Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Dandhy Laksono-Ananda Badudu Ditangkap, Penyebar Hoaks Ambulans Bawa Batu Malah Aman

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
27 September 2019
A A
ananda badudu dandhy laksono ditangkap alasan pasal surat penangkapan hoaks ambulans bawa batu tmcpoldametro jokowi wiranto

ananda badudu dandhy laksono ditangkap alasan pasal surat penangkapan hoaks ambulans bawa batu tmcpoldametro jokowi wiranto

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Penyebar hoaks ambulans bawa batu seperti Denny Siregar tidur nyenyak, sementara Dandhy Laksono dan Ananda Badudu ditangkap polisi.

Nalar.

Iklan

Nggak perlu logika sundul langit untuk mengambil sebuah kesimpulan bahwa pembuat dan penyebar hoaks perlu diadili. Akibat dari hoaks sudah kamu rasakan betul di ontran-ontran Pilpres 2014 dan 2019. Ketika hoaks diresonansikan oleh buzzer dengan pengaruh besar dan diamini begitu saja, perlahan, kebohongan itu yang menggantikan fakta.

Negara ini konon memerangi hoaks. Undang-undang disusun dengan nalar itu. Namun, yang kita saksikan dalam beberapa hari ini justru peristiwa tanpa nalar. Peristiwa tanpa nalar ketika mereka yang membuat dan menyebarkan hoaks lolos dari jerat hukum.

Sementara itu, mereka yang menyuarakan kebenaran, berjuang untuk orang banyak, mewakafkan waktu dan tenaga untuk keselamatan orang lain, justru dicokok. Malam-malam yang pendek Dandhy Dwi Laksono dan Ananda Badudu diisi dengan ketidakadilan. Sementara itu, penyebar hoaks, buzzer-buzzer Istana macam Denny Siregar dan Murtadha One bisa tidur nyenyak berbantalkan kebohongan.

Kita ambil satu contoh paling terang. Polda Metro Jaya, lewat akun Twitter dan Instagram resmi mereka, menyebarkan hoaks bahwa ada ambulans milik Pemda DKI Jakarta yang membawa batu dan bensin untuk pendemo. Sementara itu, buzzer–buzzer masuk angin sudah lebih dulu meresonansikan hoaks lewat akun pribadi dengan ribuan follower mereka. Bahkan, buzzer ini lebih cepat update. Jagoan betul jadwal twit mereka. Pastilah berkat bimbingan Kakak Pembina.

Polda Metro Jaya menghapus twit ambulans bawa batu setelah tahu kalau kabar yang mereka sebarkan adalah kabar bohong. Mereka pun sudah mengakui kesalahan itu dan meminta maaf. Sementara itu, buzzer-buzzer Istana masih dengan congkaknya enggan mengakui kesalahan mereka.

Ohh, mereka tidak bisa menghindar dari kesalahan menyebarkan hoaks. Data dan catatan jejak digital menjegal langkah mereka untuk menghindar. Adalah Ismail Fahmi, pendiri Media Kernels Indonesia dan dikenal dengan nama “Drone Emprit” membuat analisis yang berhasil menangkap influencer yang mendengungkan hoaks ambulans bawa batu.

Saya dicolek mas @DamarJuniarto, Gus @syaltout, dan Kang Mas @anjarisme soal mobil ambulans milik Pemprov DKI (Anies Baswedan) yg dituduh membawa batu dan bensin untuk demonstran.

Drone Emprit membuat analisis, karena sas-sus ini menimbulkan keresahan publik yang luas seharian. pic.twitter.com/StD6QKuTRt

— Ismail Fahmi (@ismailfahmi) September 26, 2019

Drone Emprit menangkap beberapa kecenderungan. Ketika demo terjadi dan kebutuhan akan ambulans meningkat, nama Ananda Badudu menjadi influencer paling berpengaruh. Ananda Badudu, awak band Banda Neira, itu memang membuka akun donasi di Kita Bisa untuk mengumpulkan dana.

Dana itu digunakan Ananda Badudu untuk menyediakan logistik penting bagi mereka yang demo, yaitu ketersediaan air minum dan menyediakan ambulans dan suplai medis untuk mereka yang terluka. Oleh sebab itu, pada periode 24 hingga 26 September 2019, ketika mencari dengan kata kunci “ambulans” atau “ambulan”, nama Ananda Badudu yang muncul. Ananda Badudu sangat aktif menangkap dan menyebarkan informasi daerah mana yang butuh air dan ambulans.

Koordinasi kemanusiaan yang Ananda Badudu galang lewat media sosial jelas perbuatan yang mulia. Membuka akun donasi, menyalurkan bantuan secara intens, dan mengontrol keuangan secara terbuka bukan pekerjaan voluntary yang bisa dikerjakan semua orang.

Malam 25 September 2019, kata kunci ambulan/ambulans menunjukkan kecenderungan yang berbeda. Inilah saat-saat ketika hoaks ambulans bawa batu mulai dibikin ramai. Menengok peta SNA yang dianalisis Drone Emprit, top influencer yang tertangkap adalah akun Polda Metro Jaya, @OneMurtadha, @P3nj3l4j4h, @digembok, dan @DennySiregar7.

Buzzer-buzzer Istana ini memobilisasi teman-teman influencer lainnya. Isi pesan dan videonya juga senada. Orkestrasi hoaks pun dimulai.

Iklan

Pukul 04.00 pagi pada 26 September 2019, isu ambulans bawa batu mulai ramai. Buzzer-buzzer mulai menyerang dan menuduh. Semakin gaduh ketika media-media online dan teve ikut memberitakan. Kontra narasi akan hoaks itu pun, untungnya, jauh lebih kuat. Dandhy Laksono dan Tirto ID merupakan salah satu kekuatan yang mencoba melawan atau menjernihkan.

Yang ingin saya katakan adalah: dari analisis Drone Emprit, kita bisa melihat siapa saja meresonansikan hoaks. Polisi menjadi salah satunya dan hingga sampai saat ini tidak ada kabar yang menyebutkan polisi menghukum dirinya sendiri karena menyebarkan hoaks. Bagaimana dengan Denny Siregar dan buzzer lainnya? Kopi lancar, tidur nyenyak pastinya.

Nalar.

Nalar apa yang ada di sana? ketika mereka yang menyebarkan hoaks aman-aman saja, sementara Dandhy Laksono yang mengungkap kebenaran malah dijadikan tersangka. Nalar apa yang ada di sana ketika Ananda Badudu ditangkap dan dituduh membiayai demo mahasiswa?

Terkadang, atau mungkin sering, rakyat diposisikan sebagai sekumpulan orang bodoh, buta informasi, dan penurut. Disodori ketidakadilan rakyat akan diam. Disuapi sampah, rakyat tidak akan melawan. Langkah menersangkakan Dandhy Laksono dan menangkap Ananda Badudu sangat menggambarkan paradigma pemerintah dan petugas hukum itu.

Jokowi tidak mau kita meragukan niatnya menegakkan demokrasi. Jokowi memang tidak bisa mengintervensi hukum. Namun, sebagai Presiden negara besar, Jokowi punya kekuatan untuk mencegah kriminalisasi Dandhy Laksono dan Ananda Badudu.

Protes mahasiswa dan rakyat tidak ingin melengserkan Jokowi. Protes ini ingin “menjawil” Jokowi untuk bergerak berdasarkan aspirasi rakyat, bukan “titipan” dari generasi tua dan cukong-cukong peraturan di DPR sana.

BACA JUGA Bukan Cuma Opini, Kini Fakta Sejarah Juga Bisa Mencemarkan Nama Baik atau artikel Yamadipati Seno lainnya.

 

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2021 oleh

Tags: ambulan bawa batuananda badudubuzzer Jokowidandhy laksonodenny siregarhoaksjokowi
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO
Otomojok

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi.MOJOK.CO
Kabar

Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi

7 Maret 2025
3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini MOJOK.CO
Esai

3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini

26 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Beralih dari profesi dokter ke petani di Klaten. MOJOK.CO

Resah Jadi Dokter: Tangani Pasien Petani dengan Keluhan Sama, Pilih Turun ke Sawah demi “Menyembuhkan” Tanah

13 Juli 2026
Truk sampah di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

Mengais Asa di TPA Troketon, Benteng Terakhir Penghidupan Warga Klaten

10 Juli 2026
Koperasi Kelurahan di Banjarsari, Surakarta, bukukan omzet ratusan juta MOJOK.CO

Cerita Koperasi di Banjarsari Surakarta: Berawal dari Garasi, Bukukan Omzet Ratusan Juta?

12 Juli 2026
Ketika Militer Masuk Sekolah: Mengobati Gejala, Melupakan Akar Masalah MOJOK.CO

Ketika Militer Masuk Sekolah: Mengobati Gejala, Melupakan Akar Masalah

8 Juli 2026
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyerahkan hibah daerah ke ormas, tempat ibadah, dan para seniman MOJOK.CO

Hibah Pemkab Sleman untuk Ormas, Tempat Ibadah, dan Seniman: Serahkan Ratusan-Miliaran Juta untuk Dioptimalkan

10 Juli 2026
Selain ke petugas Sensus Ekonomi, warga desa juga jengah dengan program sensus dari mahasiswa KKN MOJOK.CO

Warga Desa Juga Jengah dengan Sensus dari Mahasiswa KKN: Tak Nemu Gunanya, Tak Srawung tapi Korek Privasi Orang

8 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.