Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Risa Santoso Izinkan Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi: Antara Latihan Jadi Buzzer dan Go Green

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
8 November 2019
A A
Risa Santoso Izinkan Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi: Antara Latihan Jadi Buzzer dan Go Green MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Terobosan yang menarik dari Risa Santoso. Mahasiswa boleh lulus tanpa perlu bikin skripsi. Sebagai gantinya, kamu bisa belajar jadi buzzer yang profesional lewat sebuah proposal.

Kamu sudah habis berapa rim kertas buat melewati proses seperti ini:

Skripsi Revisi 1.docx

Skripsi Revisi 2.docx

Skripsi final.docx

Skripsi final fix.docx

Skripsi final fix banget insyaallah.docx

Skripsi final fix banget insyaallah nggak revisi lagi.docx

Skripsi asshemboh sekarepmu ampuni hamba ya Allah.docx

Selain menghabiskan meteran mental mahasiswa veteran, hujan revisian skripsi nggak sesuai dengan amanat “Save the Earth”. Buang-buang kertas! Sudah boros kertas, kamu ketemu dosen yang naudzubillah nggak paham kalau batasan antara DO dan kabur itu sangat tipis.

Teman saya, seorang jurnalis, memilih untuk kabur dari kampusnya di sebuah kota di Jawa Timur dan memilih langsung kerja di Jogja. Alasannya, dia ketemu dosen yang kalau revisian sudah seperti antara memang super teliti dan seneng nge-prank mahasiswanya. Nge-prank dengan bikin banyak coretan di lembar-lembar skripsian yang seperti tanpa masa depan itu.

Melihat keprihatinan itu, Risa Santoso membuat terobosan. Rektor termuda di Indonesia itu bakal mengizinkan mahasiswanya lulus tanpa perlu bikin skripsi. Rektor Institut Teknologi dan Bisnis ASIA Malang itu seperti paham betul kalau skripsi itu terkadang nggak beda kayak mitos. Sulit diketahui wujud akhirnya.

Risa Santoso benar. Lagian, ribuan lembar kerta bekas revisian itu mau buat apa? Kalau kreatif, sih, masih mungin dikilokan. Menjadi sebuah usaha balas dendam dengan me-monetize kertas bekas revisian brengsek. Biar rasa sakit hatinya sedikit berkurang karena dapat duit. Apa sih yang lebih penting daripada duit sekarang ini?

Ada yang lebih ekstrem lagi dengan membakar kertas hasil revisian skripsi. Sudah boros kertas, masih mencemari udara. Sangat tidak go green. Masih mending kalau kertas-kertas penuh coretan kebencian itu dijadikan bungkus gorengan atau buar cebok sebagai pengganti tisu toilet.

Iklan

Saya sering membayangkan dosen-dosen killer itu bukan lagi revisian, tapi lagi gambar pemandangan. Lihatlah raut muka bahagia mereka ketika bolpen bertinta merah itu menari-nari di atas skripsi yang kamu kerjakan dengan sepenuh jiwa raga. Mereka sedang bernostalgia dengan menggambar dua gunung dengan matahari yang menyembul di antara dua gunung itu.

Maka, mari berterima kasih kepada Risa Santoso karena mengizinkan mahasiswa lulus tanpa skripsi. Terima kasih, Bu Risa Santoso. Sans banget nih rektor, boomer mana ngerti.

Nah, sebagai pengganti skripsi, Risa Santoso mengajak mahasiswa untuk bisa menjawab tuntutan zaman. Di era industri 4.0, mahasiswa sudah harus dekat dengan industri. Menggunakan bahasa Risa Santoso, harus ada “link and match” antara mahasiswa veteran yang mau lulus dengan (calon) dunia kerja.

“Jumlah mahasiswa akan datang dengan sendirinya kalau kualitasnya bagus. Tapi yang terpenting menurut saya adalah dengan kerja sama, dengan program-program yang dibuat dan itu mungkin lebih nyata,” kata Risa Santoso seperti dikutip Kompas.

Nah, sebagai pengganti skripsi, Risa Santoso mengajak mahasiswa untuk lebih pandai bikin “proposal project”. “Mungkin salah satu yang ingin saya terapkan (dari Harvard University) adalah, untuk tugas akhirnya, gimana caranya supaya kita ini lebih membantu mahasiswa untuk siap di dunia kerja. Jadi mereka ini bisa memilih, apakah mau skripsi atau mau bekerja di luar dan membuat project akhir,” tambahnya.

Saya rasa ini ide yang sungguh brilian. Risa Santoso paham betul bahwa salah satu profesi yang tengah menjadi “lahan basah” adalah menjadi buzzer dan SJW. Selain menjadi PNS, dalam waktu 5 tahun ke depan, saya yakin harapan calon mertua nggak hanya punya mantu PNS, tetapi juga buzzer. Apalagi kalau buzzer-nya berstatus PNS.

Sudah kebal hukum, kamu juga bakal punya banyak followers bebal. Tentu saja ekonomimu akan terjamin. Syaratnya gampang banget dan Risa Santoso memahaminya, yaitu proposal. Bagi banyak buzzer dan SJW, bikin proposal itu susah lho. Menentukan target audience, bikin wording, jam berapa harus unggah hoaks, menyepakati kalimat sanggahan, dan lain sebagainya.

Hal-hal itu harus ada di dalam proposal biar calon klien yakin kamu buzzer yang kerjanya rapi. Biar klien yakin, kalau viral dan jadi perhatian polisi, mereka nggak akan terseret. Latihan bikin proposal ini life skill yang perlu dikuasai milenial dan Gen Z.

Ketimbang bikin skripsi yang nggak go green, kita bisa mulai belajar bikin proposal dalam bentuk pdf. Lebih artsy tentunya, colorful, dan user friendly. Inspiratif, Bu Risa Santoso.

BACA JUGA Skripsi SJW, Solusi Karya Ilmiah yang Ramah Lingkungan atau tulisan YAMADIPATI SENO lainnya.

Terakhir diperbarui pada 8 November 2019 oleh

Tags: buzzerDosengo greenPNSrektor termudarevisirevisian skripsirisa santososkripsi
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Lulusan S2 Jepang nggak mau jadi dosen, pilih kerja di Australia. MOJOK.CO
Sekolahan

Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas

29 April 2026
Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS
Pojokan

Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS

28 April 2026
PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO
Urban

Jadi PNS di Desa Luar Jawa Lebih Sejahtera daripada di Kota, Ilmu Nggak Sia-sia dan Nggak Makan Gaji Buta

20 April 2026
Orang Desa Nggak Cocok Jadi PNS Jika Tak Punya Ilmu Menjilat Atasan. MOJOK.CO
Urban

PNS Tinggalkan Suasana Slow Living di Desa karena Muak dengan Teman Kantor yang Suka Menjilat Atasan, Ujungnya Malah Bernasib Lebih Buruk

17 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menikmati Kenyamanan di Candi Plaosan, Hidden Gem Klaten dengan Nuansa Magis nan Elok untuk Healing Mojok.co

Menikmati Kenyamanan di Candi Plaosan, Hidden Gem Klaten dengan Nuansa Magis nan Elok untuk Healing

24 April 2026
Setelah Little Aresha, Mengapa Orang Tua Tetap Harus Percaya pada Daycare? MOJOK.CO

Setelah Little Aresha, Mengapa Orang Tua Tetap Harus Percaya pada Daycare?

29 April 2026
Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026 undang pecinta sepeda dari seluruh negeri hingga internasional MOJOK.CO

Klaten International Cycling Festival 2026: Gowes Asyik Sepeda Klasik di Klaten bareng Pencinta Sepeda Mancanegara

28 April 2026
Amplop nikahan jadi kebingungan untuk fresh graduate di Jakarta

Dilema Hadiri Nikahan Rekan Kerja di Jakarta, Gaji Tak Seberapa tapi Gengsi kalau Isi Amplop Sekadarnya

24 April 2026
Gaji magang di Jakarta bisa beli iPhone gak kayak kerja di Jogja

Magang di Jakarta Terkesima Terima Gaji 2 Kali UMR saat Kerja di Jogja, Hidup Bisa Foya-foya dan Tak Menderita

28 April 2026
Omong kosong berkebun untuk slow living di desa. Punya kebun di desa justru menderita karena tanaman dirampok warga MOJOK.CO

Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki

23 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.