Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Cermin Lelaki dan Kegalauan Mereka Soal Perempuan yang Bikin Gagal Paham

Audian Laili oleh Audian Laili
13 Mei 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Akun Cermin Lelaki hadir untuk mewadahi para lelaki mengeluarkan uneg-unegnya. Saat lelaki diberi wadah tersebut, ternyata yang keluar dari pikirannya sungguh bikin misuh.

Ada sebuah akun di Instagram yang lumayan ramai diperbincangkan yakni @CerminLelaki. Pasalnya, akun ini menerima, memposting screenshoot-an, dan menjawab curhatan banyak lelaki. Hampir semua curhatan yang akhirnya berhasil di-posting, diceritakan dengan terlalu jujur dan blak-blakan. Tidak mengherankan jika kemudian memberikan dampak orang yang membacanya terkaget-kaget karena gagal paham dengan pikiran para lelaki.

Si akun Cermin Lelaki ini lebih sering memaparkan soal lika-liku pernikahan—meski juga tidak menutup topik lainnya. Dalam banyak cerita yang di­­-share, intinya pernikahan itu nggak mudah dan nggak selalu menyenangkan. Seolah, mereka sedang menyindir tipis-tipis akun @IndonesiaTanpaPacaran yang terus menerus menggerakkan orang untuk segera menikah.

Cermin Lelaki menjadi alternatif baru bagi lelaki yang pengin curhat, tapi gengsi. Lantaran nggak tahu bisa curhat di mana, dia hadir untuk menjadi tempat meluapkan sampah-sampah yang selama ini mengendap di pikiran. Selain si Cermin Lelaki, hadir pula akun-akun lain yang kadang-kadang juga menerima curhatan para follower-nya. Misalnya, @IndonesiaFeminis dan @JennyJusuf. Namun, kedua akun tersebut memang lebih menerima keluh-kesah dari perempuan.

Kita mengenal lelaki sebagai makhluk yang jarang curhat—berbeda dengan perempuan yang lebih mudah mengungkapkan kegelisahannya. Nah, karena nggak tahu caranya mengekspresikan perasaannya tersebut dan jarang melakukannya, mereka seperti terlihat baik-baik saja di depan. Tetapi, ketika kemudian ada Cermin Lelaki, sebuah tempat untuk mengeluarkan pergolakan pikiran dan perasaan mereka dengan jujur, kita yang dibikin kaget. Kok bisa-bisanya mereka punya pikiran kayak gitu??!!?! Maksudnya apaaaaa, Malihhhhh??!11!

Sebel baca curhatan-curhatan mereka? Oh, jelas. Nggak cuma sebel, tapi juga kesel, gregetan, dan misuh-misuh. Perempuan mana yang nggak emosi ketika selama ini para lelaki ngakunya penampilan perempuan bukan yang utama. Tapi yang terpenting adalah akhlak—ya soal nurut sama suamilah, nggak neko-nekolah. Eh, lha kok, di dalam banyak curhatan mereka, masalah rumah tangga justru dimulai saat si istri nggak bisa jaga penampilannya. Lantas gagal bikin mereka tergoda.

Mohon maaf nih, ya. Padahal kan, cantik menurut versi situ tetep butuh modal. Semua bisa cantik kalau punya banyak duit, Mz. Lha, situ nggak ngemodalin, eh, nuntut aneh-aneh. Bahkan dengan teganya sampai bilang kalau tampilan istrinya bikin nggak nafsu. Hadeeeh~

Belum lagi, nggak sedikit yang bikin gagal paham pas cerita kalau nggak suka sama gaya tidur si istri—misalnya karena mangap dan nggak ada seksi-seksinya. Atau ada juga yang nggak suka kalau istrinya terlalu banyak makan, soalnya hobi makannya itu semakin bikin tampilannya nggak karu-karuan.

Membaca curhatan-curhatan di Cermin Lelaki, saya jadi mikir-mikir lagi kalau nanti menikah. Saya nggak menyangka, belajar jadi istri yang baik dan bisa menyenangkan suami itu akan sejauh dan seribet itu. Ya gimana ya, saya sadar kalau tidur saya brutal dan nggak ada kalem-kalemnya dan saya juga hobi cemal-cemil jajanan yang lewat depan kosan.

Apakah nanti suami saya, juga seperti lelaki-lelaki itu? Tampak nggak ada masalah di depan, tapi sebetulnya nggak suka—yang betul-betul nggak suka? Tapi nggak berani bilang karena sungkan dan akhirnya memilih cerita ke akun yang seolah menerima curhatan secara gratis. Padahal mah, curhatan orang juga dimanfaatin buat konten dan akhirnya nerima iklan juga.

Masalahnya, kita juga nggak tahu siapa orang-orang yang ada di balik akun tersebut. Lha, kalau ternyata orang-orang di baliknya adalah teman, saudara, atau tetangga kita sendiri, gimana? Bayangkan gimana rasanya, sesuatu yang awalnya bukan kita anggap aib, tapi dianggap aib sama pasangan, lalu diam-diam diceritakan ke orang yang (((ternyata kita kenal)))?

Tapi, kalau dipikir-pikir lagi, pikiran dan kegelisahan lelaki-lelaki yang curhat di Cermin Lelaki itu, juga nggak salah, sih. Itu manusiawi. Masalahnya, kita aja yang nggak terbiasa mendengar semua kisah itu. Nggak terbiasa ngelihat lelaki yang ujug-ujug menjadi sosok cablak dan julid. Melihat mereka bercerita tentang perasaannya dengan terlalu jujur, dan nggak peduli soal benar atau salah secara moral. Yang penting, rasa ngganjel bisa terlampiaskan.

Memang menyakitkan, namun akhirnya kita jadi paham dan belajar. Bahwa kita memang harus berhati-hati, tapi bukan antipati. Lagi-lagi nggak ada garansi kalau kita ngomongin soal hubungan dengan seseorang. Semuanya, nggak selalu seenak iming-iming yang dipromosikan sama Indonesia Tanpa Pacaran.

Jika banyak yang meminta supaya akun Cermin Lelaki ini dimusnahkan saja—untuk kedamaian hati. Saya rasa jangan. Hidup harus berimbang, supaya kita nggak jadi manusia-manusia yang kagetan. Yang terpenting sih, semoga pasangan saya kelak, bukanlah termasuk golongan lelaki yang follow apalagi curhat di Cermin Lelaki. Aminnn.

Terakhir diperbarui pada 13 Mei 2019 oleh

Tags: cermin lelakicurhat onlineindonesia tanpa pacaranpernikahan
Audian Laili

Audian Laili

Redaktur Terminal Mojok.

Artikel Terkait

Hajatan, Resepsi Mewah, Resepsi Sederhana, Nikah.MOJOK.CO
Sehari-hari

Hajatan Itu Nggak Penting: Tabungan 50 Juta Melayang Cuma Buat Ngasih Makan Ego Keluarga, Setelah Nikah Hidup Makin Susah

26 April 2026
Sumbangan pernikahan di desa, jebakan yang menjerat dan membuat warga menderita MOJOK.CO
Ragam

Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”

8 April 2026
Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya? MOJOK.CO
Esai

Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?

18 Maret 2026
gen z, biaya nikah, nikah di gedung, pernikahan.MOJOK.CO
Sehari-hari

Lebih Baik Nikah di Gedung daripada di Desa: Lebih Praktis dan Murah, tapi Harus Siap Dinyiyiri Tetangga

22 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Curhat dan ziarah di makam ibu, tempat terbaik pulang tanpa penghakiman MOJOK.CO

Curhat di Makam Ibu Dianggap Lebay dan Sia-sia, Tapi Jadi Tempat Pulang Terbaik yang Penuh Makna dan Rasa Lega

5 Juni 2026
Kerja di Jakarta, Cara Terbaik Buat Melihat Sisi Buruk Manusia adalah Kerja di F&B.mojok.co

FnB di Jakarta Bikin Sengsara Pekerjanya: Bisnis Elite tapi Gaji Karyawannya Seuprit, yang Dimiliki Artis bahkan Lebih Tak Manusiawi

2 Juni 2026
Tempat kerja, Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan

Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan

3 Juni 2026
Pengalaman Merusak Astrea Grand Jadi Motor Racing Kampung MOJOK.CO

Pengalaman Saya “Merusak” Astrea Grand Milik Bapak Menjadi Motor Racing Kampung: Jebakan Menyenangkan dari Motor Honda yang Menjerat Saya Sampai Tua

2 Juni 2026
Tren kalcer dan monopoli olahraga bikin gowes (bersepeda) jadi terlalu ambisius MOJOK.CO

Tren Kalcer dan Monopoli Olahraga bikin Gowes Jadi Terlalu Ambisius, Mau Sekadar Bersepeda tapi Malu Dicap Cupu

3 Juni 2026
Pesona Gerabah Lukis Khas Klaten di Festival Sepeda Internasional, Sukseskan Misi Kebudayaan yang Memukau Bule.MOJOK.CO

Pesona Gerabah Lukis Khas Klaten di Festival Sepeda Internasional, Sukseskan Misi Kebudayaan yang Memukau Bule

4 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.