Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Tribute untuk Lebah Ganteng: Pahlawan Tanpa Tanda Jasa dalam Bidang Subtitel-subtitelan

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
20 Oktober 2019
A A
Tribute untuk Lebah Ganteng: Pahlawan Tanpa Tanda Jasa dalam Bidang Subtitel-subtitelan

Tribute untuk Lebah Ganteng: Pahlawan Tanpa Tanda Jasa dalam Bidang Subtitel-subtitelan

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Selain bapak dan ibu guru, Lebah Ganteng rasa-rasanya pantas kita sebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa!

Sebagai penikmat variety show berjudul Running Man, saya cukup menggantungkan diri pada subtitel yang menyertainya, baik dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Ha gimana, susah banget buat ikutan ketawa kalau nggak paham Lee Kwang Soo atau Song Ji Hyo ngomong apa.

Sebuah polemik pernah muncul ke permukaan. Sebuah fansite memprotes oknum-oknum tak bertanggung jawab yang menyebarkan subtitel buatan mereka tanpa menyertakan kredit dan—ini lebih parah—mengambil keuntungan. Padahal, FYI saja, si fansite ini menerjemahkan setiap episode Running Man tanpa mendapat keuntungan sepeser pun.

Ingatan di atas seperti segar kembali waktu sebuah kenangan lain mendadak lewat dan tumpah di lini masa Twitter berikut ini:

Barusan penasaran terus baca2 artikel, terus tau bahwa Lebah Ganteng ga dapet penghasilan dari subtitle2 yg dia buat.
Aku sedih. 🙁

— Nessie Judge (@nessiejudge) October 17, 2019

Lebah Ganteng.

Bukan, nama ini bukan milik seekor tawon yang kebetulan lebih cakep dibanding tawon lainnya (lagian tawon cakep itu yang kayak apa, deh?!), bukan pula nama panggung seorang badut ulang tahun. Penikmat film-film luar negeri yang biasa nonton via streaming atau mengunduh di Torrent pasti kenal betul nama ini: ia adalah orang yang “hobinya” menerjemahkan film-film asing dan menghadirkan subtitel secara gratis.

Nggak ada yang tahu apakah Lebah Ganteng ini ganteng beneran atau nggak—mengingat ia ingin identitasnya dirahasiakan—tapi yang jelas, kita sama-sama paham satu hal: Lebah Ganteng merupakan pahlawan kita di masa-masa kegelapan sebelum les bahasa asing bisa kita ikuti.

Kabar yang menyebutkan bahwa selama ini Lebah Ganteng bekerja sukarela alias tidak mendapatkan uang dari 500-an film yang sudah ia buatkan terjemahannya tentu bikin kita jadi kaget-kaget-sedih. Ternyata, selain bapak dan ibu guru kita, Lebah Ganteng juga rasa-rasanya pantas kita sebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa!

Meskipun, yah, saya nggak tahu apakah Lebah Ganteng bisa masuk surga—kayak pendapat Pak Mendikbud soal guru –guru honorer yang gajinya kecil itu.

Tapi—omong-omong—gimana ceritanya, sih, kok Lebah Ganteng bisa-bisanya nggak dapat uang dari subtitel yang dia bikin???

Dikutip dari Tirto, Lebah Ganteng menyebut dirinya memulai kegiatan sebagai subber dari tindakan iseng semata. Soalnya, saat dia mencari subtitel untuk sebuah serial TV yang akan ditontonnya, ia tak menemukan di mana pun. Akhirnya, dibuatlah subtitel pertamanya, yang kemudian mengawali ratusan lainnya.

Seperti subber lainnya, ia memang sempat menerima request subtitel yang membuatnya mematok harga beragam. Tapi ingat, dalam proses penerjemahan, tak ada keuntungan yang ia dapatkan.

“Bukan diunggah terus dapet duit. Saya murni berbagi,” kata si Lebah.

Iklan

Asal kamu tahu saja, apa yang Lebah lakukan ini nggak enteng-enteng banget. Dikutip dari Vice, ia bahkan membuat subtitel langsung di Notepad. Artinya, ia sengaja menonton film dari awal hingga akhir, menuliskan terjemahan file SRT, dan menjadikannya file subtitel. Software hanya akan digunakannya untuk mewarnai subtitel.

Saya jadi ingat: bertahun-tahun lalu, saya pernah menjadi tukang terjemah untuk pembuatan subtitel video-video pendek JKT48 di sebuah fansite. Apakah ada fee-nya? Tentu saja tidak. Persis seperti apa yang Lebah Ganteng katakan, ini semua adalah perkara “berbagi”.

Bahwa ada orang di luar sana yang ingin mengetahui apa yang diucapkan tokoh dalam film atau video adalah motivasi bagi kami, para subber serupa si Lebah. Meskipun, jujur saja, menerjemahkan manual dan mengetiknya langsung di Notepad sambil memastikan timing kalimat tertentu diucapkan adalah pekerjaan yang melelahkan.

Tapi anehnya, pekerjaan yang melelahkan ini juga jadi menyenangkan setiap kali teringat akan ada banyak orang yang terbantu karenanya.

Duh, Lebah Ganteng. Terima kasih banyak ya. Semoga hidupmu dimudahkan selalu!

BACA JUGA Menyoal Kesalahan Penerjemahan Bahasa Inggris yang Suka Ngasal atau artikel Aprilia Kumala lainnya.

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2021 oleh

Tags: lebah gantengsubtitelsubtitle filmterjemahan bahasa InggrisTorent
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Pojokan

Kalau Debat Capres Pakai Bahasa Inggris, Bagaimana Literally Nasib Kami?

14 September 2018
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah PTN Surabaya pertama kali makan di restoran All You Can Eat (AYCE): norak, mabuk daging, hingga sedih karena hanya beri kenikmatan sesaat MOJOK.CO

Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

6 Februari 2026
Masturbasi di KRL dan TransJakarta: Maskulinitas Kota dan Tubuh yang Terjepit di Ruang Publik MOJOK.CO

Masturbasi di KRL dan TransJakarta: Maskulinitas Kota dan Tubuh yang Terjepit di Ruang Publik

4 Februari 2026
Sesi mengerikan kehidupan di desa: orang tua nelangsa karena masih hidup tapi anak-anak (ahli waris) sudah berebut pembagian warisan MOJOK.CO

Nelangsa Orang Tua di Desa: Diabaikan Anak di Masa Renta tapi Warisan Diperebutkan, Ortu Sehat Didoakan Cepat Meninggal

3 Februari 2026
Hidup setelah resign dan menikah. MOJOK.CO

Dihujat ‘Salah Pilih Suami’ usai Menikah karena Terlanjur Resign dari Pramugari, Kini Jadi Pedagang Kopi Keliling

3 Februari 2026
celengan investasi, ai.MOJOK.CO

Kalau Mau Bersaing di Era AI, Indonesia Butuh Investasi Energi 1 Triliun Dolar AS

30 Januari 2026
Benarkah Keturunan Keraton Jogja Sakti dan Bisa Terbang? MOJOK.CO

Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

30 Januari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.