Arsip Artikel: Ahmad Effendi
1,521 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.
iPhone XR, Bikin Menderita Orang Kota tapi Jadi Standard “Keren” Pemuda di Desa: Rela Gadaikan Barang demi Penuhi Gengsi
Meskipun bikin orang kota menderita, iPhone XR malah jadi primadona di desa. Ia jadi standard keren para pemudanya.
Kabur dari Desa dan Memilih Tinggal di Kos Eksklusif Jakarta demi Ketenangan Batin, Malah Makin Kena Mental karena “Bahagia” di Kota Cuma Ilusi
Beberapa pasangan muda memilih kabur dari desa dan memutuskan tinggal di kos eksklusif Jakarta demi mencari ketenangan batin. Sialnya, keputusan ini malah bikin menderita.
Jadi Sarjana di Desa, Bangga sekaligus Menderita: Dituntut Bisa Segalanya, tapi Juga Tak Dihargai Tetangga dan Dicap “Beban Keluarga”
Menjadi sarjana di desa adalah sebuah kebanggan, bagi diri sendiri maupun orang tua. Namun, mereka justru diibikin menderita oleh mulut tetangga.
Tukang Parkir di Desa Lebih Amanah Ketimbang Jukir di Kota, Tak Ada Drama Getok Harga apalagi Makan Gaji Buta
Harus diakui, tukang parkir di desa jauh lebih amanah daripada jukir di kota. Mereka bekerja sepenuh hati, penuh dedikasi, dan yang paling penting: tak pernah asal getok harga. Kerja pun ada SOP-nya.
Arisan Keluarga, Tradisi Toksik yang Dipertahankan Atas Nama Silaturahmi: Cuma Ajang Pamer dan Penghakiman, Bikin Anak Muda Rugi Mental dan Materi
Arisan keluarga sejatinya adalah tradisi toksik yang masih dipertahankan karena dalih “silaturahmi” alias menjaga tali persaudaraan. Harusnya tradisi ini dihapuskan saja.
Sampit, Kota yang Dianggap Tertinggal tapi Nyatanya Jauh Lebih Maju dari Kebanyakan Kabupaten di Jawa
Kota Sampit terdengar seperti kawasan antah berantah. Jauh dari kemajuan. Namun, nyatanya, kota ini malah lebih maju kalau dibandingkan dengan kabupaten-kabupaten di Jawa.
4 Tipe Orang yang Tak Cocok Slow Living di Desa: Kalau Kamu Introvert apalagi Usia Produktif, Pikirkan Lagi Sebelum Menyesal
Hidup di desa tak seindah bayangan. Kalau kamu masuk 4 tipe orang ini, jangan sok-sokan mencoba slow living di desa, daripada menyesal.
Omong Kosong Slow Living di Malang: Pindah Kerja Berniat Cari Ketenangan Malah Dibikin Stres, Nggak Ada Bedanya dengan Jakarta
Slow living di Malang itu cuma akal-akalan. Pindah kerja ke kota ini buat mencari ketenangan malah berujung kena mental. Sama saja sumpeknya dengan Jakarta.