Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Corak Curhat

Corona Mengacaukan Rencana Pernikahanku

Redaksi oleh Redaksi
4 April 2020
A A
corona
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tanya

Dear, Redaksi Mojok.

Pertengahan Agustus 2019 lalu, aku bekerja menjadi seorang buruh di sebuah perusahaan. Di tempat kerjaku yang baru ini, aku bertemu dengannya. Seorang pria yang meninggalkan kesan yang begitu indah bagiku. Pria yang kelak aku panggil dengan panggilan “Mas”.

Tak disangka, Mas ternyata juga mengalami hal yang sama padaku. Ia Berniat untuk serius, katanya. Kami kemudian sepakat untuk menjalin hubungan yang lebih jauh. Mas menyatakan keinginannya untuk membangun hubungan yang lebih dari sekadar sebelumnya, di hadapan keluarga besarku.

Pertemuan dua keluarga pun kemudian berlanjut dengan sebuah penetapan hari pernikahan. 28 Mei 2020 dipilih sebagai hari di mana kami akan benar-benar memulai kehidupan baru kamu.

Namun apa daya, negara ini, dan juga negara-negara lainnya sekarang sedang diserang corona. Tak kusangka, pertalianku dengan Mas dicoba dengan keberadaan virus ini.

Segala persiapan berupa seserahan pernikahan, fitting baju, tenda dan teman-temannya sudah rapih kami siapkan. Tapi kondisi berkata lain. Saat ini aku, Mas dan keluarga kami dihadapi dengan berbagai macam opsi rencana.

Beberapa opsi kami coba pikirkan, ada opsi hanya akad saja tanpa resepsi, atau opsi benar-benar mengundur baik akad maupun resepsi.

Hubungan kami memang terbilang sangat singkat. Bayangkan saja, Agustus 2019 bertemu, Mei 2020 kami berencana melancarkan niat kami. Namun saat kami berada pada titik puncak, ternyata malah ada cobaan bernama corona.

Nah, Menurut redaksi Mojok, langkah apa yang harus aku ambil? Barangkali Mas Agus atau Cik Prim bisa punya nasihat bagi saya.

~Anggun

Jawab

Dear Anggun.

Pernikahan selalu menjadi hal yang menggembirakan bagi dua insan yang saling mencintai. Namun keselamatan adalah hal yang jauh lebih menggembirakan. Anda bukan orang pertama yang rencana pernikahannya harus gagal karena adanya virus corona.

Nah, Mbak Anggun. Terkait dengan pergulatan batin yang sedang Anda alami saat ini, tentu saja bukan kapasitas saya untuk memberi saran berupa opsi mana yang harus Anda pilih. Saya justru ingin memberikan poin bahwa dalam setiap opsi yang Anda pilih, semuanya punya sisi baiknya masing-masing.

Opsi melangsungkan pernikahan tanpa resepsi adalah opsi yang sangat memungkinkan dalam kondisi sekarang ini. Saya punya kawan yang sebentar lagi menikah pertengah bulan nanti. Ia menikah dengan hanya dihadiri oleh 10 orang masing-masing dari pihak keluarga kedua mempelai. Pernikahan yang minimalis memang, namun memang itu yang harus diambil.

Iklan

Nah, jika Anda juga akan mengambil langkah ini, maka itu akan menjadi kenangan yang sangat berharga dan indah bagi Anda. Jarang-jarang lho ada orang punya kesempatan menikah di masa pandemi corona seperti sekarang ini. Semua hal itu kan memang bisa dilihat dari sisi spesialnya.

Kemarin, misalnya, ada yang ngetwit “Kasihan anak-anak SMA di masa corona, mereka nggak bisa merasakan badannya disemprot pilox saat merayakan kelulusan, padahal itu momen yang sangat indah.” Itu kalau dilihat dari sudut pandang orang lain. Tapi kalau dilihat dari sudut pandang si anak SMA sendiri, bisa saja dia punya balasan “Halah, cuma disemprot pilox aja bangga, generasi kami, lebih keren, semprot-semprotannya pakai disinfektan.”

Poinnya apa? Poinnya adalah tentang bagaimana kita memandang sesuatu dari sisi spesialnya. Dan Anda punya kesempatan untuk ini. Betapa indahnya akad yang digelar terbatas yang hanya dihadiri oleh beberapa orang. Betapa syahdu dan khidmatnya.

Ini akan menjadi pengalaman seumur hidup yang sangat berharga.

Nah, jika Anda mengambil opsi untuk menunda pernikahan baik akad maupun resepsinya sampai wabah virus ini rampung, itu juga bijak.

Tentu akan indah sekali rasanya menyelenggarakan pesta pernikahan setelah sebelumnya menanti sekian lama.

Ingat, rindu terbaik adalah rindu yang terbentuk melalui penantian yang panjang. Kemenangan terbaik adaah kemenangan yang diraih melalui pertandingan yang keras. Idulfitri terindah adalah idulfitri yang didapat setelah melalui puasa yang penuh selama sebulan.

Segala hal yang diawali dengan perjuangan yang besar, akan selalu manis pada akhirnya.

Kelak, saat wabah ini berakhir dan Anda kemudian menikah, Anda akan merasakan, betapa kalian berdua menang bukan hanya melawan corona, tapi juga melawan penantian waktu yang boleh jadi tak semua orang mampu melakukannya.

Betapa pelukan yang selama beberapa bulan sebelumnya menjadi sesuatu yang terlarang kemudian berubah menjadi hal yang menghangatkan. Betapa saling bersalaman dan berkumpul bersama sanak-famili yang selama ini menjadi kegiatan yang mustahil dilakukan kemudian berubah hal yang layak dirayakan.

Mbak Anggun, apa pun opsi pilihan tentang rencana pernikahan Anda, Anda sendirilah yang pada akhirnya akan memutuskannya. Pikirkan yang terbaik bagi diri Anda juga bagi keluarga Anda.

Selamat mencintai, dan selamat melawan corona yang menjengkelkan ini.

~Agus Mulyadi

Terakhir diperbarui pada 4 April 2020 oleh

Tags: coronamenikah
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

gen z, biaya nikah, nikah di gedung, pernikahan.MOJOK.CO
Sehari-hari

Lebih Baik Nikah di Gedung daripada di Desa: Lebih Praktis dan Murah, tapi Harus Siap Dinyiyiri Tetangga

22 Februari 2026
Hidup setelah resign dan menikah. MOJOK.CO
Sehari-hari

Dihujat ‘Salah Pilih Suami’ usai Menikah karena Terlanjur Resign dari Pramugari, Kini Jadi Pedagang Kopi Keliling

3 Februari 2026
Saat banyak teman langsungkan pernikahan, saya pilih tidak menikah demi fokus rawat orang tua MOJOK.CO
Ragam

Pilih Tidak Menikah demi Fokus Bahagiakan Orang Tua, Justru Merasa Hidup Lebih Lega dan Tak Punya Beban

15 Desember 2025
Tepuk Sakinah saat bimbingan kawin bikin Gen Z takut menikah. Tapi punya pesan penting bagi calon pengantin (catin) sebelum ke jenjang pernikahan MOJOK.CO
Ragam

Terngiang-ngiang Tepuk Sakinah: Gen Z Malah Jadi Males Menikah, Tapi Manjur Juga Pas Diterapkan di Rumah Tangga

26 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sate Klatak Kasta Tertinggi Makanan Khas Jogja, Jauh Mengungguli Gudeg dan Bakmi Jawa yang Sering Dikeluhkan Manis Itu Mojok.co

Sate Klatak Kasta Tertinggi Makanan Khas Jogja, Jauh Mengungguli Gudeg dan Bakmi Jawa yang Sering Dikeluhkan Manis

12 Maret 2026
Sesal suka menolong orang lain usai ketemu lima jenis orang yang tidak layak ditolong meski kesusahan. Dari tukang judi slot hingga orang susah bayar utang MOJOK.CO

Kapok Suka Menolong Orang Lain usai Ketemu 4 Jenis Manusia Sialan, Benar-benar Nggak Layak Ditolong meski Kesusahan

12 Maret 2026
Saya Orang Jogja yang Iri pada Klaten yang Keberadaannya Makin Diperhitungkan Mojok.co

Klaten Daerah Tertinggal yang Perlahan Berubah Menjadi Surga, Dulu Diremehkan dan Dianggap Kecil Kini Sukses Bikin Iri Warga Jogja

11 Maret 2026
Ilustrasi mudik lebaran, perumahan.MOJOK.co

Enaknya Lebaran di Perumahan Kota yang Tak Dirasakan Pemudik di Desa, Dianggap Kesepian padahal Lebih Tenang

11 Maret 2026
seleksi CPNS. CPNS Jogja, PNS.MOJOK.CO

Dua Kali Gagal Tes CPNS Meski Nilai Tertinggi, Kini Malah Temukan Jalan Terang Modal Ijazah SMA

8 Maret 2026
Anak Akuntansi UGM burnout. MOJOK.CO

Bela-belain Kuliah di UGM Sampai Kena Mental demi Bahagiakan Ayah Ibu yang Hanya Lulusan SD hingga Jadi Wisudawan Terbaik

6 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.