Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

AC Milan & Inter Milan: Sepasang Kekasih Mendefinisikan Sebuah Rumah

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
25 Juni 2019
A A
ac milan dan inter milan MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – AC Milan dan Inter Milan adalah sebenar-benarnya dua kekasih, yang menjadi satu untuk bersama-sama mendefinisikan makna sebuah rumah.

Ada sebuah cerita rakyat di Eropa belahan timur. Tentang jiwa manusia yang mengambang, tanpa nama dan tak punya rumah. Ia melayang, hinggap di dalam rongga hati orang lain. Jiwa yang mengambang ini lalu punya nama. Ia disebut “Hans”, di lain waktu berganti “Peter”, di lain hari menjadi “Adolf”. Di malam yang sunyi, ia disebut “Vollmond”.

Jiwa yang mengambang itu begitu bahagia ketika ia punya nama. Dilagukan oleh orang lain yang tidak ia kenal. Dibuatkan sebuah lelucon oleh wanita yang lucu. Namun, kebahagiaannya belum lengkap. Senyumnya masih tertahan ketika mengenakan nama orang lain. Jiwa yang mengambang itu mengidamkan sebuah rumah.

“Aku bisa masuk ke rongga hati banyak orang. Namun, aku tak punya yang sebenarnya rumah. Aku hanya sementara di kehidupan panjang. Aku hanya sekelebat di malam yang sunyi. Aku ingin sebuah rumah.”

“Nama” tak lagi memuaskan kebahagiaan jiwa yang mengambang itu. Pergulatan batin yang hebat membuat jiwa itu terpecah menjadi dua. Satu bernama AC Milan dan satu lagi menamai dirinya sendiri Inter Milan.

AC Milan pergi ke utara kota, Inter Milan melayang ke sebelah selatan. Keduanya mencari bahan terbaik untuk membangun rumah. Jiwa yang melayang ke utara menemukan bahan terbaik itu, yang bernama “sejarah”. Hanya butuh 13 bulan, AC Milan selesai membangun rumah. Rumah megah pada zamannya itu diberi nama “San Siro”, seperti nama santo tempat rumah itu berdiri.

AC Milan mendefinisikan sebuah rumah sebagai pilar kokoh tempat sejarah menempel. Susah dan senang, sebagai bagian dari aliran sejarah, menempel di sana. Tahun 1901, 1906, dan 1907, mereka membuat perayaan besar. Perayaan akan sebuah sejarah. San Siro menjadi pliar yang menyokong kebahagiaan itu.

Sementara itu, Inter Milan yang melayang ke selatan kota akhirnya berbentuk. Tak lagi sebuah jiwa yang melayang dengan sebuah nama yang tersemat. Ia menjadi kenyataan. Sebuah kenyataan bahwa dirinya adalah bagian dari belahan jiwanya sendiri: AC Milan. Saat itu, jiwa Inter Milan bersemayam di Napoleonic Arena bernama La Scala. Saat ini, La Scala sudah menjadi monumen megah.

Rumah memang tak pernah soal bangunan fisik. Tahun 1935, AC Milan menjual San Siro ke pemerintah kota. Setan Merah dari Kota Mode tahu bahwa sejarah yang berjejal dan kelak akan menumpuk tak bisa ditampung oleh rumah sederhana. San Siro harus dipugar, dibuat lebih sempurna untuk masa depan.

Tiga tahun kemudian, pemerintah kota memperbesar San Siro. Memberi AC Milan sebuah panggung megah untuk menyambut perayaan yang lebih majestic. Rocca dan Calzolari merancang San Siro baru. Keduanya menambahkan struktur baru untuk “teras yang menggantung”, menambah kapasitas rumah itu menjadi 150 ribu orang, untuk kemudian dikurangi menjadi 100 ribu saja demi keamanan.

Tahun 1954, renovasi kedua dilakukan untuk mempercantik San Siro. Oktober 1955, kapasitas rumah itu dipastikan menjadi 85 ribu tempat duduk. Tahun 1947, jiwa yang terpisah itu akhirnya “pulang”. Dalai Lama pernah bilang: “Beri kekasihmu sayap untuk terbang, akar sebagai alasan pulang, dan sebuah alasan untuknya tinggal.”

Inter Milan pulang dan menyatu dengan kekasih, separuh jiwanya. Dua jiwa atinya dua kehendak. Dua jiwa ini tidak pernah betul-betul akur, padahal berasal dari akar yang sama. Namun, meski keduanya tak sebetulnya akur, perihal rumah, keduanya bersepakat. Rumah adalah rongga hatimu, yang tak bisa diisi oleh entitas lainnya.

Keduanya bersepakat untuk mempercantik rumah. Betul sekali, pencahayaan penting untuk sebuah panggung pencipta ilusi. Maka, dipasanglah pada tahun 1957. Satu dekade kemudian, papan skor elektronik seperti menjadi chandelier, menyambut peserta perayaan.

Tertanggal 3 Maret 1980, lewat sebuah plakat yang dipasang di pintu utama, San Siro resmi menyandang nama kedua: Giuseppe Meazza. Ia adalah seorang laki-laki sejati yang menemani jiwa Inter Milan di saat-saat berat, menjadi sumber perayaan kebahagiaan, dan pencatat sejarah paling terang. Sepuluh tahun bersama, 200 perayaan dipersembahkan Meazza untuk Inter Milan.

Iklan

San Siro dan Giuseppe Meazza adalah satu, bangunan kehidupan untuk dua jiwa, AC Milan dan Inter Milan. Hingga saat ini.

“Atmosfer penuh kasih yang terasa di dalam rumah adalah fondasi hidupmu,” kata Dalai Lama suatu kali lagi.

San Siro dan Giuseppe Meazza menggaungkan kasih untuk masing-masing jiwa. Keduanya menjadi fondasi sejarah AC Milan dan Inter Milan. Kini, keduanya bersepakat untuk membangun rumah baru, yang lebih akrab dengan zaman, yang lebih mudah dicintai olah semua orang.

AC Milan dan Inter Milan adalah sebenar-benarnya dua kekasih, yang menjadi satu untuk bersama-sama mendefinisikan makna sebuah rumah.

Terakhir diperbarui pada 25 Juni 2019 oleh

Tags: AC Milangiseppe meazzaInter Milansan siroSerie A
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Kegilaan Cinta Sejati di Napoli: Antara Sepak Bola dan Maradona MOJOK.CO
Esai

Menyaksikan Kegilaan Cinta Sejati di Kota Napoli: Antara Copet, Kota Bau Pesing, Sepak Bola, dan Maradona

31 Desember 2024
Silvio Berlusconi Abadi Bersama Angka 3 di Universe AC Milan MOJOK.CO
Esai

Silvio Berlusconi Abadi Bersama Angka 3 di Universe AC Milan

13 Juni 2023
Giant Killer Di Serie A: Udinese, Atalanta, Dan Napoli
Video

Giant Killer di Serie A: Udinese, Atalanta, dan Napoli

22 September 2022
Perburuan Scudetto: Inter Milan atau AC Milan yang Akan Juara?
Video

Perburuan Scudetto: Inter Milan atau AC Milan yang Akan Juara?

28 April 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

kos di jakarta.MOJOK.CO

Ngekos Bareng Sepupu yang Masih Nganggur Itu Nggak Enak: Sangat Terbebani, tapi Kalau Mengeluh Bakal Dianggap “Jahat”

3 Februari 2026
Krian Sidoarjo dicap bobrok, padahal nyaman ditinggali karena banyak industri serap kerja dan biaya hidup yang masuk akal MOJOK.CO

Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

5 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
self reward.mojok.co

Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan

6 Februari 2026
blok m jakarta selatan.mojok.co

Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign

5 Februari 2026
Salah kaprah pada orang yang kerja di Surabaya. Dikira gaji besar dan biaya hidup murah MOJOK.CO

Salah Kaprah tentang Kerja di Surabaya, “Tipuan” Gaji Tinggi dan Kenyamanan padahal Harus Tahan-tahan dengan Penderitaan

4 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.