Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Film Joker Sudah ‘Gelap’ Sejak dari Trailernya

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
29 Agustus 2019
A A
Joker MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Trailer film Joker berhasil membangun kengerian tentang seorang manusia yang jatuh ke dalam fase depresi terdalam. Sebuah horor akan penolakan keberadaan manusia. Film yang patut dinanti.

Kejahatan terbesar manusia adalah menolak keberadaan orang lain. Ketika ditolak, dibuang, dipermalukan, dan dibantai di depan banyak orang, kamu akan merasakan horor terbesar itu. Ketika keberadaanmu sama dengan tidak ada, ditertawakan, dianggap sepele.

Trailer kedua dan pamungkas dari film Joker dibuka dengan sebuah penolakan itu. Arthur Fleck, nama asli dari musuh paling pribadi dari Batman itu hanya berusaha menghibur seorang anak kecil di dalam sebuah bus. Seperti makna dari clown, ‘badut’ yang sejatinya menghibur di tengah sebuah pesta, Arthur Fleck berusaha menularkan kelucuan dari dalam dirinya kepada orang lain.

Tapi ia ditolak. Keberadaannya dianggap menggangu oleh ibu dari si anak itu. Ironi di balik nama Joker dimulai dari sini, dari penolakan.

Trailer film Joker lalu bergulir ke sebuah adegan di mana terapis dari Arthur Fleck yang mengabarkan kabar buruk. Si terapis menyampaikan kalau pertemuan mereka malam itu akan menjadi pertemuan terakhir. Arthur mendengarkan kalimat si terapis dengan saksama.

Seperti sedang mendesis, Arthur menjawab, “You just asking the same question every week. ‘How’s your job, are you having a negative thoughts?’ All I have a negative thought.”

Arthur memfokuskan dirinya kepada kabar buruk dari si terapis. Ia seperti mengimani keberadaan kabar buruk itu. Sebuah respons yang sukses membuat si terapis tertegun, lalu diam dalam keprihatinan.

Percakapan antara Arthur dan si terapis dibalut oleh adegan lain ketika seorang badut di-bully oleh society. Bagaimana papan yang ia bawa untuk “mengamen” direbut. Bagaimana kepalanya dihantam oleh papannya sendiri di sebuah gang. Sebuah latar tempat favorit untuk adegan pem-bully-an di film-film Hollywood.

Horor penolakan kepada keberadaan seseorang itu seperti mengantam saya. Sukses membuat saya membangun narasi film Joker di dalam kepala; seorang psychopath in the making. Bagaimana manusia dihadapkan kepada banyak masalah, membentuk fase depresi secara perlahan. Seperti api itu panas dan es itu dingin, fase depresi itu adalah sebuah kepastian.

Setelah keberadaannya ditolak, Arthur masuk babak dipermalukan. Arthur adalah seorang artis stand-up comedy yang gagal. Di sebuah acara televisi yang diasuh oleh Murray Franklin (Robert De Niro), Arthur dipermalukan secara nasional.

Untuk membangun efek malu yang begitu dahsyat, trailer film Joker menampilkan scene Arthur yang sedang berada di rumah sakit. Dia sedang menunggui ibunya yang tengah sakit dan butuh bantuan alat sebagai penopang hidupnya. Arthur menemukan dirinya dipermalukan ketika berada dalam fase kesedihan yang mendalam.

Bagaimana rasanya ketika kamu sudah ditolak oleh society, lalu dipermalukan di depan ribuan orang secara langsung? Rasanya seperti pukulan ke ulu hati yang begitu telak, menohok. Membuatmu bertanya-tanya, “Apakah keberadaanku memang dibutuhkan?” Arthur pun mempertanyakan eksistensi dirinya sendiri di dalam trailer.

Fase depresi yang memuncak, disempurnakan oleh “pembantaian karakter”. Di dalam trailer, Arthur bertemu secara langsung oleh Thomas Wayne. Betul, dia ayah dari Bruce Wayne alias Batman. Yang di tahun-tahun mendatang, Joker menjadi musuh pribadi, dan mungkin paling menyulitkan, bagi Batman.

Thomas Wayne, orang paling kaya di Gotham, tokoh yang digunakan untuk membangun dikotomi kaya dan miskin. Bagaimana yang kaya lebih berkuasa ketimbang kamu yang miskin. Trailer film Joker menggambarkan pembantaian karakter ini dengan sebuah pukulan telak dari Thomas Wayne ke wajah Arthur.

Iklan

Ketika depresi itu memuncak, Arthur berusaha melesapkan keberadaannya dalam balutan riasan wajah, mengecat rambutnya menjadi warna hijau, dan berusaha tersenyum lebar. Ia bertranformasi dari badut yang bersahabat, menjadi The Clown. Badut yang memuja kekacauan sebagai bentuk kondisi jiwanya.

Joaquin Phoenix, sebagai pemeran Joker, mendalami betul karakter yang dia garap. Salah satu signature dari sosok Joker adalah tawanya yang mengintimidasi. Demi menemukan cara tertawa paling mengerikan, Joaquin melakukan sebuah riset.

Joaquin menghabiskan banyak waktu untuk menonton video orang-orang yang menderita pathological laughter atau gangguan syaraf yang membuat seseorang tertawa secara tidak terkontrol.

Cara tertawa yang ikonik ini menyempurnakan film Joker ala Joaquin yang sudah bertranformasi dengan riasan wajah dan rambut berwarna hijau itu. Dan sukses betul, tawa itu begitu mengganggu, sekaligus dengan mudah menjelaskan isi kepala dari orang yang sedang depresi.

Kekacauan yang dicintai oleh Joker digambarkan dengan penggambaran kerusuhan di dalam kereta bawah tanah dan di depan Wayne Hall yang sedang menayangkan (atau mementaskan) Modern Times, film Charlie Chaplin. Sebuah penggambaran ironi akan roda modernitas yang dipacu oleh orang kaya dan menekan orang terbuang di New York era 80an. Sebuah vendetta sedang diorkrestrai oleh Joker.

Film Joker adalah film stand alone atau terpisah dari film-film DC lainnya. Todd Phillips sebagai sutradara ingin membangun cerita orisinal dari Joker, meskipun tidak menggunakan bangunan cerita di dalam komiknya. Film “superhero” atau bisa juga kamu sebut sebagai anti-hero ini akan tayang pada 4 Oktober 2019 di Amerika Serikat. Belum ada jadwal tayang yang pasti untuk layar Indonesia.

Melihat kusamnya performa film-film DC sebelumnya, Joker sudah terlihat akan menonjol. Mungkin bisa berdiri berdampingin dengan dua seri Batman garapan Nolan yang monumental. Cameron Bailey, Direktur Artistik Toronto Film Festival memuji habis-habisan film ini. Saking bagusnya, Joker diprediksi bisa menang Oscar.

Jika itu terjadi, Oscar ini akan menjadi yang pertama bagi Joaquin Pheonix yang sudah beberapa kali masuk nominasi. So, silakan nikmati horor yang berhasil dibangun dari sebuah trailer. Horor tentang kehidupan manusia.

Send in the clown…

BACA JUGA Menghitung Kekayaan Bruce Wayne atau artikel Yamadipati Seno lainnya.

Terakhir diperbarui pada 29 Agustus 2019 oleh

Tags: batmanDC Universedepresifilm jokergangguan jiwaJoker
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

kesehatan mental dan stigma odgj mojok.co
Sehari-hari

Indonesia Darurat Depresi pada Remaja: Jangan Pernah Takut Mencari Bantuan Masalah Kesehatan Mental

31 Juli 2026
Ilustrasi Mie Ayam di Jogja, Penawar Kesepian dan Siksaan Kemiskinan (Unsplash)
Pojokan

Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam

19 Januari 2026
Komiteman Sleman atasi stunting dan gangguan jiwa MOJOK.CO
Kesehatan

Hasil Manis Upaya Dinkes Sleman Turunkan Angka Stunting

11 Desember 2024
Derita caleg gagal di Wonogiri.mojok.co
Liputan

Caleg di Wonogiri Alami Gangguan Jiwa dan Terlilit Utang Ratusan Juta karena Kalah di Pemilu

7 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Yamaha Sigma motor kelas bawah tapi paling bisa diandalkan MOJOK.CO

Yamaha Sigma adalah Motor pertama di Jogja hasil lungsuran dari bapak dan jadi saksi momen-momen paling serius dalam hidup saya

28 Juli 2026
kesehatan mental dan stigma odgj mojok.co

Indonesia Darurat Depresi pada Remaja: Jangan Pernah Takut Mencari Bantuan Masalah Kesehatan Mental

31 Juli 2026
Akademisi UGM kritik RUU Sisdiknas karena belum menjawab tantangan pendidikan nasional di masa mendatang MOJOK.CO

RUU Sisdiknas Dinilai Belum Jawab Tantangan Pendidikan hingga Menyoal Relevansi Perguruan Tinggi Kedinasan

28 Juli 2026
MBG untuk sahur dan berbuka di bulan Ramadan

Putusan MK Perlu Diapresiasi, tapi Anggaran MBG Harus Tetap Keluar dari Dana Pendidikan Mulai 2027

30 Juli 2026
Hal-hal yang bisa ditemukan di warung madura tapi tidak dimiliki di Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih MOJOK.CO

Hal-hal yang Bisa Ditemukan di Warung Madura tapi Tidak Ada di Koperasi Desa (Kopdes), Cukup “Berlainan” jika Disandingkan

28 Juli 2026
cut off pertemanan. MOJOK.CO

10 Tahun Persahabatan Berujung Cut Off Mengajari Saya Satu Hal: Kita Bukan Jahat, tapi Memang Sudah Tak Sejalan

31 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.