Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Menghadapi Persoalan Hidup Dengan “Dipikir Karo Mlaku”, “Sing Penting Yakin”, dan “Mbuh Piye Carane”

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
28 Oktober 2018
A A
hidup santai
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Saya punya banyak sekali kawan dengan berbagai sifat, dari yang paling kikir dan pelit sampai yang paling murah hati dan ringan tangan. Dari yang paling kalem, sampai yang paling nyolot. Dari yang paling lucu sampai yang paling garing dan kering bak kanebo yang sudah mengeras.

Dari sekian banyak kawan yang saya punya, saya selalu terkagum-kagum dengan kawan yang selalu bisa melihat perkara dengan begitu sederhana. Memandang sesuatu dengan sangat simpel, nikmat, dan kadang masuk akal.

Gembus, tentu saja nama samaran, adalah kawan saya yang masuk dalam jenis ini.

Ia adalah tipikal manusia yang, bagi saya, selalu saja punya cara yang elegan dalam menghadapi persoalan hidup. Selalu bisa menghadapi hidup dengan cara-cara yang santai dan entah kenapa, selalu berhasil membuat saya terkagum-kagum.

Gembus, yang bekerja sebagai juru las di salah satu usaha pembuatan pager tralis dan kanopi ini di antara kawan-kawan sepermainan saya bukanlah sosok yang punya penghasilan besar, namun dialah yang hampir selalu menjadi penyumbang bantingan terbesar kalau ada acara serkileran atau sekadar kumpul-kumpul mabuk saat malam mingguan.

Rasanya hampir berkali-kali, ia menghabiskan hampir seluruh gaji mingguannya yang ia terima setiap sabtu untuk mentraktir kawan-kawannya mabuk saat malam minggu. Gembus begitu royal.

Saya yang, merasa sedikit punya pengetahuan manajemen duit, sering menanyakan hal ini pada Gembus.

“Mbus, nek bayaranmu mbok entekke ngge urusan mabuk ngene iki, njuk sesuk seminggu kowe le mangkat kerja piye?” Tanya saya.

Dan entah kenapa, jawaban Gembus selalu saja membuat saya terkekeh antara kagum dan jengkel.

“Halah, Gus, mabuk ki urusan dino iki, lha nek urusan kerjo ki urusan sesuk senin. Saiki yo mikir urusan saiki. Urusan senin dipikir sesuk senin. Teko santai tho, buos.”

Kenyataannya, gembus memang selalu punya cara yang tak diduga-duga untuk menyambung hidup selama seminggu ke depan sampai masa gajian berikutnya tiba. Kadang untuk jajan seminggu, ia bisa saja menjual salah satu burung peliharannya. Untuk berangkat kerja, ia bisa saja menebeng angkot yang ditarik oleh Bayan, tetangga kami. Untuk urusan rokok, ia bisa saja ngebon dulu di warung langganan milik tetangganya.

“Urip ki kan pancen mung nunut utang ro nyarutang tho, Gus?” ujar Gambus sambil prengas-prenges. “Nek utang ki sing kendel sisan, rasah ragu-ragu, mumpung cocote isih dipercoyo!”

Kadang saya bingung, apa yang ia lakukan ini masuk dalam kategori goblok, atau masuk dalam kategori pasrah dan tawakal.

Gembus selalu punya cara yang brilian untuk menghadapi hidup. Termasuk dengan menipu saya.

Iklan

Pernah suatu ketika, tengah malam, dia datang mengetuk pintu kamar saya (kamar saya punya dua pintu, salah satunya terpisah dari ruang tamu), dia bilang ingin meminjam uang. Lima puluh ribu, katanya.

“Ngge tuku poltri (pakan ayam), Gus. Pitik-pitikku do protes, pakanane entek, nek ra dipakani saiki, sesuk esuk bakal podo ngambek,” kata Gembus.

Gembus yang saya tahu memang memelihara beberapa ayam pasang tampang yang meyakinkan.

Saya tentu saja percaya. Maka, tanpa banyak pikir, saya langsung pinjami dia lima puluh ribu.

Pagi harinya, saat kumpul di warung Mbak Ninik, tempat kami biasa nongkrong, saya ditertawakan oleh Marcopolo, salah seorang kawan saya satu permainan.

“Gembus mambengi jarene nyilih duit ning kowe po, Gus?” Katanya sambil merenges.

“Hoo, piye tho?”

“Kowe gelem nyilehi?”

“Yo gelem, meh ngge tuku poltri, mesakke, jarene piteke gembus ora iso disemayani, nek ra dipakani, esuke bakal do ngambek pitike…”

Marcopolo tertawa terbahak. “Tak kandhani, Gus. Seko jaman nabi Adam ngasi tekan seprene, hurung ono sejarahe pitik ki iso ngambek”

Saya terhenyak. Bedebah, ternyata saya ditipu gembus mentah-mentah. Gembus yang sesaat kemudian ikut bergabung dengan kami pun kemudian juga ikut tertawa dan menggoblok-goblokkan saya.

“Kowe ki, kerjone nulis, tapi kok goblok, Ha mbok mikir, rumangsane toko pakan pitik po yo ono sing bukak jam siji bengi?” ejek Gembus tanpa merasa bersalah pada saya.

“Asuuuuu…”

Belakangan baru saya ketahui, kalau uang yang Gembus pinjam tengah malam itu ternyata ia gunakan untuk modal judi. Ia menggunakan alasan untuk beli pakan ayam karena ia yakin, saya tak akan meminjaminya kalau ia bilang uangnya akan digunakan untuk judi.

Saya semakin yakin, bahwa Gembus adalah senyata-nyatanya manusia Jawa yang hidup dengan tiga falsafah pamungkas: “Dipikir karo mlaku”, “Sing penting yakin”, dan “Mbuh piye carane”.

Selalu ada solusi mudah dan ringan atas masalah yang ia hadapi. Gembus selalu mengingatkan saya atas anekdot lawas tentang pria tua yang ngebet pengin ngewek dengan mahasiswi.

“Aku ini sudah bangkotan, istri sudah kendor, anak sudah dua, tapi aku pengin banget sekali saja bisa ngewek dengan mahasiswi, kamu punya cara?” tanya pria tua pada temannya.

“Ada…” jawab temannya.

“Apa?”

“Suruh istrimu kuliah lagi!”

Terakhir diperbarui pada 6 November 2018 oleh

Tags: hidupmasalahsolusi
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

Ilustrasi hidup.MOJOK.CO
Sehari-hari

Sejatinya Manusia Hidup untuk Mengakali Kematian

2 Juni 2026
Penyebab Motor Honda PCX Gredek dan Solusinya yang Sebenarnya Murah
Liputan

Penyebab Motor Honda PCX Gredek dan Solusinya yang Sebenarnya Murah

6 Juni 2024
Surat Orang Biasa tentang kehidupan
Uneg-uneg

Aku Seperti Orang Asing dalam Kehidupan Ini

11 Desember 2022
es teh es kopi reshuffle kabinet gibran rakabuming adian napitupulu erick thohir keluar dari pekerjaan utusan corona orang baik orang jahat pangan rencana pilpres 2024 kabinet kenangan sedih pelatihan prakerja bosan kebosanan belanja rindu jalan kaliurang keluar rumah mudik pekerjaan jokowi pandemi virus corona nomor satu media kompetisi Komentar Kepala Suku mojok puthut ea membaca kepribadian mojok.co kepala suku bapak kerupuk geopolitik filsafat telor investasi sukses meringankan stres
Kepala Suku

Beberapa Hal Sederhana yang Bisa Membantu Meringankan Stres

28 Februari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Event lari Merbabu Skyrace makin diminati banyak orang lintas negara, jadi potensi sport tourisme di Jawa Tengah dengan daya tarik lari lintas alam di Gunung Merbabu MOJOK.CO

Merbabu Skyrace: Event Lari Melintasi Keindahan Gunung Merbabu, Sport Tourism yang Bikin Sebuah Dusun Mendunia

6 Juni 2026
Curhat dan ziarah di makam ibu, tempat terbaik pulang tanpa penghakiman MOJOK.CO

Curhat di Makam Ibu Dianggap Lebay dan Sia-sia, Tapi Jadi Tempat Pulang Terbaik yang Penuh Makna dan Rasa Lega

5 Juni 2026
Campus League Basketball 2026 Regional Jakarta Season 1 tidak hanya jadi panggung prestasi basket, tapi juga warna baru solusi mobilitas masa depan anak muda dengan motor listrik Polytron MOJOK.CO

Puncak Campus League Basketball 2026 Jakarta S1: Tak Hanya Jadi Panggung Basket tapi Juga Hadirkan Solusi Mobilitas Masa Depan Anak Muda

2 Juni 2026
Peserta nyentrik gowes ke Klaten untuk ikut KLIC Fest 2026. MOJOK.CO

“Onthelis” dari Nusantara Rela Gowes Berhari-hari dengan Sepeda Tua Guna Misi Kebudayaan yang Memukau Para Bule

3 Juni 2026
Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara MOJOK.CO

Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara

5 Juni 2026
Salah paham terhadap paket intimate wedding di wedding organizer (WO) MOJOK.CO

Salah Paham pada Paket Intimate Wedding di WO: Dikira Tekan Biaya padahal Bisa Tetap Mahal, Karena Intimate dan Biaya Itu Dua Hal Berbeda

4 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.