang nggak suka sama orang mau ibadah?” tanya Gus Mut.

“Ya Gus Mut itu, seolah-olah poligami itu hina banget gitu. Kayak berdosa. Ingat, Gus. Poligami itu benar-benar Sunah Nabi, jadi pada dasarnya dianjurkan,” kata Kang Ahsan.

Gus Mut kali ini terkekeh mendengarnya.

“Mas, dalam dalil-universe, poligami itu bukan anjuran penambahan. Sifatnya justru pengurangan. Dari dalil di Al-Quran, sampai pendapat ulama, semua adalah soal pengurangan jumlah istri dari 4, ke 3, ke 2, lalu ke satu. Seorang sahabat Nabi, ketika sebelum masuk Islam istrinya 8, begitu masuk Islam, Nabi bersabda, ‘pilih 4 di antara mereka dan ceraikan yang lain’. Poinnya jelas, pengurangan. Lah, sampeyan ini kok malah dibalik. Dari satu, kalau bisa dua, tiga, dan seterusnya tanpa sebab yang mendesak,” kata Gus Mut.

“Tapi kan poligami itu halal, Gus,” tanya Kang Ahsan.

“Nah, itu tepat. Setuju aku, kalau poligami itu dibilang halal. Tapi kalau dibilang sebagai kesunatan yang setara dengan hukum sunah pada umumnya, kayak lebih afdol dilakukan daripada tidak, itu yang keliru,” kata Gus Mut.

“Gus, ente jangan ngawur,” kata Kang Ahsan.

“Lho saya ini serius. Hukum asalnya poligami itu hukum munakahat atau hukum nikah, hukum asalnya nikah itu mubah. Selesai. Jadi karena mubah, poligami itu bisa jadi sunah, wajib, tapi juga bisa jadi haram atau makruh. Tergantung situasi dan kondisi. Misalnya, poligami malah bikin sampeyan cerai, padahal anak sampeyan masih kecil-kecil. Itu bisa makruh namanya,” kata Gus Mut.

“Gus, ente ini gimana, Nabi aja melakukan poligami. Kalau sampeyan bilang poligami makruh, sampeyan sama saja menghujat Nabi, nggak terima saya, Gus,” kata Kang Ahsan.

“Saya nggak bilang hukum poligami itu makruh, tapi saya bilang kalau fikih poligami itu juga melihat faktor kondisi hukum syariat diterapkan. Nggak yang straight banget gitu,” kata Gus Mut.

“Halah, mau muter-muter kayak gimana, faktanya poligami itu sunah Nabi, Gus,” kata Kang Ahsan.

“Iya, memang. Tapi sampeyan kalau mau menjalankan Sunah Nabi poligami, sampeyan juga nggak boleh setengah-setengah,” kata Gus Mut.

“Wah, maksudnya gimana, Gus? Nggak boleh cuma dua gitu?” tanya Kang Ahsan.

“Bukan, tapi benar-benar menjalankan Sunah Nabi yang lain,” kata Gus Mut.

“Loh, insya Allah udah, Gus. Saya kadang tahajud, belakangan juga rutin jamaah di masjid, puasa sunah juga kadang-kadang,” kata Kang Ahsan.

Gus Mut terkekeh.

“Bukan, bukan sunah nabi itu. Tapi beneran sunah nabi soal pernikahan,” kata Gus Mut.

“Memang apa, Gus? Sunah nabi soal pernikahan? Poligami yang banyak?” tanya Kang Ahsan antusias.

“Setia seumur hidup dengan istri pertama,” kata Gus Mut.

“Ma, maksudnya?” Kang Ahsan bingung.

“Lah iya dong. Istri pertama Kanjeng Nabi siapa?” tanya Gus Mut.

“Sayyidah Khadijah?”

“Dipoligami nggak?” tanya Gus Mut.

“Nggak. Ta, ta, tapi kan setelah Sayyidah Khadijah meninggal, Nabi poligami, Gus?” tanya Kang Ahsan.

“Iya, betul. Lah, emang istri pertama sampeyan udah meninggal?” tanya balik Gus Mut.

“Eee, ta, tapi, Gus. Bu, bukan gitu… eee, gimana ya… eee,” jawab Kang Ahsan gelagepan.

BACA JUGA Kalau Poligami Itu Sunah, Memang Sunahnya yang Mana? atau kisah GUS MUT lainnya.

Terakhir diperbarui pada 12 Juni 2020 oleh

Tags: dalilpoligamisunah nabi
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

Seumur Hidup Melawan, Mengapa Kartini Akhirnya Mau Dipoligami? MOJOK.CO

Seumur Hidup Melawan, Mengapa Kartini Akhirnya Mau Dipoligami?

21 April 2023
Mentoring Poligami untuk Para Istri MOJOK.CO

Mentoring Poligami untuk Para Istri

6 Desember 2021
Ultah Korpri dan Lagu Haram Karya Ahmad Dhani

Ultah Korpri dan Lagu Haram Karya Ahmad Dhani

29 November 2021
3 Saran untuk Coach Hafidin Agar Mentoring Poligami Diterima Masyarakat

3 Saran untuk Coach Hafidin Agar Mentoring Poligami Diterima Masyarakat

26 November 2021
Dalil Dipakai untuk Mengatasi Masalah, Bukan Malah Sebaliknya

Dalil Dipakai untuk Mengatasi Masalah, Bukan Malah Sebaliknya

29 Oktober 2021
Benarkah Saya Membela Rokok dan Perokok? MOJOK.CO

Ada Hal Prinsip yang Dilupakan Kubu Antirokok

5 Oktober 2021
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Lansia menjual aksesori kemerdekaan di Malioboro, Yogyakarta. MOJOK.CO

Kisah Istri Pensiunan BPN Turun ke Jalanan untuk Jual Aksesori Kemerdekaan di Masa Tua demi Hadiahkan Cucu

18 Agustus 2026
Nasib rentan warga pesisir Kabupaten Batang karena ancaman abrasi dan PLTU MOJOK.CO

Nasib Rentan Warga Pesisir Kabupaten Batang: Rumah Terancam Abrasi Sewaktu-waktu, Nafkah “Tersumbat” PLTU

19 Agustus 2026
Kiprah dosen pembimbing mahasiswa KKN UGM di Sangurejo. MOJOK.CO

Dulu Dicap Kampung Kumuh, Kini Produk Kulit Salak Kampung Sangurejo Sampai Belanda

21 Agustus 2026
ilustrasi MBG

Kisah Pilu Pegawai SPPG: Sering Dicap Ikut Korupsi Anggaran MBG, Padahal Niat Bekerja Sepenuh Hati

21 Agustus 2026
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla)sebagaimana terjadi di Kalimantan tidak bisa direduksi sekadar memadamkan api, ada gambut yang rusak MOJOK.CO

Karhutla Terus Berulang karena Pihak Berwenang Cukup Puas Padamkan Api, Akar Masalah Tereduksi

24 Agustus 2026
Sisi lain blusukan kampung di Surabaya Pusat. MOJOK.CO

Sisi Lain Tren Blusukan Kampung: Nggak Seru seperti di Medsos, Malah Dicurigai Pencuri dan Dianggap Tak Tau Adab

20 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026
Bukan Sekadar Beternak Karang Taruna Bono dan Upaya Menghidupkan Ekonomi Warga

Dari Ternak untuk Desa: Geliat Karang Taruna Bono Menghidupkan Ekonomi Warga

31 Juli 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.