Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame List

5 Larangan untuk Meghan Markle Setelah Royal Wedding

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
20 Mei 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Royal Wedding antara Pangeran Harry dan Meghan Markle telah membawa Meghan ke beberapa hal yang tidak bisa lagi dirasakannya seperti saat sebelum ia menjadi anggota kerajaan. Apa saja?

Berita pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle kemarin, Sabtu (19/5), sukses menyedot perhatian publik. Mereka-mereka yang jomblo langsung pengin menikah dan bertukar pandang seperti kedua mempelai, sedangkan mereka-mereka yang sudah menikah sibuk mengenang kisahnya sendiri.

Iklan

Padahal, pernikahan kita-kita yang rakyat jelata ini jelas berbeda dengan Royal Wedding, my lov.

Gimana nggak? Selain karena pernikahan kita nggak dibikin tagar di media sosial yang dipakai orang-orang sedunia, pernikahan kita pun tidak memberikan efek yang sama dengan pernikahan Royal Wedding. Setelah menikah, kita tidak terikat pada peraturan-peraturan yang aneh. Sementara itu, setelah menikah, Meghan Markle harus menghadapi kenyataan-kenyataan ini:

Nggak Bisa Cobain Stiker Baru di Instagram Story

Perhatian pihak pengembang Instagram terhadap Instagram Story kini sebenarnya terus bertambah, salah satunya dengan beragamnya stiker lucu yang bisa dipakai saat selfie. Sayangnya, Meghan tidak akan merasakan ini, gaes-gaesku. Pasalnya, setelah jadi anggota kerajaan, doi nggak boleh selfie.

Duh, kenapa sih larangan ini harus ditujukan buat Meghan? Kenapa nggak buat temen Instagram kita aja yang kalau bikin Story isinya muka semua dan banyaaaaak? 🙁

Nggak Bisa Bikin Caption Nggak Nyambung Sama Foto

Dunia medsos itu kadang kejam dan absurd. Di Instagram, misalnya, beberapa orang sibuk menghias caption-nya dengan kata-kata indah dan penuh motivasi. Sayangnya, foto yang dipajang sama sekali tidak mendukung caption.

Meghan jelas tidak akan merasakan hal ini. Boro-boro bikin caption, punya akun media sosial sendiri pun nggak boleh. Sebagai gantinya, Meghan akan bergabung dengan akun resmi Keluarga Kerajaan. Artinya pula, dia tidak bisa punya akun kedua yang biasanya disebut sebagai ‘akun alter ego’ oleh anak-anak zaman now.

Halah alter ego-alter ego. Bilang aja akun buat stalking mantan~

Nggak Bisa Tidur Duluan

Biasanya, kalau mau pergi ke suatu tempat keesokan paginya, kita cenderung berencana untuk tidur cepat agar tidak bangun terlambat. Tapi, hal ini tidak selamanya bisa berlaku bagi Meghan.

Saat ia berada di kastil yang sama dengan Ratu Elizabeth, konon ia harus menunggu sang Ratu pergi tidur terlebih dulu sebelum ia sendiri tidur. Ya, di dalam kastil, Ratu-lah yang memiliki hak menentukan jam malam hari itu.

Jadi, kalau Ratu Elizabeth belum mood untuk tidur, Meghan harus senantiasa melek, menunggu waktunya tiba untuk merebahkan badan dan meluk-meluk guling.

Nggak Bisa Pergi Sendirian

Meski terkesan sepi, bepergian sendirian sebenarnya punya nilai-nilai lebih, seperti kebebasan belanja lama-lama tanpa ada perasaan gelisah karena bikin orang menunggu. Kalau lagi bete dan galau pun, menyendiri bisa jadi pilihan yang tepat. Begitu pula jika misalnya ada cekcok-cekcok kecil dengan sang suami: biar sok misterius, bikin kangen, lalu dicariin dengan romantis gitu. Hihi.

Sayangnya, demi keamanannya sendiri sebagai anggota kerajaan, Meghan harus bersedia pergi ke mana-mana dengan ditemani pengawal. Alhasil, rencana untuk sok dicariin pun cuma khayalan aja. Hufh.

Iklan

Nggak Bisa Pamer Kemesraan Setiap Saat

Biasanya, pengantin baru cenderung pamer kemesraan, baik di dunia nyata maupun maya. Kadang, di dunia maya malah lebih heboh: suami lagi tidur, eh difoto terus dikasih caption “Sayangku lagi obob”, atau lagi masak tapi bikin Story sambil nulis “Masak untuk suami tersayang”. Pokoknya, update kemesraan adalah hal yang wajib!

Alhamdulillah-nya, hal ini tidak akan Meghan lakukan sehingga membuat teman-teman medsosnya gerah karena peraturan dilarang punya medsos tadi. Selain itu pun, di kehidupan nyata, Meghan memang tidak boleh pamer kemesraan di depan umum.

By the way, bisa nggak sih peraturan ini diterapkan di berbagai lini kehidupan dunia? Please?

Terakhir diperbarui pada 20 Mei 2018 oleh

Tags: aturan kerajaaninstagram storymeghan marklePangeran HarryRatu Elizabethroyal wedding
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

ratu elizabeth II mojok.co
Kilas

Sederet Rekor Ratu Elizabeth II: Paling Lama Berkuasa hingga Berakting dengan James Bond

9 September 2022
Ratu Elizabeth II Wafat, Riwayat Kesehatan hingga Pewaris Tahta Selanjutnya
Kilas

Ratu Elizabeth II Wafat, Riwayat Kesehatan hingga Pewaris Takhta Selanjutnya

9 September 2022
Megawati, Pemimpin Perempuan Paling Berkuasa dalam Sejarah Nusantara MOJOK.CO
Esai

Megawati, Pemimpin Perempuan Paling Berkuasa dalam Sejarah Nusantara

19 Februari 2022
ilustrasi Iklim WhatsApp Story Jauh Lebih Gayeng ketimbang Instagram Story yang Isinya Pamer-pamer mojok.co
Pojokan

Iklim WhatsApp Story Jauh Lebih Gayeng ketimbang Instagram Story yang Isinya Pamer-pamer

16 September 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

kebun sayur di kota jogja.MOJOK.CO

Cara Warga Wirobrajan Hadapi Keterbatasan Lahan: Mengubah Tembok Kampung Menjadi Kebun Sayur

8 Juli 2026
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyerahkan hibah daerah ke ormas, tempat ibadah, dan para seniman MOJOK.CO

Hibah Pemkab Sleman untuk Ormas, Tempat Ibadah, dan Seniman: Serahkan Ratusan-Miliaran Juta untuk Dioptimalkan

10 Juli 2026
Polyworking (mencari pekerjaan tambahan atau sampingan) jadi pilihan rasional in this economy karena satu pemasukan gaji tak beri rasa aman MOJOK.CO

Polyworking: Pekerja Kurangi Waktu Luang demi Pekerjaan Tambahan dan Pesan untuk Lulusan Baru jika Sumber Gaji Tak Cukup 1

8 Juli 2026
manfaat program WiFi gratis bagi pedagang sekaligus warga Klaten. MOJOK.CO

Memanfaatkan WiFi Gratis di Sejumlah Titik Klaten: Meski Harus Berebut, Tetap Jadi Solusi Alternatif saat Paket Data Habis

10 Juli 2026
Koperasi Kelurahan di Banjarsari, Surakarta, bukukan omzet ratusan juta MOJOK.CO

Cerita Koperasi di Banjarsari Surakarta: Berawal dari Garasi, Bukukan Omzet Ratusan Juta?

12 Juli 2026
Warga makin malas bayar pajak bukan berarti membangkang, tapi karena ulah pemerintah sendiri MOJOK.CO

Makin Malas Bayar Pajak Bukan Semata Membangkang tapi Akumulasi Kekecewaan, Pemerintah Bisanya Nagih Doang

10 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.