Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame List

5 Suvenir Pernikahan yang Sebenarnya Menyebalkan

Bikin sebal saja suvenir pernikahan ini. Coba kasih yang lebih bermanfaat. Sertifikat tanah, misalnya.

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
30 Januari 2018
A A
5 Suvenir Pernikahan yang Sebenarnya Menyebalkan MOJOK.CO

5 Suvenir Pernikahan yang Sebenarnya Menyebalkan MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO Ngaku aja sih kalau kamu sebel dapet suvenir pernikahan ini.

Apa hal yang paling kamu amati dalam pernikahan seseorang?

Selain pertanyaan-pertanyaan ngeselin semacam “Kapan nyusul?”, ternyata pernikahan selalu menyimpan cerita tersendiri. Di pintu masuk gedung resepsi, setelah menuliskan nama dan mencemplungkan sumbangan, biasanya kamu bakal disodori suvenir pernikahan oleh mbak-mbak penjaga buku tamu.

Nah, ini adalah momen yang sangat menarik untuk ditelaah.

Pemberian suvenir pernikahan telah dilakukan sejak abad ke-16, yang mana pengantin membagikan hadiah kepada para tamu sebagai tanda terima kasih. Sebelumnya, suvenir pernikahan dimulai di Eropa, yaitu berupa kotak kecil yang berfungsi sebagai tempat menyimpan permen.

Sekarang, suvenir pernikahan semakin beragam, tergantung pada kebiasaan dan budaya masing-masing daerah. Tyda hanya itu, suvenir juga dipengaruhi oleh minat pasangan ataupun tema pernikahan.

Sambil menghitung hari sampai kamu harus datang ke kondangan selanjutnya, coba kita simak dulu: kira-kira apa saja jenis suvenir pernikahan yang, akui saja, menyebalkan?

Gelas

Suvenir pernikahan ini fungsional sekali, bisa dipakai untuk minum atau menyeduh mi gelas. Sayangnya, it gives too much information that we’ll get annoyed~

Mungkin, nama lengkap gelas-gelas yang dijadikan suvenir adalah “Gelas Prasasti Cinta”. Mengapa demikian? Simpel aja: karena gelas ini menghadirkan informasi lengkap soal kedua mempelai, termasuk ilustrasi pengantin, nama, tanggal kenalan, tanggal jadian, tanggal lamaran, sampai tanggal nikahan. Tidak sedikit juga yang sebenarnya berniat menambahkan tanggal makan malam pertama atau first kiss.

Gantungan kunci kalender

Jelas, kunci-kunci di dunia ini perlu diberi gantungan agar nga gampang hilang dan lebih cute untuk dipegang-pegang. Berbagai variasi gantungan kunci pun hadir sebagai suvenir, tak ketinggalan pula gantungan kunci berbentuk kalender… yang cuma satu bulan.

Mohon maaf banget, nih, tapi apakah maksudnya kita disuruh kondangan setiap bulan agar bisa mengumpulkan sisa-sisa bulan dalam setahun? Atau, sebenarnya gantungan kunci ini terdiri dari 12 bulan yang dipisah-pisah dan kita harus mencari 11 tamu yang lain agar lengkap jadi kalender satu tahun?

Patung mini pengantin

Entah apa tujuan dari suvenir semacam ini. Berbentuk patung mini atau boneka kecil sepasang pengantin beserta nama dan tanggal pernikahan, apakah kita diharapkan untuk bermain boneka-bonekaan, seperti memainkan Barbie dan Kevin?

Atau, kalau kedua mempelai dihadirkan dalam satu buah patung kecil, apakah kita harus memandangnya dan terus-terusan mengingat masa-masa kita kondangan ke pernikahan mereka?

Booth foto

Ada yang menghadirkan booth ini beserta sebuah suvenir lainnya, namun ada pula yang menjadikan kesempatan berfoto ini sebagai pengganti suvenir pernikahan. Yang menyebalkan dari booth foto adalah ketika kita pengen foto sambil bergaya maksimal, tapi malu karena diliatin orang-orang yang antre. Ini adalah dilema yang membuat susah hati! Ujung-ujungnya, pose yang muncul hanyalah pose standar~

Iklan

Sedihnya lagi, my lov, saat fotonya dicetak, kertas foto pun ternyata sudah dipenuhi tulisan nama pengantin besar-besar, beserta tanggal dan lokasi pernikahan. Bahkan, tak jarang, dilengkapi pula dengan foto si pengantin. Lengkap~

Tatakan gelas

Sebagai suvenir, tatakan gelas yang umum diberikan adalah tatakan yang terbuat dari kain. Masing-masing tamu tentu dapat satu buah yang warnanya diambil acak oleh si mbak-mbak penjaga buku tamu.

Secara teori, tatakan gelas memang bermanfaat. Tapi, please, siapa sih yang masih pakai tatakan gelas sekarang? Coba cek suvenir pernikahan tatakan gelas yang kamu dapat di kondangan-kondangan sebelumnya: udah dibuka belum? Nggak kepakai, to?

Selain kelima barang tadi, suvenir-suvenir lain juga berpotensi menjadi suvenir menyebalkan. Cokelat, misalnya. Itu cokelat apa sih yang dimasukin ke kotak plastik? Tanggal kedaluwarsanya kapan? Kalau kita lagi diet gimana, dong?

Terus, pulpen. Oh, jangan salah. Pulpen itu super bermanfaat, memang. Tapi, pulpen dengan informasi lengkap nama pengantin dan tanggal pernikahan yang ditulis besar-besar dan mendominasi seluruh permukaannya? Umm, no thanks.

Lagi pula, bagian paling menyebalkan dari sebuah pulpen mana pun di dunia adalah: ia punya kemampuan menghilang secara misterius ketika sedang dibutuhkan. Lelah aku tu 🙁

Di luar barang-barang tadi, ada cerita khusus yang disumbangkan Agus Mulyadi soal kesal-sama-suvenir-nikahan. Jadi, ceritanya dia nggak dapat suvenir nikahan ini langsung, wong dia nggak diundang. Cuma, pas dia tahu ada suvenir nikahan kayak gini, dia malah jadi kesal.

Suvenir nikahan itu bentuknya buku. Maklum, yang menikah adalah penulis. Biar terkesan menjiwai pekerjaan gitu (untung aja konsep suvenir-bertema-profesi kayak gini nggak diaplikasikan tukang sedot WC). Nah, bukunya sendiri ada sampul dan judul, kelihatan kayak buku cetakan penerbit gitu.

Eh, ndilalah pas tamunya buka itu suvenir, isinya kosongan. Alias kertas polos. Lho, ada sampulnya, ada judulnya, kok nggak ada tulisannya? Ada tamu yang minta tuker karena mengira bukunya salah cetak. Sementara tamu lain protes soal buku kosongan ini ke si pengantin, yang kemudian dijawab enteng begini,

“Wong judulnya aja Kitab Rahasia. Ya isinya rahasia.”

Yang penasaran ingin tahu itu suvenir nikahannya siapa, bisa klik tautan ini dan cari entri Kitab Rahasia. Jangan ditiru, ya.

BACA JUGA Mahar Pernikahan Unik Itu Manfaatnya Apa, sih? dan tulisan lainnya dari Aprilia Kumala.

Terakhir diperbarui pada 9 Oktober 2021 oleh

Tags: idemempelaimenyebalkannakalpengantinpernikahansuvenirunik
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Saat banyak teman langsungkan pernikahan, saya pilih tidak menikah demi fokus rawat orang tua MOJOK.CO
Ragam

Pilih Tidak Menikah demi Fokus Bahagiakan Orang Tua, Justru Merasa Hidup Lebih Lega dan Tak Punya Beban

15 Desember 2025
Tepuk Sakinah saat bimbingan kawin bikin Gen Z takut menikah. Tapi punya pesan penting bagi calon pengantin (catin) sebelum ke jenjang pernikahan MOJOK.CO
Ragam

Terngiang-ngiang Tepuk Sakinah: Gen Z Malah Jadi Males Menikah, Tapi Manjur Juga Pas Diterapkan di Rumah Tangga

26 September 2025
Suka Duka Wedding Organizer Jogja yang Menyulap Pernikahan Jadi Cerita Tak Terlupakan
Video

Suka Duka Wedding Organizer Jogja yang Menyulap Pernikahan Jadi Cerita Tak Terlupakan

21 Juni 2025
Kapankah Saat yang Tepat untuk Putus Cinta? | Semenjana Eps. 6
Video

Kapankah Saat yang Tepat untuk Putus Cinta? | Semenjana Eps. 6

3 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO

Nongkrong Sendirian di Kafe Menjadi “Budaya” Baru Anak Muda Jaksel Untuk Menjaga Kewarasan

14 Januari 2026
Momen haru saat pengukuhan Zainal Arifin Mochtar (Uceng) sebagai Guru Besar di Balai Senat UGM MOJOK.CO

Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

16 Januari 2026
Ilustrasi naik bus, bus sumber alam.MOJOK.CO

Sumber Alam, Bus Sederhana Andalan “Orang Biasa” di Jalur Selatan yang Tak Mengejar Kecepatan, melainkan Kenangan

13 Januari 2026
Ngerinya jalan raya Pantura Rembang di musim hujan MOJOK.CO

Jalan Pantura Rembang di Musim Hujan adalah Petaka bagi Pengendara Motor, Keselamatan Terancam dari Banyak Sisi

12 Januari 2026
Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026
2016, Tahun Terakhir Gen Z dan Milenial Merasa Berjaya. MOJOK.CO

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup

17 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.