fbpx

MOJOK.CO – Cara menurunkan asam lambung bisa dilakukan dengan instan dengan minum obat asam lambung. Tapi ini kan penyakit yang nggak gampang hilang. Mengingat bahaya asam lambung yang bisa berujung kanker esofagus, mending telaten merawat lambung biar nggak makin kambuhan.

Jika sehabis makan sering timbul rasa mual, ingin muntah, bahkan nyeri dada berkepanjangan, ada kemungkinan kalian kelebihan asam lambung. Sebenarnya asam adalah zat yang dibutuhkan oleh tubuh dalam proses pencernaan. Tugasnya untuk mentralkan enzim sekaligus membunuh kuman berbahaya.

Tapi ketika jumlah asam lambung di tubuh tidak terkontrol, maka ini sebuah pertanda bahwa tubuh sedang tidak dalam kondisi baik.

Asam lambung yang naik disebabkan oleh berbagai faktor. Umumnya, penderita hiatus hernia (bagian atas lambung masuk ke rongga dada) punya kondisi otot diafragma yang tidak lagi bisa menjaga asam tetap berada di lambung. Biasanya yang menderita hiatus hernia adalah orang berusia 50 tahun ke atas. Akibatnya zat tersebut mudah naik karena dipicu berbagai perilaku tidak sehat seperti berbaring sehabis makan, kegemukan, bahkan mengonsumsi makanan pedas dan asam.

Orang-orang yang asam lambungnya mudah naik sering mencari obat asam lambung instan untuk segera menurunkannya. Misal dengan meminum obat asam lambung yang mengandung antasida, seperti Mylanta, Malox, Rolaids, dan lain-lain. Padahal kondisi kesehatan ini seharusnya ditangani agar sembuh dan tidak kambuh lagi. Bukan semata untuk menurunkan asam lambung saat itu juga.

Baca juga:  Bagi Penderita Asam Lambung, Ini Tips Aman Berpuasa

Cara kelebihan zat asam tanpa obat sebenarnya bisa dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang ramah di lambung seperti pisang dan alpukat secara rutin serta menerapkan pola makan seimbang. Artinya, mengobatinya jangan menunggu penyakitnya kambuh dulu. Beberapa saran yang perlu dilakukan untuk menyembuhkan kelebihan asam lambung dikutip dari WebMD adalah sebagai berikut:

Cara menurunkan asam lambung

Pertama, hindari makanan yang mengandung banyak lemak, digoreng, pedas, asam, dan banyak kafeinnya. Beberapa makanan pantangan orang yang sedang mencari cara menurunkan asam lambung, antara lain susu dan daging yang tinggi lemak, gorengan, kue, es krim, cokelat, kopi, soda, alkohol; makanan pedas, asin, asam; tomat, bawang; makanan bergas tinggi seperti brokoli, kubis, kacang, jagung, sawi, seledri.

Cara menurunkan asam lambung yang kedua, dinetralisir dengan memperbanyak konsumsi makanan seperti jahe, lidah buaya, pisang, daging tanpa lemak, dan roti. Sejumlah cara sukses menurunkan asam lambung yang dibagikan orang ialah dengan rutin makan buah alpukat setiap hari.

Ketiga, berhenti merokok karena sifat asamnya.

Keempat, jangan makan di waktu yang terlalu dekat dengan waktu tidur, paling nggak baru tidur 3 jam setelah makan. Kemudian saat tidur, pakai bantal tinggi agar bagian bawah leher 4 inci lebih tinggi dari perut. Tujuannya, agar cairan asam tidak mudah naik ke kerongkongan saat tubuh berbaring.

Kelima, jangan pakai pakaian yang terlalu ketat dan sabuk yang terlalu kencang.

Baca juga:  Sri Mulyani Dibikin Sakit Perut Sama Jokowi dan Kisah Bapak-bapak Tukang Traktir

Cara menurunkan asam lambung yang keenam, jika kelebihan berat badan, mulailah untuk diet.

Ketujuh, kalau asam lambungnya udah parah sampai bikin kamu kena GERD (gastroesophageal reflux disease atau refluks gastroesofagus), mendingan segera cek kondisi lambung secara berkala ke dokter. Ciri-ciri GERD adalah perasaan sakit dan panas di dada, sensasinya mirip serangan jantung, tapi itu sebenarnya itu karena asam lambung naik.

Asam lambung yang berlangsung terus-menerus sebenarnya mampu memicu bahaya asam lambung yang lebih serius dari sekadar mual dan sesak napas. Ketika perasaan tidak nyaman setelah makan muncul secara terus menerus, asam dari perut akan naik ke kerongkongan dan bisa mengakibatkan iritasi. Kondisi ini membuat kalian kesulitan menelan makanan.

Naiknya zat asam ke kerongkongan dan mulut juga mengancam kesehatan gigi. Penderita biasanya tidak menyadari sampai kondisi giginya rusak parah. Periksa rutin ke dokter gigi adalah sebaik-baik yang bisa dilakukan.

Bahkan ketika ada rasa sakit di dada tapi bukan karena disakiti olehnya yang mendua, ini adalah GERD yabg selain berimbas pada kerongkongan, jika dibiarkan malah meningkatkan risiko terkena kanker esofagus. Kalau sudah bicara kanker, sumpah ini masalah kesehatan serius yang tidak boleh diabaikan.

BACA JUGA Fast Food dan Junk Food Itu Beda, Plis Jangan Sampai Tertukar atau artikel lainnya di PENJASKES.



Tirto.ID
Loading...

No more articles