Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Corak Mop

Cara Mengisi Kolom “Sex” di Dokumen Sipil

Geril Dwira oleh Geril Dwira
17 November 2017
A A
kolom-seks-mojok

kolom-seks-mojok

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

[MOJOK.CO] “Maksudnya sex ini apa ya? Soalnya saya nggak ngerti bahasa Inggris.”

Adlun akhirnya memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya, Halmahera. Dua pekan lebih dirinya menyempatkan diri singgah di Yogyakarta, tapi sayang, upaya bertemu Mince tak mulus. Putus asa, ia malah pergi mabuk bersama Yaklep. Ia juga bertemu Karjo, tapi Karjo cuek, karena ia tak kenal Adlun.

Kali ini saya juga tak lagi bercerita soal Adlun. Bosan. Tiap diceritakan kisahnya, cuma Adlun yang terkenal, saya nggak. Kali ini saya mau cerita tentang Saleh, seorang kawan asal tanah Tidore, deng Mona, sang istri yang baru dinikahinya beberapa waktu lalu.

Baru Tadi Malam

Demi merayakan hari-hari bahagia setelah menikah, Saleh berencana untuk mengajak Mona pergi bulan madu ke tanah Eropa di akhir tahun. Di sana Saleh sudah membayangkan bisa berpeluk hangat bersama sang kekasih sambil diguyur salju. Saya yakin, Saleh yang makhluk tropis akan segera terserang flu sesaat setelah tiba di Eropa.

Demi melancarkan niatnya, Saleh mengajak sang maitua pergi ke kantor imigrasi untuk mengurus paspor. Setibanya di kantor imigrasi dorang dua segera mengisi formulir.

Mona mulai mengisi satu per satu kolom identitas, mulai dari name, date of birth, age, dan seterusnya. Hingga pada satu kolom, Mona terhenti sejenak dan memanggil suaminya.

“Kaka, coba bantu saya dulu.”

“Ssst… isi saja, jang baribut! Ngana juga jang contek saya punya ni….”

“Seeeh, ngana kira kitorang lagi ujian sekolah ka?! Coba serius, bantu saya dulu.”

“Bantu apa?”

“Ini kolom sex saya tulis apa?”

“Ceeeh… kita kira apa. Tulis saja ‘baru tadi malam’.”

Mabuk

Iklan

Usia pernikahan belum genap seratus hari. Pernah satu kali Saleh berkelahi dengan istrinya. Mona kesal sebab Saleh masih belum bisa mengurangi kebiasaannya minum sopi.

“Kaka, ngana ni harus stop minum-minum. Tra usah pi mabuk lagi. Bikin habis uang saja!” keluh Mona.

“Beeeh, ngana larang-larang kita minum, kong ngana masih juga rajin pigi salon. Beli makeup satu minggu habis tiga juta. Ngana lebih boros!” Saleh tak mau kalah.

“Kita pigi salon beli make up kan biar dapa liat cantik. Cantik ini kan buat ngana juga to!?”

“Ceeeh, emangnya ngana pikir kita ni ada minum-minum untuk siapa ka? Kita ni minum-minum demi ngana juga tooo!”

“Adoh, so gila ngana ni?! Bagimana bisa mabuk demi kita?”

“Iyo, kita mabuk biar ngana kelihatan cantik to….”

Tidur sama Ikan

Perkelahian suami istri muda itu mulai meredam. Keduanya sepakat untuk kembali berbaikan. Esok harinya, saat Mona hendak menyiapkan makan siang, ia mencoba memberikan kode-kode kepada sang suami dengan sebuah pertanyaan, “Dulu, waktu masih pacaran, ngana sering kase hadiah pa saya. Kinapa sekarang so trada?” tanya Mona.

“Hmmm… bagimana eee… emangnya ngana pernah lihat nelayan kasi makang ikan yang sudah dia tangkap?” seloroh Saleh.

Lalu, malam hari tiba.

“Sayang, buka pintu kamar kaaa… saya mo masuk tidur,” ujar Saleh.

“Tra usa masuk!”

“Adoh, sayang, kinapa saya tra bole masuk?”

“Memangnya ngana pernah lihat nelayan tidur sama ikan kaaa?!”

Nonton India

Saleh pernah tiba-tiba datang menemui sahabat karibnya Berto. Ia bermaksud untuk curhat perihal rumah tangganya yang baru ia bangun belum lama ini.

“Oi, kawan. Kita stres juga ni setelah kaweng,” keluh Saleh.

“Adoh, kiapa ngana stress? Justru orang-orang kaweng itu supaya dong pe pikiran itu tra stres,” Berto membalas.

“Iyo, kita stres, soalnya di rumah Mona hobiii sekali nonton film India, Nakusha.”

“Hahaha… kinapa bagitu?”

“Gara-gara Mona nonton Nakusha, kita makan Sarimi telur terus tiap hari. Minggu ini kalo masih tambah episode lagi, demi dewa… kita mo tiba di UGD.”

Vespa Tua

Sore hari, Tete (kakek) Sabri sedang duduk santai di beranda rumah. Tete Sabri adalah kakek dari Saleh dan ia telah lama menduda. Di beranda, kopi hitam dan lima batang rokok kretek hasil sitaan dari warung tetangga ikut menemaninya. Ia sedang memikirkan bagaimana jika dirinya kembali menikah, mengikuti jejak sang cucu kesayangan.

Angin sepoi semakin membuat dirinya rileks. Rasa santai itu ternyata membuat dirinya tak sadar bahwa celana Tete Sabri robek besar, tepat di bagian sang adik “Alfonso” berada.

Mace Lorens, tetangga sebelah yang tengah melintas pun kaget.

“Woooiii, Tete, ngana pe garasi tabuka tuuu!”

Tete Sabri yang kadung cuek dengan keadaannya pun menjawab, “Oi, Mace, berarti ngana so lihat ada motor Tiger hitam parkir di dalam tooo?”

“Ah, tarada…. Kita cuma lihat ada motor Vespa tua. Dia punya ban dua juga so kempes.”

“Eehh, Mace, ngana jang salah eee. Biar Vespa tua bagini, tapi de pu mesin itu Kawasaki Ninja.”

“Ceeeh… iyo, Kawasaki, tapi dia punya bensin so kering tuuu!”

Terakhir diperbarui pada 17 November 2017 oleh

Tags: halmaheraistrikawasakimalukusekssuamivespa
Geril Dwira

Geril Dwira

Artikel Terkait

Jalan rusak di Taniwel, Maluku. MOJOK.CO
Sehari-hari

Ratusan Anak Sekolah di Kabupaten Seram Bagian Barat Dibiarkan Menderita dari Tahun ke Tahun oleh Maluku

30 Maret 2026
Motor Vespa Matic Primavera 150 warna hijau toska
Sehari-hari

Beli Vespa Mahal-mahal sampai Rp50 Juta, tapi Tak Paham Fungsinya, Dibeli karena Warnanya Lucu

19 Februari 2026
Istri Super Jadi Budak Suami Pengangguran Kelas Premium MOJOK.CO
Esai

Derita Istri Jadi “Budak” Kasta Tertinggi Suami Pengangguran yang Lebih Mementingkan Burung Peliharaan ketimbang Anak dan Istri

28 Oktober 2025
KKN UGM Naik Kapal Pelni MOJOK.CO
Otomojok

Pengalaman KKN UGM Naik Kapal Pelni Menuju Maluku: Tiketnya Murah, Fasilitas Lengkap, Bonus Sarang Kecoak!

21 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kuliah soshum di PTN merasa gagal karena tak jadi wong untuk orang tua

Lulusan Soshum Merasa Gagal Jadi “Orang”, Kuliah di PTN Terbaik tapi Belum Bisa Penuhi Ekspektasi Orang Tua

6 April 2026
Pembangunan Masif Rusak Hutan Papua, Belasan Spesies Satwa Terancam Punah.MOJOK.CO

Pembangunan Masif Rusak Hutan Papua, Belasan Spesies Satwa Terancam Punah

3 April 2026
Gagal kuliah di PTN karena tidak lolos SNBP, padahal masih ada jalur SNBT dan UM UGM

Keterima ITS tapi Tak Diambil demi Nama Besar UGM, Malah Merasa Bodoh karena Gagal SNBP padahal Hanya Seleksi “Hoki-hokian” dan Kuliah di PTN Tak Pasti Aman

1 April 2026
Pilih resign dan kerja jadi penulis di desa ketimbang kerja di luar negeri di Singapura

Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman

2 April 2026
Slow living di desa, jakarta.MOJOK.CO

Orang Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Salatiga Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup

6 April 2026
Naik pesawat Super Air Jet untuk mudik Lebaran ke Jogja

Terpaksa Naik Super Air Jet karena Tiket Murah, tapi Malah Dibikin “Plonga-plongo” karena Kelakuan Sok Asik Awak Kabin

1 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.