MOJOK.CO Prabowo-Sandi dikabarkan berencana hadir ke pelantikan Jokowi dan Ma’ruf Amin, Oktober nanti. Padahal, kalau mereka mau, sah-sah aja kok untuk nggak datang~

Setelah putusan MK soal penolakan gugatan BPN Prabowo-Sandi terhadap Pilpres 2019 dan isu rekonsiliasi, suasana politik rasanya tak berkurang panasnya sedikit pun. Tim Prabowo-Sandi dinilai tidak menunjukkan sikap sportif karena tak mengirimkan ucapan selamat kepada Jokowi-Ma’ruf Amin yang menjadi pemenang Pilpres 2019.

Belum selesai julidnya, eh orang-orang tambah keki gara-gara Sandiaga Uno malah bilang bahwa mengucapkan selamat itu budaya Barat, bukan budaya kita.

Padahal, ngapain harus keki? Bisa jadi, Sandiaga Uno cuma ingin mengingatkan pada kita bahwa budaya Barat itu nggak baik, makanya sampai dijadiin lagu sama Maia Estianty: “Lelaki budaya Barat, buset aku tertipu lagi!”

Hehe. Maaf, ya. Garing sedikit.

Masih ramai soal selamat-selamat yang merupakan budaya Barat, kini masyarakat dibuat bertanya-tanya ke level misteri berikutnya: Apakah nantinya Prabowo bakal menghadiri pelantikan Jokowi-Ma’ruf Amin? Apakah Prabowo akan datang dan menyalami Jokowi di hari pelantikannya, mengucapkan selamat dan mengirimkan doa yang baik???

Banyak orang percaya, Prabowo seharusnya datang ke pelantikan Jokowi-Ma’ruf Amin. Lima tahun lalu, Prabowo dibanjiri ucapan kekaguman atas sikap ksatrianya datang ke pelantikan Jokowi-JK tahun 2014. Memangnya beliau nggak mau mendapatkan pujian yang sama lagi??? Hmmm???

Padahal nih, ya, FYI aja—meski konon kabarnya Prabowo-Sandi diperkirakan akan hadir—mereka sebetulnya punya alasan-alasan normal, wajar, dan masuk akal kalau-kalau memutuskan untuk tidak hadir ke pelantikan Jokowi dan Ma’ruf Amin.

Baca juga:  Kubu Prabowo-Sandi Berencana Layangkan Gugatan ke MK, Drama Pilpres 2014 Bisa Kembali Terulang

Pertama, semua orang butuh waktu menerima kekalahan.

Mau bagaimanapun narasinya, pemenang Pilpres 2019 ini memanglah Jokowi-Ma’ruf Amin, bukan Prabowo-Sandiaga Uno. Dan, perlu kita akui, kekalahan nggak selalu mudah.

Pernah, kan, berjuang mati-matian di ujian akhir semester, hanya untuk menerima kenyataan bahwa nilaimu kalah tinggi dengan kawan lain, atau bahkan membuatmu ikut remidi yang menyebalkan? Pernah juga, kan, udah lari kenceng-kenceng waktu lagi lomba lari, tapi tetap saja ada yang larinya jauh lebih cepat?

Atau, paling sederhana: pernah, kan, putus cinta setelah kamu merasa sudah menyerahkan hal-hal terbaikmu untuk pasangan sepenuh hati, tapi malah nggak dianggap dan nggak balik diperjuangkan?

Tidak ada orang yang berharap kalah, begitu juga Prabowo dan Sandiaga Uno. Orang-orang yang kalah ini—seperti kita yang patah hati dan berjuang untuk tegar—butuh waktu tersendiri untuk pulih. Lagi pula, menurut ilmu Psikologi, kekalahan adalah keadaan yang menimbulkan perasaan tidak nyaman dan mengakibatkan kesedihan serta kekecewaan. Hal ini wajar karena pada dasarnya manusia ingin bertahan hidup, termasuk dalam sebuah kompetisi.

Jadi, nggak apa-apa, Pak Prabowo, kalau Anda mau mengambil “izin” tak datang pelantikan Jokowi sebab alasan ini. Kami-kami di barisan patah hati memakluminya dengan sangat~

Kedua, pelantikan Jokowi digelar pada hari Minggu.

Berdasarkan Peraturan KPU RI Nomor 7 Tahun 2019 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilu 2019, pelantikan Jokowi dan Ma’ruf Amin sebagai presiden dan wakil preiden terpilih akan diselenggarakan pada tanggal 20 Oktober 2019.

Baca juga:  Reaksi Karni Ilyas Atas Fatwa Haram ILC oleh PWNU DIY dan Berbahayanya Sikap Generalisir

Kalau dilihat di kalender, tanggal 20 Oktober 2019 tidak jatuh pada hari kerja. Ia ada di hari Minggu, yang merupakan waktu yang tepat untuk berlibur. Nah, masalahnya, kalau Prabowo dan Sandiaga Uno liburan, nanti mulut netizen pada nyinyir nggak , nih???

Padahal, kalau mereka lebih memilih libur, itu pun bukan masalah besar. Prabowo dan Sandiaga bisa saja bepergian ke luar kota, luar Jawa, atau tetap di pulau ini sembari menghabiskan hari Minggu.

Mereka bisa datang ke Car Free Day, nonton kartun di RCTI, masak-masak, mainan kucing, dan lain sebagainya. Pokoknya, seluruhnya terserah Prabowo dan Sandiaga Uno, mau libur ke mana dan ngapain~

Ketiga, hadir ke pelantikan Jokowi bukanlah hal wajib di kehidupan manusia.

Kalau dipikir-pikir, atas dasar apa orang-orang memaksa Prabowo dan Sandiaga Uno untuk datang ke pelantikan Jokowi dan Ma’ruf Amin coba??? Meski acara ini bakal menjadi sorotan karena merupakan “debut” presiden dan wakil presiden terpilih untuk masa bakti 2019 hingga 2024, seharusnya kita semua mengerti bahwa menghadirinya sebagai tamu undangan bukanlah hal yang wajib.

Maksud saya, itu tu pelantikan atau salat 5 waktu memangnya, kok dianggap wajib??? Hmm???