Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Prediksi Denmark vs Prancis: Kepantasan Tiket 16 Besar

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
25 Juni 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Denmark vs Prancis | Luzhniki, Rusia | Live TransTV, K Vision, Usee Tv | Selasa, 26 Juni 2018 | 21.00 WIB | Prediksi: Prancis menang.

Saya sedikit letih ketika menulis soal Prancis. Bahkan mungkin bisa Anda sebut saya bersedih. Tim ini punya potensi untuk menyakiti semua tim di Piala Dunia 2018. Komposisi skuat yang merata, kualitas individu di atas rata-rata, dan hampir semua pemain tengah berada dalam performa terbaik menjelang Rusia 2018.

Namun apa daya, di dua pertandingan awal, Prancis yang menakutkan, atau lebih tepatnya “baru terlihat menakutkan” itu tak memuaskan hasrat saya ketika melihat performa mereka. Betul, skuat Ayam Jantan ini baru sekadar terlihat menakutkan. Seperti anjing yang menyalak begitu keras untuk menggertak. Berbeda dengan serigala yang tenang dan mematikan.

Melawan Australia dan Peru, skuat asuhan Didier Deschamps ini jauh dari kata memuaskan. Menurunkan dua skuat dengan cara bermain yang berbeda, penampilan di atas lapangan terasa lembek. Prancis kehilangan determinasi, bahkan kreativitas. Lini belakang mereka ceroboh. Hanya keberuntungan saja mereka bisa mengalahkan Australia dan Peru.

Saya menyebut Portugal dan Spanyol sebagai tim yang menyebalkan lantaran bermain sangat buruk pun mereka tetap mampu mengumpulkan nilai maksimal. Saya rasa, Prancis di Piala Dunia 2018 kali ini menempati derajat yang sama. Sama-sama menyebalkan. Les Bleus menang lewat “bantuan” teknologi ketika menghadapi Australia dan menang dengan cara paling buruk ketika mengalahkan Peru.

Namun, Anda pasti paham, nilai di daftar klasemen adalah nilai yang pasti. Enam poin yang dikumpulkan Prancis di dua pertandingan mengantarkan mereka melaju mulus ke babak 16 besar Piala Dunia 2018. Nilai enam bulat yang tak bisa dibantah. Nilai enam yang sesungguhnya tidak mampu menggambarkan performa mereka. Catatan statistik di sepak bola tanpa konteks adalah omong kosong belaka.

Oleh sebab itu, laga Denmark vs Prancis adalah uji kepantasan tiket emas ke babak 16 besar Piala Dunia 2018. Tiket idaman banyak negara peserta Rusia 2018 yang sudah bermain begitu baik namun kehilangan hak untuk mengantonginya. Sebut saja Maroko, misalnya. Apakah Prancis memang layak menjadi pemegang tiket itu?

Denmark adalah lawan pas untuk menjajal performa Prancis. Laga Denmark vs Prancis akan lebih berat. Bahkan bisa menjadi lawan yang sangat berat ketimbang Australia dan Peru. Denmark punya kolektivitas, meskipun masih kesulitan menapaki level konsistensi. Bukankah hal itu sama dengan penyakit Prancis?

Didier Deschamps perlu mengembalikan pola pikir Prancis seperti di Piala Eropa 2016. Meskipun kalah di laga puncak dari Portugal, tim yang sama menyebalkannya seperti mereka, Prancis menunjukkan determinasi dan kreativitas. Babak 16 besar dan babak-babak selanjutnya itu seperti lumpur isap. Ia akan mengisap siapa saja yang tak siap tampil maksimal.

Tanya saja Brasil di Piala Dunia 2014 ketika dibantai 1-7 oleh Jerman. Tak siap ketika kehilangan Neymar karena cedera, Brasil menjadi limbung. Bahkan, di babak perebutan tempat ketiga, mereka kalah dari Belanda.

Prancis masuk ke babak 16 besar dengan memikul tanggung jawab. Tanggung jawab bermain maksimal untuk menjawab mimpi negara-negara yang tak lolos meski bermain baik. Prancis akan menang ketika menghadapi Denmark. Pertanyaannya, seperti apa penampilan Prancis ketika mengalahkan Denmark? Apakah memang sudah pantas?

Kepantasan itulah yang harus dicari.

Terakhir diperbarui pada 3 Juli 2018 oleh

Tags: babak 16 besarBrasildenmarkjermanpiala dunia 2018Portugalprancisprediksi denmark vs prancisprediksi piala dunia 2018
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Lepas status WNI dan paspor Indonesia, hidup lebih mudah usai pindah kerja di Jerman MOJOK.CO
Urban

Lepas WNI karena Hidup Serba Susah dan Nelangsa di Indonesia, Hidup Jadi Lebih Mudah usai Pindah ke Jerman

10 Maret 2026
Ironi kerja di Jerman lewat program Au Pair, nyaris gagal kuliah S2. MOJOK.CO
Sehari-hari

Ironi Kejar Mimpi Kuliah S2 di Jerman: Bisa Kerja sambil Numpang Gratis di Rumah Warga, tapi Diremehkan sampai Diusir Majikan

4 Maret 2026
Motivation letter untuk beasiswa erasmus di Portugal. MOJOK.CO
Edumojok

Kisah Pemuda Asal Tulungagung Kuliah di Portugal: Lolos Beasiswa Erasmus karena “Motivation Letter” yang Menggugah

3 Maret 2026
Kopenhagen Denmark: Anarkisme di Kota Paling Bahagia di Dunia MOJOK.CO
Esai

Menyaksikan Anarkisme Bekerja di Kopenhagen Denmark, Kota yang Katanya Paling Bahagia Sedunia

20 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gaji Jakarta 12 Juta Bikin Gila, 3 Juta di Magelang Hidup Waras MOJOK.CO

Daripada Menyiksa Diri Hidup di Jakarta dengan Gaji 12 Juta Sampai Setengah Gila, Pindah ke Magelang dan Hidup Waras Cukup dengan Gaji 3 Juta

16 April 2026
Derita perempuan di grup WA mahasiswa FH UI. Isinya kekerasan seksual. MOJOK.CO

Nasib Perempuan di Tongkrongan dan Grup WA yang Isinya Laki-laki Mesum: Jelek Dihina, Cantik Dilecehkan

15 April 2026
Grup WhatsApp (WA) laki-laki di FH UI cerminkan tongkrongan toxic

Topik Grup WA Laki-laki “Sampah”, Isinya Info Link Menjijikan dan Validasi Si Paling Jantan

15 April 2026
Mahasiswa UNJ lulus setelah gagal seleksi PTN jalur SNBT

Penyandang Disabilitas Gagal Diterima PTN Jalur SNBT, Kini Lulus Sarjana Pendidikan di UNJ Berkat “Antar Jemput” Ayah

19 April 2026
Orang Desa Nggak Cocok Jadi PNS Jika Tak Punya Ilmu Menjilat Atasan. MOJOK.CO

PNS Tinggalkan Suasana Slow Living di Desa karena Muak dengan Teman Kantor yang Suka Menjilat Atasan, Ujungnya Malah Bernasib Lebih Buruk

17 April 2026
PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO

Jadi PNS di Desa Luar Jawa Lebih Sejahtera daripada di Kota, Ilmu Nggak Sia-sia dan Nggak Makan Gaji Buta

20 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.