Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame List

5 Ciri Tokoh Antagonis Sinetron Indonesia yang Gitu-Gitu Aja tapi Bikin Nagih

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
14 Mei 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ibu tiri, Mak Lampir, sampai rival di kelas—semuanya adalah tokoh antagonis sinetron Indonesia. Meski berbeda profesi, yakin deh, karakter mereka sama aja!

Sejak zaman sinetron Tersanjung hingga Anak Langit, ada beberapa hal yang jelas-jelas bisa kita temukan dalam drama layar kaca Indonesia. Sinetron-sinetron ini setidaknya punya plot cerita yang hampir-hampir mirip: ada tokoh protagonis yang baik hati, yang selalu dijahatin sama karakter antagonis yang—anehnya—ngeselinnya setengah mati.

Tapi, pada akhirnya, si protagonis tadi akan bahagia, tentu saja setelah menempuh banyak drama, seperti ketabrak mobil di tengah jalan (lengkap dengan adegan teriak, “Aaaaaa!”), menerima kabar buruk via telepon (lengkap dengan adegan terkejut sembari berkata, “Apaaa?!”), atau bahkan diceritakan mengalami kecelakaan, tapi kemudian muncul kembali dalam keadaan amnesia.

Tentu saja, dengan alur cerita yang nyaris seragam, kita perlu mengacungkan jempol pada seluruh pemain untuk tokoh antagonis di setiap sinetron Indonesia. Soalnya, tanpa mereka, sinetron-sinetron ini bakal biasa-biasa saja, tanpa masalah.

Tanpa mereka, sinetron Indonesia cuma bakal terasa seperti Instagram Story seseorang: d-a-t-a-r.

Dalam rangka mengapresiasi kerja bagus seluruh tokoh antagonis di sinetron kita, Mojok Institute telah merangkum 5 ciri khas yang dimiliki mereka, yang sungguh ikonik dan legendaris. Mari kita kupas satu per satu~

1. Ketawa Setan

Mau dilakukan oleh Mak Lampir kek, ibu tiri kek, atau sekadar kakak kelas egois sekalipun, adegan ketawa tokoh antagonis pasti bisa ditemukan dalam setiap sinetron Indonesia. Biasanya tawa mereka ini adalah tawa yang penuh kemenangan, kebencian, dan sering disebut sebagai “ketawa setan” karena “hahaha”-nya terdengar lebih—apa, ya—picik.

Ketawa jahat mereka tidak melulu disuarakan langsung oleh si tokoh. Bisa juga, tawa ini terdengar sebagai sebuah voice over, lengkap dengan ekspresi songong level 3 juta si tokoh antagonis.

2. Voice Over Rencana atau Doa Jahat

Sebelum tertawa-tawa penuh dosa, si karakter antagonis ini umumnya bakal diambil gambar wajahnya dari jarak dekat-jauh-tarif sama-dekat-jauh, sembari tersenyum menyebalkan, sebelum akhirnya sebuah voice over terdengar jelas, misalnya:

“Hmm, lihat saja, Agustina! Aku sudah mencampurkan obat nyamuk ke es kopimu itu! Pasti sebentar lagi kamu bakal terkapar, lantas Fernando akan jadi milikku selamanya. HAHAHAHAHAHA.”

Gimana, gimana? Udah familier?

3. Melotot Sambil Gerak-gerakin Kepala

Sambil memutar monolog penuh kebencian, karakter antagonis dalam sinetron Indonesia umumnya digambarkan dengan tampilan visual yang meyakinkan. Mata si tokoh bakal tampak melotot, alisnya naik-naik, dan dagunya terangkat. Inilah yang kemudian membuat kepalanya gerak-gerak ke atas-bawah.

Ribet banget, dah, pokoknya.

Herannya, dengan tampilan si antagonis tersebut, kok bisa-bisanya si tokoh protagonis nggak pernah sadar kalau si antagonisnya lagi marah dan nyumpah-nyumpahin dia, ya? Padahal, kalau ini terjadi di kehidupan nyata, kemungkinan kita bakal penasaran dan bertanya, “Kamu lagi pemanasan mau SKJ, ya? Kok palanya goyang-goyang?”

Iklan

4. Punya Teman/Partner yang Nurut

Baik Mister Black dalam Saras 008 ataupun ketua geng motor di sinetron terkini, pasti punya teman atau partner dalam kelompoknya sendiri. Ah, bahkan, jangankan ketua geng motor—lah wong tokoh ibu tiri saja biasanya ditemani seorang anak bawaan yang nggak kalah jahatnya!

Nantinya, si tokoh “bawahan” ini bakal digambarkan sebagai partner yang nurut dan mengikuti seluruh perintah tokoh antagonis utama. Pokoknya, si orang-orang jahat ini ujung-ujungnya bakal bertukar senyum penuh kemenangan karena berhasil menyiksa tokoh antagonis yang—anehnya—sering digambarkan tidak punya partner alias sebatang kara.

Duh, itu tokoh sinetron atau Hachiko, dah???

5. Pura-Pura Baik

Dalam menjalankan aksi kejahatannya, tokoh antagonis di sinetron Indonesia juga menunjukkan kelihaiannya dalam menipu tokoh protagonis: berpura-pura baik dan perhatian.

Meski alis mereka digambar tinggi-tinggi dan wajah mereka dibuat jutek level sejuta, selalu saja ada adegan di mana tokoh antagonis ini berpura-pura ramah dan menolong tokoh protagonis. Dan, selaluuuu saja hasilnya sama: tokoh protagonis ini bakal menerima kebaikan si antagonis tanpa rasa curiga, lantas berujung pada kesialan dan air mata karena hatinya jadi tersakiti.

Hadeeeh, kok familier, ya???

Terakhir diperbarui pada 14 Mei 2019 oleh

Tags: protagonissinetron Indonesia. layar kacatersanjungtokoh antagonis
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

ilustrasi Teori Film Titanic: Rose Bisa Jadi Tokoh Paling Toksik dan Licik yang Pernah Diciptakan mojok.co
Pojokan

Teori Film Titanic: Rose Bisa Jadi Tokoh Paling Toksik dan Licik yang Pernah Diciptakan

12 Oktober 2021
ilustrasi Tokoh Protagonis Adalah Orang Baik dan Antagonis Orang Jahat. Sebuah Kesesatan yang Layak Diselamatkan mojok.co
Pojokan

Tokoh Protagonis Adalah Orang Baik dan Antagonis Orang Jahat. Sebuah Kesesatan yang Layak Diselamatkan

1 September 2021
ilustrasi 5 Kekonyolan buat Mengakali Jalan Cerita Sinetron Indonesia. Hilang Ingatan? Kecelakaan? Klasik~ mojok.co
Pojokan

5 Kekonyolan buat Mengakali Jalan Cerita Sinetron Indonesia. Hilang Ingatan? Kecelakaan? Klasik~

5 Juni 2021
ilustrasi Tokoh Protagonis Adalah Orang Baik dan Antagonis Orang Jahat. Sebuah Kesesatan yang Layak Diselamatkan mojok.co
Pojokan

Kejamnya Penonton Indonesia pada Tokoh Antagonis yang padahal Cuma Akting

22 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

merantau, karet tengsin, jakarta. apartemen, kpr MOJOK.CO

Kebahagiaan Semu Gaji 5 Juta di Jakarta: Dianggap “Sultan” di Desa, Padahal Kelaparan dan Menderita di Kota

15 Maret 2026
Nasib selalu kalah kalau adu pencapaian untuk kejar standar sukses keluarga besar. Orientasinya karier mentereng dan gaji besar, usaha dan kerja mati-matian tidak dihargai MOJOK.CO

Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha

14 Maret 2026
Bus ekonomi jalur Jogja Jambi menyiksa pemudik. MOJOK.CO

Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”

13 Maret 2026
Ambisi jadi PNS di usia 25 demi hidup sejahtera. Malah menderita karena perkara gadai SK MOJOK.CO

Jadi PNS Tak Bahagia Malah Menderita, Dipaksa Keluarga Gadai SK Demi Puaskan Tetangga dan Hal-hal Tak Guna

16 Maret 2026
Ambisi beli mobil pribadi Toyota Avanza di usia 23 biar disegani. Berujung sumpek sendiri karena tetangga di desa cuma bisa iri-dengki dan seenaknya sendiri berekspektasi MOJOK.CO

Ambisi Beli Mobil Avanza di Usia 23 Demi Disegani di Desa, Berujung Sumpek karena Ekspektasi dan Tetangga Iri-Dengki

15 Maret 2026
Suasana Kampung Ramadan Masjid Mlinjon, Klaten. MOJOK.CO

“Jajanan Murah” yang Tak Pernah Surut Pembeli di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten

17 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.