Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Naga Bonar Reborn yang Digugat Deddy Mizwar Siap Tayang Oktober 2019

Audian Laili oleh Audian Laili
21 Agustus 2019
A A
naga bonar reborn MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Film Naga Bonar Reborn menambah daftar film lama Indonesia yang dibuat ulang. Dibayangi masalah, apakah film ini bakal sukses?

Terlalu banyak film Indonesia yang dilahirkan kembali akhir-akhir ini. Sebut saja Galih dan Ratna, Warkop DKI, Benyamin Biang Kerok, Suzanna, Si Doel, Gundala, hingga yang terbaru, Naga Bonar. Ya, kisah soal pencopet yang jadi jenderal ini akan dihadirkan kembali.

Gading Marten akan berperan sebagai sosok Naga Bonar yang baru. Seorang pemuda kampung yang sukses menjadi jenderal pada masa perang kemerdekaan di Sumatera Utara.

Kejutan buat pemirsa, film ini akan menampilkan akting putri mahkota partai banteng Puan Maharani. Eh terus saya jadi sadar, Puan rada mirip pemeran-Kirana-yang-sekarang-politikus-Golkar Nurul Arifin ya nggak sih? Selain Puan Maharani, film ini juga akan menampilkan Roy Marten dan Djarot Saiful Hidayat sebagai kameo.

Film Naga Bonar Reborn ini sebelumnya menuai polemik ketika Deddy Mizwar, pemeran Naga Bonar sebelumnya, memperkarakan hak cipta pembuatan film tersebut hingga melaporkannya ke polisi. Pasalnya, Deddy Mizwar menganggap pembuatan film tersebut belum izin padanya sehingga proses syuting harus dihentikan.

Akan tetapi, Gusti Randa, produser eksekutif rumah produksi Gempita Tjipta Perkasa (GTP) yang memproduksi film ini, menganggap film Naga Bonar Reborn tidak ada hubungannya dengan Deddy Mizwar dan tidak perlu izin padanya. Sebab, Gusti Randa sudah meminta izin langsung pada ahli waris Asrul Sani.

Well, terlepas dari masalah yang membayangi, setelah melihat trailer, akting Gading di Naga Bonar Reborn terlihat menjanjikan. Setidaknya nggak mengkhianati imajinasi penonton yang standarnya sudah dibuat tinggi oleh Deddy Mizwar. Apalagi film Love for Sale sudah menunjukkan bahwa Gading punya potensi bermain peran yang luar biasa.

Namun, kamu juga perlu ingat kalau nggak semua film dengan tajuk “reborn” akan selalu sukses. Sineas Indonesia kan memang lagi senang mengulik film lama yang dulunya pernah berjaya jadi resep kesuksesan. Sebagaimana Warkop DKI Reborn: Jangkrik Bos! Part 1 yang sukses berat dan menjadi film Indonesia terlaris sepanjang masa.

Namun, kesuksesan Warkop DKI Reborn tidak 100% menjanjikan semua film reborn bakal sukses. Pasalnya, kebanyakan film yang di-reborn pernah mengalami kesuksesan besar di masa lalu sehingga penonton lama punya ekspektasi tinggi kepada film tersebut. Padahal kita semua tahu, ekspektasi yang tinggi berpeluang besar memberikan kekecewaan yang tinggi pula.

Kalau sudah tahu film-film reborn bisa mengecewakan penonton, terus buat apa para sineas kita ini tetap saja nge-reborn film lama seperti Naga Bonar? Apakah sebetulnya karena lagi kehabisan ide? Apa ini dianggap melestarikan karya-karya lama supaya bisa terus dikenang?

 

Terakhir diperbarui pada 21 Agustus 2019 oleh

Tags: deddy mizwarfilm reborngading martenNaga Bonarnaga bonar rebornWarkop DKI
Audian Laili

Audian Laili

Redaktur Terminal Mojok.

Artikel Terkait

Kilas

Aksi Panggung Mulan Jameela Tak Langgar Kode Etik, Beda Kalau Deddy Mizwar

16 Desember 2019
komar pelawak
Pojokan

Ijazah Palsu Komar dan Stereotip Orang-Orang Lucu yang Katanya Sedang Bersedih

29 Juni 2019
Jika Deddy Corbuzier Bapak YouTube, Deddy Mizwar Adalah Bapak TV Ramadan: Ah-Syiaaap!
Esai

Jika Deddy Corbuzier Bapak YouTube, Deddy Mizwar Adalah Bapak TV Ramadan: Ah-Syiaaap!

9 Mei 2019
Moknyus

Begini Salah Satu Strategi Jokowi Mengalahkan Prabowo di Pilpres 2019 Nanti

20 September 2018
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Yang Melelahkan bagi Disabilitas Tak Tampak Bukan Penyakitnya, tetapi Harus Terus Membuktikan Diri Sakit MOJOK.CO

Yang Melelahkan bagi Disabilitas Tak Tampak Bukan Penyakitnya, tetapi Harus Terus Membuktikan Diri Sakit

13 Juli 2026
Jumirah dan suami merupakan pemulung di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

“Nrimo ing Pandum” ala Ibu Jumirah: Berteman dengan Belatung dan Diabetes di Tengah 150 Ton Sampah Residu Warga Klaten

12 Juli 2026
Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri.MOJOK.CO

Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri

17 Juli 2026
Caruban—sebagai ibu kota dari Madiun—barangkali terkesan tidak bagus-bagus amat. Tapi bikin jatuh hati lewat hal-hal sederhana MOJOK.CO

Caruban Madiun Memang Tidak Bagus-bagus Amat, Tapi bikin Jatuh Hati Lewat Hal-hal Sederhana

13 Juli 2026
Koperasi Kelurahan di Banjarsari, Surakarta, bukukan omzet ratusan juta MOJOK.CO

Cerita Koperasi di Banjarsari Surakarta: Berawal dari Garasi, Bukukan Omzet Ratusan Juta?

12 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.