Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Corak Curhat

Gelisah Karena Terus-Menerus Dipaksa Orangtua Ikut Seleksi CPNS

Redaksi oleh Redaksi
15 Agustus 2020
A A
Nggak Cuma Onet dan Zuma, PNS Perlu Melombakan Kebiasaan Sebagai Bentuk Apresiasi MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tanya

Dear, Mas Agus yang baik hatinya.

Sebelumnya salam kenal, Mas. Nama saya Yusril. Saya salah satu pembaca Mojok generasi awal yang terlalu pengecut sehingga selama ini hanya berani menjadi pembaca namun tak pernah berani mengirim tulisan. Nah, curhatan ini saya harapkan bisa menjadi debut saya.

Begini, Mas. Saya punya masalah yang cukup pelik terkait masa depan saya. Saya sudah lulus kuliah dua tahun lalu dan saat ini belum punya pekerjaan tetap. Kesibukan saya sekarang adalah mengelola usaha penerbitan dan jasa cetak buku yang saya rintis bersama beberapa kawan saya sewaktu di aktif di persma.

Nah, Bapak dan Ibu saya ternyata tak terlalu suka dengan usaha yang saya rintis. Mereka justru menginginkan agar saya ikut seleksi CPNS. Entah dapat bisikan dari siapa kok sekarang mereka jadi sangat menginginkan agar saya bisa jadi PNS, padahal dulu kelihatannya mereka selalu tampak moderat terkait urusan pekerjaan anak-anaknya.

Awalnya mereka memang cuma menyindir saya secara halus. Namun lama-lama, langkah mereka semakin brutal. Lha gimana nggak brutal, mereka tiba-tiba memberikan saya buku seleksi CPNS. “Dipelajari sana, tahun depan daftar,” kata Bapak saat memberikan buku yang tebalnya membuat saya ngeri itu.

Memang usaha jasa cetak buku yang saya rintis itu sekarang belum besar, namun saya yakin, dengan semangat dan passion yang saya dan kawan-kawan saya miliki di bidang buku, kelak usaha penerbitan dan percetakan buku itu akan menjadi besar.

Saya tipikal orang yang sangat tidak terarik menjadi seorang PNS. Saya jauh lebih bahagia bekerja di dunia buku yang memang sudah sejak jaman kuliah saya sudah saya geluti.

Ingin sekali saya menolak permintaan orangtua saya secara terang-terangan, namun saya tak tega. Saya takut kualat. Selain itu, saya juga tak bisa membayangkan betapa saya akan sangat menderita kalau harus jadi PNS.

Nah, Menurut Mas Agus, kira-kira apa yang harus saya lakukan? Mohon saya dikasih saran, nggih, Mas.

~Yusril

Jawab

Dear Yusril.

Adalah hal yang wajar jika orangtua Anda punya pengharapan atas masa depan anak-anaknya. Saya pikir, pada satu titik, mereka memang punya hak untuk itu. Wong mereka yang membiayai Anda kuliah, yang ngasih Anda makan, yang ngasih uang jajan.

Mereka ingin yang terbaik buat anak-anaknya. Nah, pada dasarnya, di sinilah letak polemiknya.

Orangtua Anda menganggap bahwa menjadi PNS adalah pekerjaan terbaik yang cocok bagi Anda. Sedangkan bagi Anda, PNS adalah pekerjaan yang sangat tidak cocok buat Anda.

Iklan

Orangtua Anda kemungkinan besar menganggap bahwa PNS adalah pekerjaan yang menjanjikan penghasilan yang mantap, sehingga dengan itu, mereka mengira Anda bakal hidup enak dan bahagia.

Untuk menyelesaikan hal ini, maka yang perlu Anda lakukan tentu saja adalah memberikan bukti.

Anda harus membuktikan diri bahwa bisnis penerbitan dan percetakan yang Anda rintis itu bisa memberikan Anda pekerjaan yang membahagiakan dan bisa memberikan penghasilan yang mantap, tak kalah dengan PNS.

Namun sampai saat ini, bisnis penerbitan dan percetakan tersebut dilihat dari pernyataan Anda tampaknya baru sebatas memberikan pekerjaan yang membahagiakan saja, bukan penghasilan yang mantap.

Nah, sembari menunggu momen itu datang, saran saya, tak ada salahnya Anda mendaftar seleksi CPNS tersebut. Hitung-hitung semacam mencicil membahagiakan orangtua.

Nah, namun saat seleksi, Anda harus berusaha agar tidak lolos. Tentu saja ini hal yang sangat mudah dilakukan. Bahkan saya pikir, Anda tak memerlukan banyak effort, sebab dengan belajar tekun pun, saya yakin orang seperti Anda tak akan lolos. Hahaha.

Kalau sudah nggak lolos, Anda bisa fokus membesarkan usaha penerbitan dan percetakan Anda.

Nanti tahun depan, tinggal daftar lagi, dan “menggagalkan“ diri lagi.

Setidaknya, orangtua Anda paham, bahwa Anda sudah sudah mau menuruti permintaan mereka untuk mendaftar dan ikut CPNS. Perkara Anda nggak diterima, itu lain soal, bukan?

Nah, saat momen itu datang, saya yakin usaha Anda sudah besar dan bisa memberikan penghasilan yang besar pula.

Yah, kecuali kalau memang Anda dan kawan-kawan Anda itu bodohnya memang nggak ketulungan.

Terakhir diperbarui pada 15 Agustus 2020 oleh

Tags: CpnsorangtuapekerjaanPNS
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Orang "Gagal" yang Dihina Hidupnya, Buktikan Bisa Lolos CPNS hingga PNS. MOJOK.CO
Sehari-hari

Dulu Kerap Dihina, Ditolak Kampus Top hingga Nyaris DO dan Beasiswa Dicabut, Kini Buktikan Bisa Lolos Seleksi CPNS

10 Maret 2026
seleksi CPNS. CPNS Jogja, PNS.MOJOK.CO
Sehari-hari

Dua Kali Gagal Tes CPNS Meski Nilai Tertinggi, Kini Malah Temukan Jalan Terang Modal Ijazah SMA

8 Maret 2026
Bukber, ASN, kantor.MOJOK.CO
Sehari-hari

Ikut Bukber Kantor di Acara ASN Itu Bikin Muak: Isinya Orang Cringe dan Seksis yang Bikin Risih, tapi “Haram” Buat Ditolak

22 Februari 2026
Gagal seleksi CPNS dan tidak tembus beasiswa LPDP untuk kuliah S2 di luar negeri pilih mancing, dicap tidak punya masa depan oleh keluarga MOJOK.CO
Edumojok

Gagal LPDP dan Seleksi CPNS Pilih Nikmati Hidup dengan Mancing, Nemu Rasa Tenang meski Dicap Tak Punya Masa Depan

22 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ini Bukan Perkara Sunni vs Syiah, PKI Belapati dengan Iran karena Senasib sebagai Negeri Anti-imperialisme Amerika MOJOK.CO

Ini Bukan Perkara Sunni vs Syiah, PKI Belapati dengan Iran karena Senasib sebagai Negeri Anti-imperialisme Amerika

11 Maret 2026
Orang "Gagal" yang Dihina Hidupnya, Buktikan Bisa Lolos CPNS hingga PNS. MOJOK.CO

Dulu Kerap Dihina, Ditolak Kampus Top hingga Nyaris DO dan Beasiswa Dicabut, Kini Buktikan Bisa Lolos Seleksi CPNS

10 Maret 2026
Nasib ratusan juta WNI 10 tahun nanti: terancam tidak punya jaminan sekaligus tabungan di masa pensiun MOJOK.CO

Nasib WNI 10 Tahun Lagi: Terancam Tua Miskin karena Tak Punya Jaminan untuk Tabungan Pensiun dari Negara

11 Maret 2026
Kupat Keteg: kuliner warisan Sunan Giri jadi medium dakwah di Giri Kedaton, Gresik MOJOK.CO

Rasa Sanga (4): Tasawuf Ala Sunan Giri dalam Olahan Kuliner Kupat Keteg yang Dibuat di Tengah Perbukitan Kapur

6 Maret 2026
seleksi CPNS. CPNS Jogja, PNS.MOJOK.CO

Dua Kali Gagal Tes CPNS Meski Nilai Tertinggi, Kini Malah Temukan Jalan Terang Modal Ijazah SMA

8 Maret 2026
Dihina dan dijauhi tongkrongan hanya karena naik motor Honda BeAT. Tidak memenuhi standar sinematik ala Yamaha Aerox, NMax, dan Vario MOJOK.CO

Standar Keren Kabupaten: Pakai Motor BeAT Dihina dan Dijauhi Circle Aerox, NMax, dan Vario karena Tak Masuk Konsep Sinematik

12 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.