Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Sudah Betul Manchester United Kalah dari Manchester City, Biar Liga Inggris Tetap Damai

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
24 April 2019
A A
manchester united vs manchester city MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sudah betul Manchester United kalah dari Manchester City. Bukan membantu Liverpool, tapi demi kedamaian Liga Inggris. Berkubang di kegelapan saja sana!

Katanya sih, Manchester United sedang dalam perempatan. Bingung dengan situasi. Jika menang atas Manchester City, mereka seperti membuka jalan lebih lebar bagi Liverpool untuk juara. Sementara itu, jika kalah dari City, artinya mereka kalah di sebuah pertandingan derby dengan gengsi sundul langit.

Iklan

Salah satu followers saya di Twitter @arsenalskitchen, yang kebetulan fans United berujar bahwa dia lebih suka melihat United kalah dari City. Dia tidak ingin Liverpool juara, saking bencinya. Mungkin, dia takut jumlah gelar Liga Inggris bakal didekati Liverpool. Saat ini, United sudah mengumpulkan 20 piala, sementara Liverpool 18. Banyak sih, tapi terakhir kali Liverpool juara itu terjadi 28 tahun yang lalu. Tuwek!

Kebencian akan sesuatu membuat manusia bisa menempuh jalan aneh yang tak terpikirkan sebelumnya. Mengalah dengan rival satu kota? kalau itu memang terjadi, memang betul anggapan kalau United adalah pecundang sejati sepanjang sejarah sepak bola. Betul-betul sudah menggadaikan jiwa kepada Berhala!

Menurut saya sih, Manchester United tidak berada di perempatan. Mereka berada di kubangan, di pawuan, habitat mereka selama ini. bersama Tottenham Hotspur, mereka adalah kesayangan liga, sampai-sampai muncul umpatan legendaris yang bunyinya: “Uasuuu! Wasite Emyu!” Padahal yang sedang bertanding adalah PSCS Cilacap vs Persigo Gorontalo.

Kalian tahu istilah “menjonru”? Itu lho, istilah yang sempat populer ketika Bang Jonru masih jadi hits. Blio terkenal karena “argumen” yang begitu menggugah, yang dialamatkan kepada Jokowi. Saking bergairahnya, argumen itu jatuhnya jadi fitnah. Nah, untuk menyebut kegiatan atau melakukan fitnah, lahirlah istilah “menjonru”.

Nah, seperti kata “menjonru” untuk padanan “fitnah”, Manchester United juga punya padanan kata, atau lebih tepatnya padanan umpatan. Bunyinya adalah “Asu! Wasite Emyu!”. Umpatan ini digunakan ketika wasit tidak bekerja dengan baik. Sangat cocok untuk menggambarkan setan berwarna merah itu. Tukang gadai jiwa!

Manchester United juga harusnya kalah dari Manchester City karena mereka bukan panutan yang baik. Apalagi untuk anak-anak kecil. United gagal mengajarkan kepada generasi muda tentang makna kesetiaan dan kerja keras.

Setelah digilas oleh Everton dengan skor 4-0, ketika berbicara kepada wartawan, Ole Gunnar Solskjaer melontarkan pernyataan yang “sangat MU banget”.

“Apakah para pemain di kamar ganti betul-betul ingin bermain untuk Manchester United?” Tanya wartawan.

“Saya tidak tahu,” jawab Ole.

Ole at the wheel (chair), ketika United kembali masuk ke dalam ketidakjelasan, masuk kembali ke dalam dunia kepecundangan mereka, terutama setelah Sir Alex Ferguson pensiun. Sepeninggal manajer legendaris itu, United bergonta-ganti pelatih, menjual jiwanya kepada David Moyes, Louis van Gaal, Jose Mourinho, Ryan Giggs, dan Ole Gunnar.

Itu baru soal pelatih dengan “kemaluan yang besar” tapi tak punya daya untuk ereksi. Pemainnya? Konon, musim panas mendatang, adalah jadwal Paul Pogba untuk hengkang. Ini gimana jalan pikirannya. Hengkang kok dijadwal. Kalau bukan klub yang suram tentunya klausul semacam ini tak bakal pernah muncul.

Klausul seperti ini menjadi gambaran betapa pemain bintang yang datang tidak pernah percaya sepenuhnya kepada Manchester United. Mereka datang karena uang. Gaji tinggi, piti dari sponsor yang mengalir deras, hingga mendapat exposure yang tinggi untuk menaikkan brand mereka sendiri.

Iklan

Kalau pemain mau datang dengan motivasi uang, yang namanya kesetiaan, fair play, determinasi, kerja keras, inisiatif, harga diri, yang tentu saja cuma dongeng pengantar tidur. Ketika bertemu lawan yang performanya tengah menurun, mereka bisa bermain begitu bagus. Menang dengan mudah, bermain cantik.

Namun, ketika bertemu lawan yang satu level atau bahkan lebih kuat, pemain-pemain Manchester United berubah warna menjadi pecundang sejati sedunia. Apalagi ketika sudah kalah beruntun. Bukan persatuan yang terasa, tapi usaha menyelamatkan karier masing-masing.

Ambil contoh David De Gea, yang sedang ngambek lantaran permintaan naik gaji belum juga dipenuhi manajemen United. Yakin, ini cuma strategi De Gea untuk secara halus bilang, “Ude, tolong jual gue ya. Males banget sih di mari. Kalahan mulu.” Kariernya memang lebih penting ketimbang klub (berlogo) setan ini.

Miguel Delaney menulis di The Independent bahwa Marcus Rashford diminati Barcelona. Jebolan akademi United itu bahkan sudah berubah, bukan lagi seorang pemuda yang rendah hati seperti dulu. Ya begitu kalau sudah menjual jiwa kepada setan. Sifat-sifat baik akan diisap oleh kegelapan, dan digantikan oleh hati yang buram. Iri hati, sombong, keras hati. Komplet!

Oleh sebab itu, sudah betul kalau mereka kalah saja dari Manchester City, lalu kalah lagi dari Chelsea di akhir pekan. Bukan untuk membantu Liverpool jadi juara, tetapi demi kebaikan Liga Inggris, Manchester United jauh-jauh saja dari papan atas. Berkubang saja di kegelapan!

Terakhir diperbarui pada 24 April 2019 oleh

Tags: liga inggrisLiverpoolManchester CityManchester UnitedPaul Pogba
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Harry Maguire Bek Dungu Manchester United Anti Bullying MOJOK.CO
Esai

Harry Maguire, Bek Dungu Milik Manchester United yang Mengajari Kita Makna Ketahanan Mental dan Cara Melawan Bullying

20 Oktober 2025
Untung Mohamed Salah Nggak Jadi Buruh di Indonesia MOJOK.CO
Esai

Beda Nasib Mohamed Salah dan Pekerja di Indonesia saat Menyuarakan Hak: Menghasilkan Ketimpangan yang Dinormalisasi

6 Januari 2025
Rokok Ilegal identik dengan Liga Inggris, yang Legal Liga Italia MOJOK.CO
Esai

Kenapa, ya, Rokok Legal Identik dengan klub Liga Italia, sementara Rokok Ilegal Lebih Dekat dengan klub Liga Inggris?

9 November 2024
Vidio vs Rp18 Triliun Live Streaming Ilegal Jelang Liga Inggris MOJOK.CO
Esai

Vidio Wajib Cemas. Menjelang Liga Inggris, Keuntungan Live Streaming Ilegal Mencapai Rp18 Triliun!

9 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Catatan Dokter tentang Jalan Lintas Sumatera: Jangan Jadikan Jalinsum Jalur Cepat Menuju Liang Kubur MOJOK.CO

Catatan Dokter tentang Jalan Lintas Sumatera: Jangan Jadikan Jalinsum Jalur Cepat Menuju Liang Kubur

15 Juni 2026
Perjuangan Lily usai lulus dari manajemen dakwah. MOJOK.CO

Kisah Anak Tukang Tambal Ban yang Setahun Nganggur usai Wisuda, Kini Bisa Kerja di Sekolah Internasional setelah Ratusan Penolakan

17 Juni 2026
Menunggu Jogja Punya Sirkuit Balap Motor Permanen MOJOK.CO

Lahirkan Pembalap Kelas Dunia, Tapi Jogja Tak Punya Sirkuit Balap Permanen

15 Juni 2026
Ableisme parodikan difabel di medsos. MOJOK.CO

Ableisme: Saat Konten “Plenger” di Medsos Mengantarkan Tawa Penonton tapi Dibayar dengan Trauma dan Depresi Teman Difabel

18 Juni 2026
Orang desa tidak mengenal konsep pensiun dan menua dengan tenang (slow living). Itu hanya konsep orang kota MOJOK.CO

Pensiun Ala Orang Desa Tak Seperti Bayangan Orang Kota: Bukan karena Rencana Slow Living tapi Dipaksa Keadaan Getir

19 Juni 2026
Parenting ala orang tua desa sering ngawur di mata orang tua Gen Z MOJOK.CO

Salah Kaprah Parenting Ala Orang Tua Desa di Mata Ortu Gen Z: Malah Hambat Tumbuh Kembang Bayi, Cium Sana-Sini Tanpa Tahu Konsekuensi

16 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.