Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Salat Jumat yang Transaksional

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
8 Februari 2019
A A
salat jumat
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Siang ini, saya dan kawan-kawan berangkat salat jumat di masjid tak jauh dari kantor. Hanya sepelemparan baru, ya benar-benar sepelemparan batu.

Tujuan kami tentu saja bukan agar tampang kami jadi ganteng, sebab kami tetap percaya, semulia-mulianya air wudhu, ia tetap tak akan bisa mengubah wajah kami menjadi lebih rupawan.

Buktinya, banyak kawan-kawan saya yang tak pernah salat tapi punya tampang yang cakepnya sporadis dan kolosal. Sebaliknya, saya punya banyak kawan yang rajin salat tapi punya tampang yang buluknya ngaudubillah setan.

Masjid tempat kami salat selalu penuh oleh anak-anak Kecil dari kompleks perumahan sekitar.

Maklum, setiap salat jumat, selalu ada suguhan aneka snack jaburan yang boleh diambil oleh para jamaah salat jumat. Ada jus jambu, ada susu kedelai, ada arem-arem, ada tahu bakso, ada bakpao, ada gorengan, dan sesekali waktu ada juga siomay kecil. Dan bisa ditebak, snack-snack ini biasanya lebih banyak dilarisi oleh anak-anak.

Yah, kadang, saya dan kawan-kawan juga ikut berebut. Lumayan, gratisan ini.

Begitu salat selesai, atau lebih presisinya, begitu salam selesai, maka anak-anak akan langsung gedebukan berebutan mengambil snack yang tersedia.

Ada yang disiplin ambil satu, ada yang ambil dua, dan tak jarang ada pula yang nggragas dengan mengambil lebih dari dua.

Snack-snack tersebut boleh dibilang cukup ampuh untuk menarik anak-anak agar mau berangkat salat jumat. Anak kecil memang acapkali butuh motivasi yang lebih dari sekadar iman. Butuh imbalan sesuatu agar ia mau beribadah.

Jangankan anak kecil, orang dewasa pun sejatinya juga sama. Bedanya hanya soal imbalannya. Anak kecil hanya butuh arem-arem dan susu kedelai, sementara orang dewasa butuh janji masuk surga dan dihindarkan dari neraka.

Sama-sama transaksional.

Bahkan, pada titik tertentu, orang dewasa seperti kita jauh lebih tidak tahu diri. Dengan salat, anak Kecil cuma berharap sesuatu yang sederhana, sedangkan kita mengharapkan sesuatu yang nilainya jauh-jauh lebih dari sekadar imbalan untuk gerakan tubuh yang bahkan durasinya tak sampai lima menit itu.

Sampai di parkiran samping, saya dan beberapa kawan kantor tak langsung masuk masjid.

“Bentar, dikit lagi…” kata Kuntet sembari menunjukkan rokoknya yang tampak masih setengah batang.

Iklan

“Iyo, nongkrong dilit, toh dari sini khotbahnya juga kedengaran jelas,” tukas Ega Balboa, si ilustrator Mojok.

Saya yang imannya masih sangat lemah mau tak mau ikut apa kata dua sobat saya itu.

Tak berselang lama, Ega beranjak dan berjalan cepat masuk masjid.

Saya kemudian berdiri dan menyusulnya. Namun, belum juga saya sempat menyusulnya, Ega sudah muncul kembali.

Dari tangannya, ia membawa sebungkus siomay dan susu kedelai.

“Heh, goblok. Itu snack buat diambil setelah salat, bukan buat diambil sekarang!” Kata saya memperingatkan Ega.

Si goblok yang sudah saya kenal sejak SMA ini kemudian menjawab diplomatis.

“Kalau ngambilnya setelah salat, pasti sudah kehabisan soalnya harus rebutan sama anak-anak. Kalau diambil sekarang kan lebih mudah,” terangnya sambil prengas-prenges dan mulai membuka bungkus siomay dan menyantapnya.

“Woooo, kenthiiiiir!!!”

“Salat itu yang penting khusyuk, Gus. Lha daripada nanti aku salat sambil kepikiran siomay sama susu kedelai, mending tak ambil sekarang, biar nanti pas salat bisa khusyuk dan tenang!”

Ah, orang dewasa. Sudahlah transaksional, nggragas pula.

Terakhir diperbarui pada 8 Februari 2019 oleh

Tags: egasalat jumat
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

Khotbah Jumat Terlalu Lama dan Stigma yang Menyertainya
Khotbah

Khotbah Jumat Terlalu Lama dan Stigma yang Menyertainya

12 November 2021
salat jumat prabowo
Kilas

Banyak yang Tanya Prabowo Salat Jumat Di Mana, Giliran Diumumin, Malah Dipermasalahkan

15 Februari 2019
jaburan
Pojokan

Suguhan Jaburan di Masjid Setelah Jumatan

19 Oktober 2018
KEPALA SUKU-MOJOK
Kepala Suku

Ketika Wak Kadirun Marah

3 Oktober 2018
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Selalu royal ke teman saat butuh bantuan karena kesusahan. Giliran diri sendiri hidup susah eh diacuhkan pertemanan MOJOK.CO

Kapok Terlalu Royal ke Teman: Teman Datang karena Ada Butuhnya, Giliran Diri Sendiri Kesusahan Eh Diacuhkan meski Mengiba-iba

17 Maret 2026
Suasana Kampung Ramadan Masjid Mlinjon, Klaten. MOJOK.CO

“Jajanan Murah” yang Tak Pernah Surut Pembeli di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten

17 Maret 2026
Sate Klatak Kasta Tertinggi Makanan Khas Jogja, Jauh Mengungguli Gudeg dan Bakmi Jawa yang Sering Dikeluhkan Manis Itu Mojok.co

Sate Klatak Kasta Tertinggi Makanan Khas Jogja, Jauh Mengungguli Gudeg dan Bakmi Jawa yang Sering Dikeluhkan Manis

12 Maret 2026
Perantau Minang di kantin kereta api Indonesia (KAI) dalam perjalanan mudik Lebaran

Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”

13 Maret 2026
Dosen Poltani Kupang sekaligus Ahli Peternakan dapat dana LPDP. MOJOK.CO

Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 

18 Maret 2026
Kursi kereta eksekutif dibandingkan kereta ekonomi premium lebih nyaman untuk mudik Lebaran

Saya Tak Sudi Mudik dengan Kereta Ekonomi Premium, Ditipu Embel-embel Mirip Eksekutif padahal Hampir “Mati” Duduk di Kursi Tegak

15 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.