Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Arsenal vs Chelsea: Tentang 9 Poin yang Dirampok dan Busuknya Wasit Liga Inggris

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
21 Januari 2020
A A
Arsenal vs Chelsea: Tentang 9 Poin yang Dirampok dan Busuknya Wasit Liga Inggris

Arsenal vs Chelsea: Tentang 9 Poin yang Dirampok dan Busuknya Wasit Liga Inggris

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pertandingan Chelsea vs Arsenal membangkitkan lagi ingatan akan busuknya wasit Liga Inggris. Sekumpulan pengadil yang tidak adil. Sekumpulan perampok poin.

“Same bark, different dog.”

Iklan

Adalah kalimat yang lempar lewat Twitter. Kalimat tersebut merujuk ke betapa munafiknya suporter klub Liga Inggris yang menertawakan kemalangan klub lain. Ketika sebuah klub “dicurangi” oleh wasit Liga Inggris, suporter lain tertawa senang. Ketika klubnya menderita karena masalah yang sama, gonggongan mereka terdengar seperti anjing kudisan.

Sama saja. Masalah wasit Liga Inggris mungkin kurang tepat kalau dibilang “curang”. Masalahnya adalah soal kompetensi membaca pertandingan dan konsistensi menentukan sebuah nilai pelanggaran. Well, memang, pada titik tertentu, tidak salah juga kalau menyebut wasit Liga Inggris memang tidak objektif. Dan saya belum bicara soal Arsenal dan Chelsea!

Sama saja. Semua akan kena pada saatnya. Klub-klub Liga Inggris boleh saling menertawakan kemalangan. Namun, soal wasit, imajinasi saya adalah munculnya sebuah gerakan untuk menabrak wasit-wasit Liga Inggris yang tidak kompeten. Terutama cara mereka ketika menggunakan teknologi yang namanya VAR.

Kamu tahu, Marca menyebut offside di Liga Inggris bukan lagi tentang perbedaan sentimeter atau millimeter, tetapi pixel. Apakah ini berarti mata wasit Liga Inggris setajam mata elang? Tidak, ini sebuah sarkas dari Marca, yang berbasis di Spanyol, untuk Liga Inggris yang semakin mirip komedi.

Kasus yang ada sudah terbentang luas. Mulai dari offside sekuku Pedro Neto ketika melawan Liverpool, offside se-pixel yang dialami Dan Burn, pemain Brighton ketika melawan Bournemouth, dan kasus-kasus pelanggaran yang dialami Arsenal.

ESPN, dibantu Dr. Thomas Curran dari London School of Economic, membuat kompilasi yang diberi nama “indeks keberuntungan”. Indeks ini mencoba merekonstruksi klasemen Liga Inggris jika tidak menghitung “keberuntungan” di dalamnya.

Nah, jika peristiwa-peristiwa merugikan tidak dihitung, saat ini, Arsenal duduk di peringkat 5. Ketidakberuntungan karena “events” merampok 9 poin bersih dari catatan Arsenal. Jika wasit Liga Inggris memang kompeten, poin Arsenal sama seperti Chelsea, hanya kalah selisih gol saja.

Begini ESPN menulis:

Satu:

“Para pengadil malah tertidur ketika Tom Cleverly, pemain Watford menggangu goal kick pendek Arsenal. Gangguan itu membuat bek Arsenal salah umpan. “Indeks keberuntungan” menegaskan bahwa hasil imbang melawan Watford harusnya menjadi kemenangan bagi Arsenal.”

Dua:

“Apa jadinya jika Arsenal mendapatkan penalti ketika Aubameyang dilanggar di kotak penalti Sheffield ketika skor masih 0-0? Arsenal kalah di pertandingan itu dengan skor 1-0. Kemenangan Arsenal juga dirampok di kandang Crystal Palace oleh keputusan VAR yang sangat buruk, ketika gol menit akhir Sokratis malah dianulir.”

Tiga:

“Jika saja Jorginho, pemain Chelsea, dikeluarkan dari lapangan setelah mendapat dua kartu kuning, ketika Arsenal sedang unggul, maka Arsenal akan memenangkan laga di laga debut Arteta.”

Trivia: Jorginho menarik tangan Guendouzi ketika serangan balik akan terjadi. Wasit memberi pelanggaran tetapi tidak ada kartu. Untuk pelanggaran YANG SAMA yang dilakukan Torreira, wasit dengan entengnya mengeluarkan kartu kuning.

Iklan
Empat:

“Nicolas Pepe dijatuhkan pemain Sheffield di kotak penalti. Tidak ada penalti. Arsenal diganjar penalti di kandang Palace ketika Zaha terjatuh. Kedua aksi menunjukkan kesamaan penyebab: kaki bek yang menjulur. Wasit memproduksi keputusan yang berbeda.”

Inkonsistensi dan tidak ada kompetensi wasit merugikan Arsenal. Salah satunya ketika melawan Chelsea. Ada yang bilang kebencian wasit dan FA disebabkan sedikitnya pemain asli Inggris yang menjadi tim inti di skuat The Gunners. Sebuah teori yang absurd. Lihat betapa multinasional tim-tim seperti Chelsea dan Manchester City.

Teori seperti itu sungguh tidak masuk akal. Lagian, dalam satu dekade terakhir, kualitas pemain asli Inggris tidak selalu bisa diharapkan. Kalau FA mengharapkan skuat Arsenal berisi “pribumi”, ya terapkan kebijakan pembatasan pemain asing dan menetapkan standar atas untuk harga pemain lokal yang sangat tidak masuk akal.

Berani seperti itu? Berani tidak populer lagi karena pembatasan pemain asing?

Silakan saja fans klub lain meledek Arsenal yang “meracau” soal wasit Liga Inggris yang kinerjanya sangat buruk. Silakan ledek tulisan ini. Namun, ketika kelak tim kalian dirampok 9 poin yang sangat berharga, saya mau dengar gonggongan menyedihkan kalian. Saya mau dengar betapa munafiknya kalian menyalahkan keadaan.

Ingat, terkadang, lawan kalian bukan fans klub lain, tetapi inkonsistensi dan tidak kompetennya wasit Liga Inggris. Semua akan merasakan gilirannya. Semuanya akan menjadi korban dari sebuah sistem pengadil yang tidak adil.

BACA JUGA Mikel Arteta dan Dua Batu Sumbat di Esofagus Arsenal atau tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Terakhir diperbarui pada 21 Januari 2020 oleh

Tags: Arsenalartetachelsealiga inggrisVARwasit liga inggris
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Harry Maguire Bek Dungu Manchester United Anti Bullying MOJOK.CO
Esai

Harry Maguire, Bek Dungu Milik Manchester United yang Mengajari Kita Makna Ketahanan Mental dan Cara Melawan Bullying

20 Oktober 2025
Untung Mohamed Salah Nggak Jadi Buruh di Indonesia MOJOK.CO
Esai

Beda Nasib Mohamed Salah dan Pekerja di Indonesia saat Menyuarakan Hak: Menghasilkan Ketimpangan yang Dinormalisasi

6 Januari 2025
Rokok Ilegal identik dengan Liga Inggris, yang Legal Liga Italia MOJOK.CO
Esai

Kenapa, ya, Rokok Legal Identik dengan klub Liga Italia, sementara Rokok Ilegal Lebih Dekat dengan klub Liga Inggris?

9 November 2024
Vidio vs Rp18 Triliun Live Streaming Ilegal Jelang Liga Inggris MOJOK.CO
Esai

Vidio Wajib Cemas. Menjelang Liga Inggris, Keuntungan Live Streaming Ilegal Mencapai Rp18 Triliun!

9 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

tips menonton konser EXO dari akuntan. MOJOK.CO

Membayar Utang Masa Kecil: Cerita EXO-L yang Menabung Berbulan-bulan walaupun Situasi Ekonomi sedang Sulit

20 Juni 2026
Warung Kopi Aceh: Tempat Orang Terlihat Sibuk, Padahal Cuma Ngopi MOJOK.CO

Warung Kopi Aceh: Tempat Orang Terlihat Sibuk, Padahal Cuma Ngopi

19 Juni 2026
Cerita siswa di Timor Tengah Selatan, NTT yang mencari air bersih saja susah. MOJOK.CO

Cerita Siswa di NTT yang Sering Ditegur Guru karena Terlambat Sekolah, padahal Harus Cari Air Bersih Selama 2 Jam untuk Mandi

18 Juni 2026
Perjalanan Kopikina menjadi kedai kopi populer di Jakarta yang dirintis oleh alumni Beasiswa LPDP MOJOK.CO

Jalan Kopikina dari Kedai Kopi Kecil dan Bukan untuk Bisnis Serius Jadi Brand Besar di Jakarta, Terapkan Ilmu dari Inggris

19 Juni 2026
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) meraih penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Program E-Learning Aparatur Negara (ASN) Berintegritas MOJOK.CO

ASN Jateng Dididik agar Tidak Berperilaku Menyimpang untuk Jaga Marwah Instansi, KPK Beri Penghargaan

18 Juni 2026
Mahasiswa penerima KIP-K Unair korupsi iuran AUBMO. MOJOK.CO

Kasus Mahasiswa KIP-K Unair Korupsi Rp103 Juta: Dari Salah Transfer, Terlilit Pinjol, hingga Janji Mengganti dengan Jaminan Sertifikat Rumah

20 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.