Arsip Artikel: Ahmad Effendi
1,521 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.
Vivamax Muncul di Negeri yang Masyarakatnya Saleh, Film Dewasa Jadi “Obat Lupa” Krisis Ekonomi dan Represi Politik
Vivamax adalah fenomena unik, di mana industri film erotis justru berkembang di negara yang masyarakatnya Katolik saleh.
PPT BLDF Kudus, Tempat Pohon-Pohon Langka Menemukan Rumahnya
PPT BLDF di Kudus menjadi rumah bagi pohon-pohon langka dan sarat makna. Ada ratusan jenis pohon, mulai dari baobab, ulin, eboni, genitri, hingga aneka ficus ditanam dan dibudidayaan di sini. Warga bisa mendapatkannya secara cuma-cuma.
Dari Panggung Rock in Solo untuk Pegunungan Sewu: Suara Musik Keras Menolak Pabrik Semen Pracimantoro
Rock in Solo menjadi wadah untuk menyuarakan penolakan atas wacana pembangunan pabrik semen di Pracimantoro. Proyek ini mengancam hajat hidup.
Bedah Rumah, Harapan Baru Warga Kota Jogja Memiliki Hunian Layak
Program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) memberi napas baru bagi warga miskin seperti Eny dan Wasirah. Dari rumah bocor, kini mereka memiliki ruang aman dan sehat untuk hidup kembali.
Pijatan Berhadiah Kemenangan: Tangan-Tangan di Belakang Layar yang Jadi Kunci Prestasi Atlet Para-Badminton
Meski bekerja di balik layar, peran para fisioterapis sangat krusial. Mereka adalah faktor kunci prestasi atlet para-badminton.
Saya Imigran, Muslim, dan Difabel yang Hidup di Negara Diskriminatif. Tapi Allah dan Badminton Menemani Perjalanan Hidup Saya
Bagi Abdoullah, lapangan badminton adalah ruang untuk melawan prasangka dan diskriminasi. Terutama bagi imigran, minoritas, dan difabel.
Jalan Tak Terduga Atlet Para-Badminton: Berhasil Mengharumkan Nama Negara Setelah Kehilangan Satu Kaki di Usia Remaja
Jalan tak terduga dilalui atlet para-badminton, Wiwin Andri. Kehilangan kaki di usia remaja, ia berhasil mengharumkan nama Indonesia.
Industri dan Pemerintah Harus Bertanggung Jawab Atas Hujan Mikroplastik di Jakarta
Jakarta mengalami “hujan beracun” bernama mikroplastik. Menurut pakar UGM, industri dan pemerintah harus bertanggung jawab atas fenomena ini.