Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Mendukung Klaim Indonesia Sebagai Negara Tersantai di Dunia

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
23 Januari 2019
A A
Indonesia negera tersantai MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Indonesia itu negara tersantai di dunia sesuai riset Lastminute. Ini klaim yang benar adanya dan wajib didukung. Bahkan dipertahankan untuk tahun depan.

Lastminute, sebuah penyedia jasa layanan perjalanan di Eropa baru saja menempatkan Indonesia sebagai negara paling santai di dunia. Kamu bisa baca sendiri soal pembuatan peringkat dan sampel yang digunakan lewat situsweb mereka.

Kebetulan, Beritagar sudah menyarikannya menjadi sebuah artikel. Jadi, kalau ada yang salah diterjemahkan, atau “tidak lengkap” dicantumkan, silakan salahkan Beritagar. Hehe…

Nah, buat kamu yang malas membaca sebuah artikel tapi cukup puas baca judul saja, seperti kebanyakan netijen Indonesia, saya kasih deh parameter yang bikin Indonesia sebagai tersantai di dunia.

Beberapa parameter yang digunakan adalah polusi suara dan cahaya, suhu, jumlah hari libur, serta jumlah spa di negara yang diukur. Hasilnya, Indonesia menempati peringkat pertama. Pertingkat kedua ada tetangga kita, Australia. Peringkat ketiga sendiri diisi oleh Filipina.

Sementara itu, yang menjadi destinasi terbaik 2019 adalah Selandia Baru dan Sri Lanka. Keduanya menempati peringkat keempat dan kelima dalam daftar negara tersantai di dunia. Nah, mari kita masuk ke dalam parameter yang lebih spesifik.

Hasil penelitian Lastminute menemukan bahwa Indonesia punya garis pantai yang sangat panjang, lebih dari 88 ribu kilometer. Nusantara ini pun terpilih sebagai negara dengan pantai terbaik untuk bersantai. Indonesia juga termasuk negara hijau karena punya lebih dari 186 ruang hijau. Suhu rata-rata 25 derajat, tidak panas tidak dingin, cocok menjadi tempat tinggal.

Perlu juga dicatat bahwa Beritagar menulis di sini ada 66 spa dan retret kesehatan. Untuk menikmati itu semua, pekerja di di Indonesia mendapatkan keleluasaan libur rata-rata 30 hari per tahun.

Apakah sudah semua? Nanti dulu. Ada satu lagi parameter yang dituliskan oleh Beritagar. Parameter yang dimaksud adalah (pemenuhan) hak-hak pribadi warga negara. Satu parameter ini tidak dijelaskan lebih lanjut. Tidak seperti ketika menjelaskan bahwa ada 88 ribu kilometer garis pantai atau ada 66 spa dan retret kesehatan yang menjadikan Indonesia siap menawarkan pengalaman bersantai terbaik.

Dari peringkat yang dibuat Lastminute, Indonesia berada di posisi 14 atau kedua terbawah dari 15 negara yang memperhatikan hak asasi warganya. Mungkin Beritagar dan Lastminute lupa memberikan penjelasan. Maklum, kalau tidak dijelaskan, pembaca bisa nggak tahu kalau di Indonesia ini semua hak asasi warga negaranya selalu diperhatikan.

Saat ini, di Indonesia, semua pemeluk agama bisa beribadah dengan nyaman, tenang, dan tidak merasa terancam. Bhineka Tunggal Ika sudah diserap secara paripurna. Pancasila menjadi pegangan hidup masing-masing. Saking santainya dengan perbedaan, ada pemeluk agama yang beribadah di trotoar. Bahagia betul mereka. Sampai-sampai tidak perlu di dalam rumah ibadah untuk menyembah Tuhan.

Nusantara ini juga tidak mempermasalahkan ketika ada sebuah simbol keagamaan tertentu di tengah makam agama lain. Tidak ada yang namanya dipermasalahkan, sampai perlu membuat surat pernyataan bersedia ketika simbol agamanya dipotong.

Nah, terbaru, di sebuah daerah, ada sebuah mozaik di tengah jalan yang dikagumi dan dirayakan banyak orang. Mozaik yang katanya menyerupai simbol agama tertentu itu ramai dirayakan. Banyak yang bahagia karena mozaik yang sebetulnya tidak dimaksudkan menyerupai simbol agama tertentu itu dibuat begitu indah.

Akidah dan iman rakyat di Indonesia sudah sangat kuat dan tebal. Jadi, meskipun menyerupai simbol agama tertentu, mozaik itu dipuji karena keindahannya, tanpa mempermasalahkan beberapa tuduhan. Ahh cuma tuduhan saja. Santai saja, simbol atau mozaik apalah itu nggak ada apa-apanya di depan iman yang kuat.

Iklan

Mundur jauh ke belakang, Indonesia ini juga sangat santai dengan pemenuhan hak-hak kaum difabel dan mereka yang berbeda preferensi seksualnya. Semuanya berjalan dengan baik, bahkan diberi tempat dan perhatian.

Oya, bahkan perempuan bekerja dan berpendidikan tinggi pun tidak diberangus haknya karena dianggap akan menggangu dominasi kaum laki-laki cupet. Bahkan, sebuah penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang berpendidikan tinggi cenderung membuat anaknya tidak miskin. Di sini, semuanya itu sudah diberikan tempat dengan santai karena semua manusia itu pada dasarnya setara, baik hak maupun kewajiban.

Jadi, klaim negara ini sebagai negara tersantai di dunia itu sangat benar adanya. Baik alam dan tempat spa hingga 66 biji, hingga pemenuhan hak-hak dasar, semuanya sudah ada di Indonesia. Damn, I love Indonesia!

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2021 oleh

Tags: Indonesiaintoleransinegara tersantaiToleransi
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Warteg Singapura vs Indonesia: Perbedaan Kualitas Langit-Bumi MOJOK.CO
Esai

Membandingkan Warteg di Singapura, Negara Tersehat di Dunia, dengan Indonesia: Perbedaan Kualitasnya Bagai Langit dan Bumi

22 Desember 2025
Dari Pakistan, Menemukan Cinta di Universitas Sanata Dharma MOJOK.CO
Esai

Kisah Seorang Pengelana dari Pakistan yang Menemukan Indahnya Toleransi di Universitas Sanata Dharma

19 November 2025
intoleransi, ormas.MOJOK.CO
Ragam

Pemda dan Ormas Agama, “Dalang” di Balik Maraknya Intoleransi di Indonesia

19 September 2025
kerja sama indonesia prancis.MOJOK.CO
Sosial

Indonesia-Prancis Teken Kerja Sama Perfilman di Candi Borobudur, Angin Segar Industri Sinema Tanah Air

29 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita Pedagang Es Teh Jumbo: Miskin, Disiksa Israel dan Amerika MOJOK.CO

Semakin Berat Perjuangan Pedagang Es Teh Jumbo: Sudah Margin Keuntungan Sangat Tipis Sekarang Terancam Makin Merana karena Kenaikan Harga

9 April 2026
Hasutan dan jebakan orang minta donasi di Stasiun Tugu Jogja, ternyata berkedok penipuan MOJOK.CO

Turun Stasiun Tugu Jogja Muak sama Orang Minta Donasi: Tidak Jujur Sejak Awal, Jual Kesedihan Endingnya Jebakan

5 April 2026
Bangun rumah bertingkat 2 di desa pelosok Grobogan gara-gara sinetron MOJOK.CO

Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan

10 April 2026
Vera Nur Fadiya, kuliah di jurusan sepi peminat (Matematika) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, jadi jalan wakili mimpi orang tua MOJOK.CO

Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah

11 April 2026
Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan” MOJOK.CO

Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan”

10 April 2026
Ribetnya urusan sama pesilat. Rivalitas perguruan pencak silat seperti PSHT dan PSHW (SH Winongo) bikin masalah sepele jadi alasan rusuh MOJOK.CO

Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial

7 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.