Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Nia Ramadhani Nggak Tahu Harga Tiket KRL dan Ngupas Salak, 7 Hal Ini Mungkin Menyusul

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
21 Januari 2020
A A
Nia Ramadhani commuter line KRL sobat misqueen mengupas buah salak tebak buah manggis

Nia Ramadhani commuter line KRL sobat misqueen mengupas buah salak tebak buah manggis

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Nia Ramadhani pernah bikin orang se-Indonesia heran karena dia nggak bisa mengupas salak. Sekarang, Nia mengira kalau harga tiket KRL itu Rp100 ribuan. Kira-kira apa lagi yang beliau belum tahu?

Selain pernah main di sinetron Bawang Merah Bawang Putih dan jadi pacarnya Bams Samsons, saya sudah nggak ingat lagi awal kemunculan Nia Ramadhani di layar kaca. Yang jelas semenjak dinikahi Ardi Bakrie, Nia makin hoki dan jadi sosok yang menggemaskan kalau dibicarakan.

Semua orang Indonesia kaget massal waktu tahu Nia nggak bisa mengupas salak. Sekarang, ibu dari tiga anak itu justru nggak tahu kalau harga tiket KRL murah, dia menebak tiketnya Rp100 ribuan.

Maka dari itu, tim Mojok menduga, Nia juga nggak akan tahu beberapa hal receh ini.

#1 Nia Ramadhani nggak tahu uang lima ribuan warnanya apa

Sebagai generasi cahsless kayaknya mungkin banget kalau Nia Ramadhani nggak tahu warna uang lima ribuan. Belum lagi bedain seribuan yang baru sama dua puluh ribuan, sama-sama ijo dan sering ketuker. Mungkin dia hanya akan ngeh ketika ada angkanya. Kalau tebak-tebakan warna uang rupiah, kayaknya Nia nggak tahu apa-apa. Maklum, tinggal gesek biasanya.

#2 Nia Ramadhani nggak tahu bedanya obeng sama tang

Selain karena teknisi di rumahnya selalu siap sedia, Nia Ramadhani yang merupakan sosialita itu mungkin nggak ada kepentingan buat menghafal peralatan pertukangan. Bahkan obeng sama tang aja mungkin dia nggak tahu wujudnya kayak apa. Wajar, bukan anak sipil juga.

#3 Nia Ramadhani nggak tahu kalau sampo nyaris habis bisa dikocok pakai air dulu

Anak kos dan sobat misqueen layak bangga karena mereka bisa menyiasati sampo yang hampir habis dengan mengisi air di botolnya lalu dikocok sampai berbusa. Konon, busa ini sudah cukup buat keramas dua hingga tiga lagi. Jadi beli samponya bisa ditunda besok-besok. Kalau Mbak Nia belum keruan ngerti. Sampo di rumahnya habis, suaminya bisa belikan saham produk-produk Unilever.

#4 Nggak tahu kalau “kunduran truk” nggak ada bahasa Indonesianya.

Tebak-tebakan jadul “Apa bahasa Indonesianya kunduran truk?” ini lumayan menggelitik, tapi tidak terjawab sampai sekarang. Karena memang nggak ada istilahnya. Kemungkinan, Nia Ramadhani bahkan nggak menyadari kalau kunduran itu nggak ada bahasa Indonesianya. Beda tongkrongan, guys, sorry.

Eh, ternyata Ivan Lanin pernah ngasih jawaban bahasa Indonesianya kunduran truk ding.

kunduran truk = terunduri truk

— Ivan Lanin (@ivanlanin) February 1, 2018

#5 Nia Ramadhani nggak tahu caranya nyelipin kertas di kaki meja yang goyang-goyang

Ada kalanya meja di rumah kalian nggak simetris dan salah perhitungan sehingga bikin kondisinya goyang-goyang. Ini sangat menyiksa orang-orang OCD alias obsessive compulsive disorder yang nggak suka ketidakseimbangan. Makanya, orang-orang bikin ganjelas dari kertas yang dilipat-lipat dan diletakkan di bawah kaki meja biar nggak goyang-goyang lagi. Tapi Nia mana tahu hal beginian? Beli meja baru lah!

#6 Nia Ramadhani nggak tahu kalau berhentiin angkot itu pakai teriak “Kiri, Pak!”

Iklan

Selain nggak ngerti harga tiket KRL commuter line, Mbak Nia mungkin tipikal cewek yang kalau mau berhentiin angkot bilangnya “Stop, Pak!” instead of “Kiri, Pak!”. Lagian aneh-aneh sih, masak Mbak Nia naik angkot? Kalau kata Keanu: Jangan ngadi-ngadi lu! Wong mobil berjejer lengkap dengan sopir pribadi yang siap mengantarnya ke mana-mana, kok.

#7 Nia Ramadhani nggak tahu cara menebak isi manggis dengan melihat kelopak di pantat buahnya

Istilah tebak-tebak buah manggis sudah melegenda. Semua itu karena kita bisa menebak jumlah isian buah manggis dengan menghitung jumlah kelopak yang kelihatan di pantat buah. Hampir bisa dipastikan jumlah kelompak dengan jumlah isian manggis itu sama.

Tapi kalau sesekali pengen isengin Nia Ramadhani, coba taruhan untuk menebak isi manggis. Boro-boro kan, makan buah manggis aja mungkin Nia nggak pernah.

Intinya nggak usah nggumunan sama Nia Ramadhani. Tuhan menciptakan segala sesuatunya adil kok. Kalau cantik, kaya raya, hidup bahagia, ndilalah nggak bisa ngupas buah salak dan nggak tahu harga tiket KRL. Sedangkan kalian yang ngakunya sobat misqueen harusnya ngerti ketujuh hal di atas, kalau nggak kebangetan!

BACA JUGA Nia Ramadhani Hidupnya Enak, Tapi Apa Seenak Itu? atau artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 21 Januari 2020 oleh

Tags: buah salakKRLNia Ramadhani
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Penumpang KRL Jakarta lebih manusiawi dibanding penumpang KRL/Commuter Line Jogja
Urban

KRL Jakarta Memang Bikin Stres, tapi Kelakuan Penumpangnya Masih Lebih Manusiawi daripada KRL Jogja

4 Mei 2026
Kerja di Jakarta naik transum kereta KRL
Catatan

KRL adalah “Arena Perjuangan” Pekerja Jakarta: Tak Semua Orang Sanggup, Hanya Manusia Kuat yang Bisa

29 April 2026
Usul Menteri PPPA soal pindah gerbong perempuan di KRL hanya solusi instan, tak menyentuh akar persoalan MOJOK.CO
Kabar

Usulan Menteri PPPA Pindah Gerbong Perempuan di KRL Solusi Instan: Laki-laki Merasa Jadi Tumbal, Tak Sentuh Akar Persoalan

29 April 2026
Kerja di Jakarta, Purwokerto, KRL.MOJOK.CO
Urban

Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto

13 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
donasi ekonomi.MOJOK.CO

“Rakyat Bantu Rakyat” Menguat, tapi Jangan Jadi Alasan Pemerintah Lepas Tangan dan Abai Pada Nasib Masyarakat

14 Juli 2026
Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026
Ketika Syarat "Sehat Jasmani dan Rohani Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja.MOJOK.CO

Ketika Syarat “Sehat Jasmani dan Rohani” Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja

17 Juli 2026
Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring.MOJOK.CO

Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring

12 Juli 2026
Jumirah dan suami merupakan pemulung di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

“Nrimo ing Pandum” ala Ibu Jumirah: Berteman dengan Belatung dan Diabetes di Tengah 150 Ton Sampah Residu Warga Klaten

12 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.