Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Corak Cipox

Sawang-Sinawang Poligami

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
11 Juni 2017
A A
suami istri
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

“Wah, kelihatannya enak ya, Ndot, kalau bisa poligami, punya istri dua,” kata Mario kepada Bendot, sahabat akrabnya.

“Enak gundulmu, itu cuma kelihatannya, aslinya ya ndak enak-enak banget,” jawab si Bendot.

Sudah semingguan ini, Mario memang mempunyai ketertarikan khusus di bidang poligami, maklum, gara-gara menonton acara gosip di tivi yang menampilkan berita soal salah seorang ustaz yang punya istri dua, Mario jadi kepikiran dan kebayang-bayang, bagaimana rasanya bisa punya istri dua. Di manapun Mario dan Bendot nongkrong, bahasan yang dibahas selalu saja bermuara kepada perihal poligami. Tak terkecuali sore ini, saat keduanya nongkrong di warung kopi Mbah Sastro, salah satu warung kopi paling ramai di kampung Syalala.

“Lha nggak enak gimana lho?” Tanya Mario. “Lha wong istri dua, bisa punya alternatif, persis kalau kamu punya motor dua, pas yang satu macet, kamu masih bisa pakai yang satunya, bisa buat serep, gitu lho.” Lanjutnya sembari menyerutup kopi dengan serutupan yang sangat metodis.

“Istri kok mbok samakan sama motor, lha yo beda, Mar, beda jauh. Poligami itu, kelihatannya saja enak, tapi aslinya ya belum tentu. Sawang-sinawang. Kadang enaknya itu sekadar kepalsuan, persis kaya namamu itu, Maryono, tapi mintanya dipanggil Mario”

“Weee, e, e, eeee, jan kalian berdua ini kok ya elok pol, sore-sore, gerimis kecil, nongkrong, ngopi, ngudut, ealah yang dibahas kok ya poligami,” kata Mbah Sastro yang tiba-tiba sudah nyruntul di kursi panjang untuk bergabung di klub diskusi poligami.

“Ini lho, Mbah. Si Mario ini, kelihatannya ngebet banget pengin poligami, ha sudah seminggu ini, yang diomongin poligamiiiiiiiii melulu,” ujar Bendot kepada si empunya warung.

“Bener, Mar? Kamu pengin poligami?” Tanya Mbah Sastro kepada Mario.

“Ya, kalau diijinkan ya, mau mau saja, lha wong enak kok ndak mau.”

“Weh, elok tenan, yakin berani? Yakin enak?”

“Lha poligami itu kan memang enak, tho, Mbah?”

“Yo tergantung,”

“Tergantung bagaimana, Mbah?”

“Yo tergantung mampu apa tidak, tergantung kondisinya mendukung apa tidak, tergantung istri pertamanya rela apa tidak, dan masih banyak tergantung-tergantung yang lainnya.”

Obrolan mengerucut kepada Mbah Sastro dan Mario, Bendot hanya bisa mendengarkan dengan seksama, sambil menyeruput kopinya yang sebenarnya sudah tinggal ampas-ampasnya itu, dan sesekali menggasak bakwan jagung anget di atas meja warung yang terlihat masih cukup kemebul sebab baru saja turun dari penggorengan.

“Halah, kayak sampeyan ini pernah poligami saja, Mbah.”

“Weeeee, aku ini memang belum pernah poligami, tapi kawan-kawan satu liting-ku kan banyak yang poligami, jadi aku tahu sedikit banyak, bagaimana nasib rumah tangga mereka,”

“Memangnya siapa saja, Mbah? Dan bagaimana nasib rumah tangga mereka?”

“Lha itu, Si Mbah Darmo Betet, istrinya tiga, tapi ya dasar wong gedhe, jadi ketiga istrinya ya ayem-ayem saja, sebab ketiganya dapat pasokan sembako dan uang jatah yang  yang mencukupi. Nah, kemudian ada Yanto Kewer, yang mantan tukang antar surat pos itu, dia juga poligami, tapi dulu nikahnya diam-diam, si Girah, istri pertamanya ndak ngerti, kondisi tersebut bertahan cuma dua tahun, begitu Girah tahu, dia langsung ngamuk-ngamuk ndak karuan, mbantingi piring, gelas, dan segala rupa, wong waktu itu aku yang ikut mengamankan radionya si Yanto biar ndak ikut dibanting.”

“Wah, ada lagi, Mbah?” Tanya Mario penasaran

“Lha yo ada, itu, Hasto, mantan carik itu, dulu dia juga poligami. Kalau Hasto itu parah setengah modar. Dia nikah lagi karena kebacut khilaf ngisi perut anak orang, jadinya ya poligaminya agak terpaksa. Untung istri pertamanya ikhlas, nriman, jadi ya kedua istrinya bisa akur.”

“Lalu, siapa lagi, Mbah?”

“Sek, sek, tak ingat-ingat lagi. Oh ya, ingat aku. Si Parjono, mantan pak bon SD Inpres Sonosewu itu. Dia poligami. Istrinya dua, sama-sama dari desa. Rumah tangga mereka itu kelihatannya akur, tapi sebenarnya banyak gelut, soalnya kedua istrinya itu sama-sama menangan, ndak mau kalah, jadi kalau yang satu dibelikan rujak, misalnya, yang satunya ndak mau kalah, harus juga dibelikan barang atau apapun itu, yang penting harganya minimal setara dengan rujak yang dibelikan kepada istri lainnya. Lak yo repot. Kalau cuma padu, udur-uduran, rebutan jatah duit, itu ndak cuma sekali dua kali, tapi hampir setiap minggu.”

“Wah, kok ngeri juga ya,”

“Lha iya, mangkanya itu. Nah, yang paling parah itu, Gendon paklinya lurah Kemi itu. Dia poligami, istrinya tiga. Dasar wong sugih, rumah tangganya ayem-ayem saja, anyes. Tapi kemudian, anak-anaknya mulai bikin perkara. Istri tiga, anaknya tujuh, semuanya minta jatah warisan semua. Lak yo bodhol bakule slondok. Sekarang kamu tahu sendiri, Gendon stroke, sudah itu kere, ndak bisa ngapa-ngapain, istrinya juga cuma tinggal satu, Kamirah itu thok.”

“Tu, Mar. Dengerin. Ndak semua poligami itu enak, rumangsamu,”  Kata Bendot yang masuk lagi ke lantai dansa pembicaraan.

“Bener, itu. Poligami itu ndak semuanya enak, jadi jangan berani-berani poligami, kalau memang ndak mampu”

“Lho, tapi aku merasa mampu, Mbah. Lha wong kalau di kasur itu, aku itu kuat naik tiga angkatan, lho, tanpa obat kuat lagi!”

“Mampu lambemu, bukan mampu itu yang aku maksud, kalau cuma perkara manuk, semua laki-laki juga bakal merasa mampu, minimal dimampu-mampukan. Yang aku maksud mampu itu ya mentalnya, keluarganya, keadilannya, dan yang paling penting, duitnya. Ha kalau potongan kayak kamu itu, mau poligami, punya istri dua, mau mbok kasih makan apa istri-istrimu? Kerdus indomie? Jadi orang kok kemaki mau sok poligami, Wong punya istri satu saja ndak habis-habis, kok.”

“Yang habis itu bukan orangnya, Mbah. Tapi….”

“Tapi, apaaaaa?”

“Rasanya!”

Terakhir diperbarui pada 29 Desember 2025 oleh

Tags: bebas iklanistriNikahpoligamirumah tangga
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

Nikah di KUA dianggap murahan. MOJOK.CO
Sehari-hari

Nikah di KUA adalah Solusi bagi Karjimut karena Gratis, tapi Keluarga Menentang Hanya karena Gengsi dan Dicap Nggak Niat

20 Mei 2026
Hajatan, Resepsi Mewah, Resepsi Sederhana, Nikah.MOJOK.CO
Sehari-hari

Hajatan Itu Nggak Penting: Tabungan 50 Juta Melayang Cuma Buat Ngasih Makan Ego Keluarga, Setelah Nikah Hidup Makin Susah

26 April 2026
gen z, biaya nikah, nikah di gedung, pernikahan.MOJOK.CO
Sehari-hari

Lebih Baik Nikah di Gedung daripada di Desa: Lebih Praktis dan Murah, tapi Harus Siap Dinyiyiri Tetangga

22 Februari 2026
Derita punya pasangan hidup sandwich generation apalagi bonus mertua toxic MOJOK.CO
Sehari-hari

Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia

5 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kirab pusaka malam 1 Suro di kawasan Pura Mangkunegaran, Surakarta, Jawa Tengah, tidak hanya upaya menjaga warisan budaya-tradisi turun-temurun. Tapi juga jadi penggerak ekonomi daerah MOJOK.CO

Nilai Lain Kirab Malam 1 Suro di Surakarta: Jadi Daya Tarik Lintas Zaman, Penggerak Pariwisata dan Ekonomi Daerah Jateng

17 Juni 2026
Bagi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Dahlan Iskan, iklim investasi di Jateng sangat cocok bagi pengusaha untuk investasi MOJOK.CO

Iklim Investasi di Jawa Tengah Menarik Hati, Bikin Puluhan Pengusaha Melirik untuk Kolaborasi

19 Juni 2026
Punya rumah dengan gazebo di halaman: tempat terbaik untuk me time hingga deep talk MOJOK.CO

Punya Gazebo di Halaman: Meski Rumah Tak Megah tapi Bikin Betah karena Jadi Spot Terbaik Relaksasi dan Macam-macam Fungsi

18 Juni 2026
Dakwah Kok Masuk Roblox! Memangnya Anak Muda Hari Ini Masih Ngumpul di Masjid? MOJOK.CO

Dakwah Kok Masuk Roblox! Memangnya Anak Muda Hari Ini Masih Ngumpul di Masjid?

22 Juni 2026
penyakit, cuci darah.MOJOK.CO

‘Gaji Habis buat Cuci Darah’ – Yang Perlu Kamu Ketahui soal “Tren” Penyakit Lansia yang Menyerang Generasi Muda

19 Juni 2026
Persiapan Resign di Usia 30 Supaya Tidak Menderita dan Gila MOJOK.CO

Kebodohan atau Keberanian: Inilah yang Saya Siapkan ketika Memutuskan Resign Menjelang Usia 30 dan Hidup Sebagai WNI Kelas Menengah Supaya Tidak Berakhir Menderita dan Gila

18 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.