MOJOK.COFast food dan junk food adalah dua hal yang berbeda tapi sering disama-samakan.

Meskipun kedua hal ini memang punya kemiripan, tapi bukan berarti semua fast food adalah junk food maupun sebaliknya. Baiknya ketahui perbedaannya deh, kalian disamain sama anak tetangga bete juga kan?

Secara sederhana fast food adalah makanan cepat saji. Tanpa membutuhkan banyak waktu, makanan jenis ini nggak perlu diproses kelamaan layaknya sayur lodeh yang harus diawali dengan mengupas bawang dan memetik dedaunan.

Sementara junk food adalah makanan sampah yang kerap direndahkan dan dirundung karena nggak bergizi dan tidak bisa membantu menyumbang nutrisi baik ke tubuh. Disebut makanan sampah sebenarnya biar nakut-nakutin orang yang mau memakannya biar nggak kebanyakan. Soalnya, makanan dengan kategori junk food ini biasanya nagih dan enak. Iya, saya juga heran kenapa makanan nggak sehat itu selalu lebih enak.

Kalau bicara konteks kecepatan, pecel juga masuk dalam kategori fast food meski isinya tergolong sehat, yaitu sayur mayur dan sambel kacang. Fast food memang menitikberatkan pada makanan yang penyajiannya bisa cepat karena sebelumnya sudah melalui proses olahan. Tentu dalam hal ini makanan dari resto cepat saji masuk ke kategori fast food.

Permen, kentang goreng, soda, termasuk junk food karena mereka cuma makanan rekreasi yang terlalu banyak mengandung karbohidrat, lemak, dan kolesterol jahat. Makanan ini cenderung menyumbang penyakit akibat dikonsumsi kebanyakan. Coba aja makan permen satu boks selama seminggu, auto diabetes.

Baca juga:  Nalar Ngawur Kita dalam Menggunakan Antibiotik Bikin Daya Tahan Tubuh Jadi Letoy

Tapi burger dan ayam krispi sering dapat predikat junk food juga. Makanya banyak emak-emak yang melarang anaknya makan ke restoran cepat saji. Selain karena alasan bakal minum es terooos, berbagai menu resto cepat saji dibilang bikin gendut dan bikin kantong kempis.

Tuduhan menu resto cepat saji termasuk fast food dan junk food sekaligus terjadi secara turun-temurun. Terutama karena makanan cepat saji diperkaya bahan kimia, seperti pengawet, pewarna, pemanis, dan penguat rasa. Nggak heran kalau resto cepat saji menyumbangkan angka obesitas.

Tapi ada catatan ya. Makan junk food itu masih gapapa asal nggak sering-sering. Dua kali sebulan lah. Sama kayak pergi ke restoran padang, walau nggak punya label makanan sampah (siapa yang berani ngatain masak padang makanan sampah, maju sini!!11!), makan nasi kuah gulai tiap hari juga nggak sehat. Sebab, menurut resep umum para pakar pengaturan makanan, kunci diet yang sehat adalah makanan yang bervariasi. Itulah kenapa makan nasi tiap hari nggak akan direkomendasikan pakar diet.

BACA JUGA Gigi Kuning Pernah Merepotkan Jurgen Klopp dan Firmino atau artikel lainnya di PENJASKES.