Arsip Artikel: Muchamad Aly Reza
1,202 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.
Joki UTBK SNBT Bisa Raup Rp700 Juta: Buat Kebutuhan Hidup karena Keterbatasan, Cuan Gede dari Jurusan Kedokteran
Joki UTBK SNBT umumnya berasal dari kelas menengah dan raup 700 juta buat hidupi keluarga. Setoran gede dari camaba kedokteran.
Pertemanan Memuakkan: Tak Beri Utang Teman Dijauhi dan Dicap Jahat, Berteman Cuma Diperalat Jadi Dana Darurat
Pertemanan jadi memuakkan ketika dicap jahat karena tidak beri utang teman. Berteman cuma buat jadi dana darurat orang lain.
Kuliah di UIN dengan Ekspektasi Tinggi: Berujung “Terkecoh” karena Fakta Tak Sesuai Tampilan Luar dan Menyimpang
Kuliah di UIN dengan ekspektasi tinggi pada label Islam. Malah merasa terkecoh karena fakta tak sesuai tampilan luar dan menyimpang.
Satu Kos sama Teman NPD alias Narsistik bikin Muak: Pusat Masalah tapi Tak Tahu Diri, Merasa Benar Sendiri dan Ogah Introspeksi
Tinggal satu kos dengan teman NPD alias narsistik benar-benar memuakkan dan menguras energi. Tak sadar jadi pusat masalah.
Ortu Lebih Rela Jual Tanah buat Modal Anak Kerja di Jepang, Rp40 Juta Mending buat LPK ketimbang Rugi Dipakai Kuliah
Orang tua lebih rela jual tanah buat anak LPK kerja di Jepang. Tapi kalau buat dipakai kuliah ogah karena rugi dan percuma.
Semester 5 Kuliah: Masa paling Overthinking bagi Mahasiswa karena Kepikiran Ortu dan Masa Depan, Percuma Cari Pelarian
Semester 5 kuliah menjadi masa paling overthinking bagi mahasiswa karena kepikiran ortu dan masa depan. Mencari pelarian pun percuma.
Anak Betah Jadi Mahasiswa Abadi karena Sibuk Organisasi dan Ogah Garap Skripsi, Ortu di Rumah Pura-pura Memahami padahal Terbebani
Saat anak bangga jadi mahasiswa abadi (tak lulus kuliah karena sibuk organisasi hingga lupa skripsi) ternyata bikin orang tua terbebani.
Kuliah di Malang karena Label Kota Pelajar: Berujung “Tersesat” karena Menormalkan Perilaku Tak Wajar Mahasiswa
Kuliah di Malang membuat saya merasa tersesat karena menormalkan hal-hal yang sebenarnya tidak dibenarkan.