• 32
    Shares

MOJOK.CO – Ilmuwan cum penulis asal Turki bernama Ananda Oktar atau yang juga dikenal dengan nama pena Harun Yahya ditangkap pihak Kepolisian Istanbul, Turki. Dia dituduh mendalangi serentetan kasus kriminal.

Pada hari Rabu (11/7), Harun Yahya bersama ratusan pengikutnya digeropyok oleh Kepolisian Turki di kediamannya yang terletak di daerah Cengelkoy, Istanbul. Menurut laporan media Anadolu Agency, Oktar ditangkap lantaran dituduh mendirikan organisasi kejahatan, melanggar aturan hukum soal pajak, melanggar UU Anti Teror, dan melakukan penculikan serta pelecehan seksual terhadap anak-anak di bawah umur.

Sebelumnya, lelaki kelahiran Ankara, Turki, Februari 1956, ini memang dikenal sebagai sosok yang kontroversial. Beberapa yang membuatnya kontroversial di antaranya adalah acaranya dalam stasiun TV A9.

Melalui stasiun TV tersebut, Harun Yahya diketahui menayangkan sebuah acara diskusi agama dan masalah sosial, sambil sesekali menari dengan  para perempuan berbaju minim yang telah melakukan operasi plastik serta bernyanyi dengan pria muda.

Ananda Oktar menyebut para perempuan dalam acaranya itu sebagai “Kittens” atau  “Anak Kucing”. Sedangkan para lelaki mudanya disebut “Lions” atau  “Singa”. Program televisinya dihentikan pada Februari 2018 karena dianggap melanggar kesetaraan gender dan hak-hak perempuan.

Selain soal program televisi, lelaki yang telah menulis buku-buku tentang Islam ini juga disebut membentuk sebuah sekte bersama ratusan pengikutnya. Bersama sektenya itulah, Harun Yahya juga dituduh sederetan kasus kriminal seperti penculikan dan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.

Baca juga:  Aku Islam Maka Aku Berpikir

Sebetulnya tidak heran bila Harun Yahya memiliki banyak pengikut. Karena ia memang sudah aktif memimpin organisasi sejak tahun 90-an. Seperti menjadi presiden kehormatan dalam Bilim Araştırma Vakfı (Yayasan Penelitian Sains) dirikan tahun 1990 dan Milli Değerleri Koruma Vakfı (Yayasan Perlindungan Nilai Nasional) didirikan tahun 1995. Organisasi yang disebut pertama menyerukan kreasionisme (penciptaan atas campur tangan Tuhan) sedangkan organisasi yang kedua menyerukan nasionalisme.

Selain memiliki ratusan pengikut dan mengorganisir beberapa organisasi. Harun Yahya masih memiliki reputasi lain yang tidak kalah keren.

Kalau di Indonesia biasanya orang dengan banyak pengikut bakalan maju jadi calon legislatif, maka lain halnya dengan Harun Yahya. Beliau lebih demen berkutat pada pertarungan intelektual. Terutama melawan darwinisme yang baginya dianggap pengingkaran terhadap Tuhan. Selain itu, menurut Harun, darwinisme adalah pemicu terbentuknya Marxis dan komunis yang menciptakan kekacauan di mana-mana.

Selain soal agama, penulis Atlas of Creation ini juga menaruh perhatian pada teori konspirasi. Khususnya yang menyangkut Freemasonry dan Yahudi. Bahkan, saat ditangkap pun Harun Yahya mengeluarkan pernyataan bahwa upaya penangkapannya merupakan bagian dari konspirasi Inggris.

Kini, Harun Yahya sudah benar-benar ditangkap. Menurut keterangan media hurriyetdailynews.com, saat ditangkap di kediamannya, polisi berhasil menyita senjata, rompi antipeluru, dan kendaraan lapis baja.

Sampai sekarang polisi masih memburu ratusan pengikut Harun Yahya yang masih belum tertangkap. Bagaimana kelanjutan cerita Harun Yahya and the gank? Akankah mereka berhasil lolos dan muncul pada film dokumenternya ke depan?

Baca juga:  Rabun Dekat dan Dua Juta Orang Murtad