MOJOK.CO Stray Kids adalah “anak” baru dari JYP Entertainment yang dilahirkan dari survival show berjudul sama.

Menyusul kesuksesan TWICE yang dibentuk melalui survival show berjudul SIXTEEN di tahun 2015, JYP Entertainment seolah ingin mengulang euforia yang sama di dunia K-Pop. Kali ini, agensi asuhan JYP (alias J.Y Park yang juga penyanyi di Korea Selatan) kembali melahirkan sebuah boyband dari sebuah survival show berjudul Stray Kids. Berbeda dengan SIXTEEN yang menjadi “rahim” bagi Twice, acara berjudul Stray Kids ini memunculkan boyband bernama sama.

Yha. Namanya: Stray Kids.

STRAY KIDS.

(((STRAY)))

Kesan pertama saya mendengar nama Stray Kids adalah: apaan sih maksudnya??? ‘Stray’ itu kan ‘tersesat’ alias ‘nyasar’, jadi apakah nama ini bermakna sebagai ‘anak-anak yang nyasar’???

Seketika, saya membayangkan 9 cowok personil Stray Kids ini sebagai pengembara yang nyasar dan tak tahu arah jalan pulang. Kasihan, loh, gaes. Ngenes. Tapi kok mereka malah berakhir dielu-elukan sebagai idola? Apakah nama ini bermakna bahwa mereka akan mengisi waktu dengan bernyanyi dan menari sambil mencari jalan yang benar untuk pulang ke rumah?

Tyda cukup bertanya-tanya, saya langsung mencari lagu-lagu yang mereka nyanyikan. Disebutkan, lagu produksi mereka sendiri yang dinyanyikan dalam acara Stray Kids adalah lagu berjudul Hellevator. Lumayan. Menarique. Oleh karenanya, saya kembali mencari lebih banyak lagu dari Stray Kids.

Baca juga:  Cara Bersikap pada Oppa Setelah Skandal Seungri Big Bang

Singkatnya, saya menemukan album mereka yang berjudul I am Not.

Jadi, kalau ditulis, namanya jadi gini: Stray Kids – I am Not.

Alias, Anak-Anak Kesasar – Aku Ngga (Kesasar).

APAAN, SIH, KOK LABIL???

I mean, kenapa harus stray??? Apa filosofi yang terkandung di dalamnya??? Apakah JYP ingin menggambarkan kesembilan lelaki ini (yang saya yakin sudah bukan kids lagi, karena rata-rata berusia 18 sampai 21 tahun) sebagai manusia-manusia tersesat???

Bukan kali ini saja nama boyband atau girlband di kancah per-K-Pop-an menyita perhatian saya sampai mengerutkan dahi. Selain Stray Kids, sebelumnya saya pernah mikir cukup lama saat melihat nama 2NE1.

Harus dibaca apa, sih, nama itu? Dua-ne-satu? Two-ne-one? Twon-Eone?

Setelah mikir-mikir sampai njelimet, barulah saya ngeh bahwa 2NE1 dimaksudkan untuk dibaca to anyone, dari pelafalan two-en-i-one, yang berarti bahwa lagu-lagu 2NE1 ditujukan untuk semua orang.

HIH.

Masih rada KZL, saya berjumpa juga dengan Super Junior, yang lama-lama malah jadi grup berisi ultimate bias saya, Cho Kyuhyun dan Lee Sungmin. Saya bertanya-tanya, kenapa nama mereka Super Junior? Kalau ‘junior’ berarti ‘adik dari senior’, kenapa harus ada kata ‘super’-nya? Apakah maksudnya mereka itu super-anak-baru? Junior banget, gitu? Lebih junior daripada yang junior? Apa maknanya???

Sementara itu, salah satu senior Super Junior ada yang didebutkan dengan nama H.O.T. Konon, nama ini adalah singkatan dari nama High-Five of Teenagers. Tapi, nih ya, kenapa harus H.O.T banget? Apakah kalau dialihbahasakan di Indonesia, grup ini akan bernama P.A.N.A.S, yang merupakan singkatan dari “Para Anak-Gaul Nyanyi And Singing”???

Baca juga:  EXO Comeback Ingatkan Kita Pada Fase Hidup Kpopers Baru

Hufh. Tenang, tenang. Maaf, saya sedikit emosi saking bingungnya memahami filosofi nama grup-grup musik di Korea Selatan. Meskipun saya sendiri menikmati lagu-lagunya, sungguhlah nama mereka akan selamanya menjadi misteri.

Tapi memang, nama Stray Kids ini ibarat puncak dari keheranan saya. Saya nga kebayang kalau kelak di masa depan ada sebuah grup di Indonesia yang diadaptasi dari konsep Stray Kids dan menjadi brother group-nya, semacam AKB48 dan JKT48. Kenapa?

Yha soalnya, bisa-bisa, nama mereka adalah: Cah Kesasar.

Nga cocok blas kalau sambil diputerin lagu Hellevator atau District 9!