Arsip Artikel: Ahmad Effendi
1,549 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.
Sayonara, JogjaROCKarta
Usia JogjaROCKarta memang pendek: cuma delapan tahun. Namun, mereka berhasil membawa legenda musik keras dunia, mulai dari Megadeth, Sepultura, Kreator, hingga Anthrax, ke tanah Jogja dan lebih dekat dengan para penggemarnya.
JogjaROCKarta 2025: Merayakan Perpisahan dengan Kemegahan
Tahun 2025 ini menjadi gelaran terakhir JogjaROCKarta. Sebagai penutup, penyelenggara menyuguhkan line up megah skena rock lintas generasi.
Overqualified tapi Underutilized, Generasi yang Disiapkan untuk Pekerjaan yang Tidak Ada
Indonesia terus melahirkan lulusan perguruan tinggi yang disiapkan untuk pekerjaan yang bahkan sudah tidak ada. Sementara ekonomi berubah cepat, dunia pendidikan tertinggal jauh, mendorong generasi muda masuk ke pasar kerja yang tak lagi siap menampung mereka.
Kelumpuhan Pendidikan di Tiga Provinsi, Sudah Saatnya Penetapan Bencana Nasional?
Kelumpuhan pendidikan di tiga provinsi akibat banjir mendorong JPPI menuntut pemerintah pusat segera menetapkan status bencana nasional. Tujuannya agar pemulihan sekolah dapat dilakukan cepat dan terkoordinasi.
Mataram Is Rock, Persaudaraan Jogja-Solo di Panggung Musik Keras
JogjaROCKarta dan Rock In Solo memproklamirkan “Mataram is Rock”. Bukti skena rock Jogja dan Solo tetap terikat dalam sebuah persaudaraan.
Pengalaman Saya 5 Tahun Kecanduan Judol: Delusi, bahkan Setelah Salat pun Doa Minta Jackpot
5 tahun kecanduan judol bikin saya jadi delusi, percaya pada ilusi kemenangan. Saat berdoa ke Tuhan pun, yang saya minta adalah menang judi.
Sentra Bakpia di Ngampilan Siap Jadi Malioboro Kedua
Bakpia Day 2025 tidak hanya merayakan kuliner khas Jogja itu, tetapi juga ambisi besar: menjadikan Ngampilan sebagai Malioboro Kedua.
Alam Rusak Ulah Pemerintah, Masyarakat yang Diberi Beban Melindunginya
Banjir di Sumatra merupakan akibat kerusakan alam yang “disponsori” pemerintah. Tapi warga diberi “tugas” buat melestarikan lingkungan.