Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Kontrol Diri Manchester United, Arsenal, dan Inter Milan di Liga Europa

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
20 Februari 2020
A A
Manchester United Arsenal Inter Milan Liga Europa MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kontrol diri mutlak dimiliki Manchester United, Arsenal, dan Inter Milan. Liga Europa bukan lagi kompetisi kelas dua. Ini kompetisi berat dan semakin sulit ditaklukkan.

Menentukan prioritas semakin penting di dunia sepak bola. Seiring penentuan prioritas, hadir kerja-kerja rotasi dan penjagaan kebugaran pemain yang semakin ketat. Oleh sebab itu, kisah treble dalam satu musim seperti sebuah dongeng. Sebuah folklore yang mungkin hanya terjadi satu kali dalam satu dekade.

Liverpool sudah merasakan betapa rotasi sangat penting. Juara Liga Inggris sudah di depan mata, tetapi Jurgen Klopp belum berani melakukan rotasi secara menyeluruh. Hanya dua pemain yang diistirahatkan sebelum Liverpool melawan Atletico Madrid, yaitu Sadio Mane dan Fabinho. Satu lagi pelajaran akan pentingnya menentukan prioritas.

Saya menyebutnya sebagai kerja membangun kontrol diri. Sebuah kenyataan yang perlu diperhatikan dengan seksama oleh Manchester United, Arsenal, dan Inter Milan. Masing-masing sebaiknya sadar kalau ada kepentingan yang besar menjelang laga-laga di Liga Europa. Saya rasa, kegagalan menentukan kontrol diri bisa membuat musim mereka kacau.

Inter Milan dan Manchester United sudah sampai pada titik di mana mereka “aman” untuk berlaga di Liga Champions musim depan. Perlu kita sepakati bersama dahulu kalau semua tim besar membutuhkan Liga Champions. Bukan hanya soal gengsi, tetapi pemasukan dari kompetisi dan hak siar yang semakin besar.

Inter Milan dan Manchester United sudah berada di jalur yang tepat. Apalagi Manchester United yang berpeluang “dimudahkan”. Hukuman larangan berkompetisi dua kali di Liga Champions yang dialami Manchester City memudahkan mereka. Saat ini, siapa pun yang mengakhiri musim di peringkat kelima pun otomatis bermain di Liga Champions.

Namun memang, Manchester United dan fans mereka perlu menekan euforia karena Manchester City masih akan melakukan banding. Bisa saja mereka memenangkan banding dan hukuman itu diangkat. Jika itu terjadi, Manchester United perlu memandang Liga Europa dengan lebih serius.

Sikap yang sama perlu dipunyai oleh Arsenal. Meski jarak dengan empat besar, secara matematis, masih bisa digapai, Arsenal sebaiknya mengalihkan fokus ke Liga Europa. Bukan apa-apa, lawan-lawan Arsenal di Liga Europa kali ini lebih berat ketimbang musim lalu. Mencapai final seperti musim lalu pun bukan target yang mudah.

Arsenal memang berada di posisi yang sulit. Kompetitor mereka di Liga Inggris masih cukup konsisten. Lawan di Liga Europa lebih berat ketimbang musim lalu. Saya rasa, melihat konsistensi yang dibawa Mikel Arteta, Liga Europa tidak boleh dilepaskan. Mau tidak mau, Arsenal harus menjaga fokus di dua kompetisi.

Inter Milan sendiri masih dalam pacuan juara Serie A. Mereka hanya tinggal bersaing dengan Lazio dan Juventus. Menurut saya, kompetisi Liga Europa tidak boleh menjadi prioritas utama. Saya paham kalau Antonio Conte bukan pelatih yang permisif dengan sebuah kekalahan atau tersingkir dari sebuah kompetisi. Inter Milan mungkin masih akan bermain dengan kekuatan terbaik mereka di Liga Europa karena alasan itu.

Harapan saya, Inter Milan punya manajemen menit bermain yang ideal. Sehingga, para pemain utama yang bermain penuh di dua kompetisi secara simulatan tetap mendapatkan istirahat yang cukup. Inter Milan perlu konsistensi paling maksimal untuk mengganggu Juventus. Meski terlihat tidak terlalu meyakinkan di bawah asuhan Maurizio Sarri, Juventus tetap bisa memenangi laga di mana mereka seharusnya kalah.

Inter Milan juga perlu waspada penuh dengan konsistensi Lazio. Paling tidak, jika gagal Scudetto, Inter Milan tidak disalip oleh Atalanta yang duduk di peringkat empat. Bukan apa-apa, tetapi disebut sebagai Nerazzurri KW itu nggak menyenangkan.

Saya, dan mungkin kamu semua, membayangkan Liga Europa sebagai sebuah kesempatan bagi pemain muda untuk mendapatkan menit bermain. Namun, kali ini, fans Arsenal dan Manchester United perlu sadar kalau ini bukan waktunya. Sementara itu, bagi Inter Milan, rotasi pemain akan sangat krusial. Jangan sampai seperti Liverpool yang jemawa dan ingin melahap semua rekor yang ada.

Kontrol diri ketika memandang Liga Europa sangat krusial. Banyak yang memandang Liga Europa sebagai kompetisi kelas dua. Kalah mewah ketimbang Liga Champions. Dari sisi gengsi mungkin benar, tetapi dari beratnya lawan, Liga Europa saya rasa tidak kalah. Sama-sama kompetisi yang bisa memakanmu dalam sekejap jika tidak punya kontrol diri dan konsentrasi maksimal.

Iklan

BACA JUGA Arsenal x Manchester United: Perlombaan Menjadi Pecundang Sejagat Raya atau tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Terakhir diperbarui pada 20 Februari 2020 oleh

Tags: ArsenalartetaconteInter MilanLiga Europaliga inggrisliga italiaManchester Unitedole gunnar solksjaerSerie A
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Harry Maguire Bek Dungu Manchester United Anti Bullying MOJOK.CO
Esai

Harry Maguire, Bek Dungu Milik Manchester United yang Mengajari Kita Makna Ketahanan Mental dan Cara Melawan Bullying

20 Oktober 2025
Untung Mohamed Salah Nggak Jadi Buruh di Indonesia MOJOK.CO
Esai

Beda Nasib Mohamed Salah dan Pekerja di Indonesia saat Menyuarakan Hak: Menghasilkan Ketimpangan yang Dinormalisasi

6 Januari 2025
Kegilaan Cinta Sejati di Napoli: Antara Sepak Bola dan Maradona MOJOK.CO
Esai

Menyaksikan Kegilaan Cinta Sejati di Kota Napoli: Antara Copet, Kota Bau Pesing, Sepak Bola, dan Maradona

31 Desember 2024
Rokok Ilegal identik dengan Liga Inggris, yang Legal Liga Italia MOJOK.CO
Esai

Kenapa, ya, Rokok Legal Identik dengan klub Liga Italia, sementara Rokok Ilegal Lebih Dekat dengan klub Liga Inggris?

9 November 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

sate taichan.MOJOK.CO

Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak

20 Januari 2026
Momen haru saat pengukuhan Zainal Arifin Mochtar (Uceng) sebagai Guru Besar di Balai Senat UGM MOJOK.CO

Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

16 Januari 2026
Menjemput Air dari Gua Jomblang dan Menata Ulang Hidup di Gendayakan

Menjemput Air dari Gua Jomblang dan Menata Ulang Hidup di Gendayakan

20 Januari 2026
Kalau Bobby di Buku Karya Aurelie Mooremans Iblis, Kita Tenang. Masalahnya, Dia Manusia MOJOK.CO

Broken Strings Karya Aurelie Moeremans: Kalau Bobby Iblis Kita Tenang. Masalahnya, Dia Manusia

21 Januari 2026
Mohammad Zaki Ubaidillah, dari Sampang, Madura dan langkah wujudkan mimpi bulu tangkis di Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan Jakarta MOJOK.CO

Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan

19 Januari 2026
Sumbangan pernikahan di desa, jebakan yang menjerat dan membuat warga menderita MOJOK.CO

Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina

20 Januari 2026

Video Terbaru

Menjemput Air dari Gua Jomblang dan Menata Ulang Hidup di Gendayakan

Menjemput Air dari Gua Jomblang dan Menata Ulang Hidup di Gendayakan

20 Januari 2026
Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayakan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.