MOJOK.COSelain bikin masuk angin, menerjang hujan jadi salah satu indikator seseorang dikatakan nekat. Apalagi jika seseorang itu berkacamata. Percayalah orang berkacamata dan hujan adalah perkara yang tidak bisa didamaikan.

Pakai kacamata adalah anugerah. Stigma anak pintar, cupu, hingga wibu mudah melekat. Ya gimana ya, kacamata itu alat bantu sekaligus aksesoris gegayaan yang cuma bisa dijadikan pemakluman bagi mereka yang matanya bermasalah. Mata normal nggak usah pakai kacamata transparan ah, mengada-ada kalian namanya!

Belum lagi harga kacamata yang tidak murah, bikin orang berkacamata kelihatan lebih kaya.  Minimal dianggap lebih bisa mengatur keuangan dan menyisihkannya untuk beli lensa dan frame yang lagi hits di pasaran. Bisa juga dijadikan alasan mengapa kamu layak menikahi orang berkacamata.

Di balik spesialnya orang berkacamata, ada sebuah cobaan besar yang kami alami saat musim hujan. Orang yang punya mata normal nggak akan paham rasanya naik motor saat hujan dan dilema antara menutup kaca helm atau membiarkannya terbuka. Di tengah basahnya jalan, kami galau dan didera kegamangan maha dahsyat.

Menutup kaca helm membuat tetesan air hujan mengganggu pandangan. Tapi ketika membukanya, giliran lensa kacamata yang diguyur hujan dan bikin jalanan kelihatan kayak sensoran KPI, blur semua. Gusti nu Agung, kadang lensanya pakai berembun segala saking dinginnya cuaca. Kami kehilangan arah. Kami hanya merasakan percikan air langit yang semakin deras menampar-nampar wajah penuh derita ini.

Baca juga:  Ya Tuhan, Haruskah Saya Menyewa Jasa Pawang Hujan?

Bagi kami, tidak ada alasan untuk melepas kacamata saat motoran. Nggak, bukan bermaksud gegayaan di jalanan karena kacamata kami keren, tapi berkendara dengan mata telanjang sama saja dengan menyuguhkan nyawa pada malaikat maut.

Makanya di sebuah zaman ketika windows 7 sudah dihentikan, saya selalu heran karena inovasi kacamata hujan tidak kunjung ditemukan. Orang berkacamata cuma bisa memendam ini dalam diam. Elon Musk bisa bikin merancang Tesla Cybertruck yang bentuknya kayak batu ginjal, masak sih, Musk, tidak bisa bikin desain kacamata anti hujan gitu?

Satu-satunya alat bantu penglihatan yang saya rasa mampu mengatasi masalah laten ini justru dipakai oleh anjing lucu.

Mungkin kali ini orang-orang akan merekomendasikan saya kacama water repellent yang intinya nggak bisa basah. Masalah mahal okelah, saya bisa beli walau harus bongkar celengan sapi di rumah. Tapi percuma kalau saat dipakai naik motor pas hujan, air tetap akan menabrakkan diri ke hadapan lensanya. Sekarang paham kan, betapa orang berkacamata punya penderitaan tiada akhir seperti cinta?

Jika salah satu dari kalian adalah produsen, desainer, atau pemilik toko kacamata. Saya mohon kesediannya untuk mulai fokus pada hal ini. Tolonglah kami yang selalu gundah menjelang musim hujan. Kami membutuhkan sebuah gebrakan serius perihal alat bantu penglihatan yang ada tudungnya, kalau perlu ada spion, dan ada wipernya. Semua ini demi pandangan yang paripurna dan kewarasan orang berkacamata.

Baca juga:  5 Hal Serba Salah yang Bikin Kita Bete Setengah Mati

BACA JUGA Lima Jenis Orang Goblok yang Bisa Anda Temui Saat Antre di SPBU atau artikel lainnya di POJOKAN.