Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Hasil Jerman vs Meksiko: Skor 0-1, Juara Bertahan Tumbang

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
17 Juni 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Laga Jerman vs Meksiko menjadi gambaran bahwa persiapan yang matang adalah modal yang kuat untuk mengatasi sang unggulan pertama. Tumbang juara bertahan.

Mojok Institute sudah mewanti-wanti bahwa meski menjagokan Jerman, timnas Meksiko bisa sangat menyebalkan. Ketika membuat prediksi, kami menulis begini:

“Apakah laga Jerman vs Meksiko bisa berakhir anti-klimaks? Ya tentu saja bisa. Meksiko adalah sebuah tim yang tidak boleh diremehkan. Performa mereka di kompetisi resmi tidak main-main. Meski tetap saja kalah oleh lawan-lawannya, Los Tricolores sungguh sulit dikalahkan. Meksiko berbeda dengan tim-tim dari Amerika Tengah lainnya. Mereka lebih terkoordinasi dan punya serangan balik yang menyebalkan.”

Meksiko lebih punya koordinasi yang lebih meyakinkan ketimbang negara-negara Amerika Tengah lainnya. Mereka lebih modern dan Laga Jerman vs Meksiko ini menegaskan kelebihan itu. Apalagi, serangan balik Meksiko, benar-benar meledak, menjadi alat untuk menyakiti Jerman secara telak. Sebuah kealpaan yang sangat jarang terlihat dari timnas Jerman.

Begitu mulai laga, Jerman langsung menunjukkan intensi untuk mengasai lini tengah secepatnya. Duet Sami Khedira dan Toni Kroos punya jangkauan umpan yang luas, pun ditunjang dengan akurasi yang sangat baik. Sementara itu, pemosisian diri Mesut Ozil dan dua pemain di sisi lapangan, Thomas Muller dan Julian Draxler juga sangat tepat. Dengan bentuk ini, Jerman mudah mem-bypass lini tengah Meksiko menggunakan umpan pendek.

Ketika lebih nyaman menguasai lapangan tengah, juara bertahan Piala Dunia ini lebih mudah mensirkulasikan bila ke dua sisi lapangan. Muller dan Draxler yang banyak bergerak ke dalam, didukung oleh dua bek sayap yang agresif membantu serangan, Joshua Kimmich di kanan dan Marvin Plattenhardt di sisi kiri.

Posisi Kimmich dan Plattenhardt tidak selalu satu garis, melainkan seperti posisi timba, satu lebih tinggi, satunya lebih rendah. Maksudnya untuk menjaga kedalaman ketika salah satu naik lebih tinggi. Kimmich sendiri menjadi bek sayap yang lebih agresif ketimbang Plattenhardt. Cara ini sebenarnya sudah sangat ideal untuk membongkar bentuk pertahanan Meksiko yang kompak dan rapat.

Namun, ketika tidak dieksekusi dengan sempurna dan konsisten, bentuk offensive ini menjadi senjata makan tuan. Meksiko sendiri nampaknya sudah menyiapkan jebakan untuk merespons cara bermain Jerman ini. ketika Kimmich naik, Hirving Lovano tidak selalu mengikutinya hingga ke wilayah sendiri. Lozano banyak menghentikan aksi mundur di sekitar garis tengah lapangan.

Dengan begitu, pemain sayap PSV tersebut bisa menjadi kanal serangan balik lantaran dirinya tidak terlalu “mepet” dengan Kimmich. Dan inilah yang memang terjadi dan diincar Meksiko. Satu serangan balik, Lozano melesat cepat mengkeksploitasi sisi kanan Jerman yang sangat lega. Seperti pemudik yang mendapati jalan tol yang lengang, Lozano menginjak pedal gas dalam-dalam.

Kecepatan dan olah bola yang baik adalah kelebihan Lozano. Ia sangat dominan di situasi satu lawan satu. Gol Lozano menjadi penegasan bahwa laga Jerman vs Meksiko akan menjadi sangat berat bagi juara bertahan. Ketika sang juara bertahan lebih menyerang di babak kedua, laga Jerman vs Meksiko menjadi pameran serangan balik. Kelebihan Meksiko untuk menyakiti lawan-lawan mereka.

Jika melihat cara bermain dan performa di atas lapangan, jujur saja Jerman tidak kesulitan untuk masuk ke dalam kotak penalti Meksiko. Bahkan beberapa kali, baik Draxler maupun Marco Reus yang masuk di babak kedua bisa menerima bola chip dari Jerome Boateng dari lini kedua. Namun sayang, bola akhir tidak pernah benar-benar mengancam kiper Meksiko, Ochoa. Pun percobaan tembakan dari luar kotak penalti tidak mutlak menjadi ancaman.

Di tengah situasi Meksiko yang bertahan dengan blok yang rapat dan dengan kompaksi yang “cukup” terjaga, Jerman gagal memaksimalkan lebar lapangan, terutama dari sisi kiri. Baik Draxler maupun Timo Werner terlalu masuk ke dalam kotak penalti. Sementara itu, Plattenhardt lebih banyak menjaga kedalaman lantaran hampir semua pemain naik satu garis.

Masuknya Mario Gomez pun tiada berarti lantaran tidak ada bola matang yang masuk ke kotak penalti. Umpan silang Jerman lebih terasa sporadik, asal masuk ke kotak penalti saja. Alhasil, barisan pertahana Meksiko lebih mudah untuk melakan sapuan dan blok tembakan.

Laju Jerman di Piala Dunia 2018 memang terasa perlahan, bahkan tersendat. Kekalahan yang sangat pahit ketika tim Anda menjadi unggulan pertama. Pelajaran kehidupan yang terasa seperti pukulan jab tepat ke ulu hati.

Terakhir diperbarui pada 21 Juni 2018 oleh

Tags: hasil piala dunia 2018jermanjerman vs meksikomeksikopiala dunia 2018
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Lepas status WNI dan paspor Indonesia, hidup lebih mudah usai pindah kerja di Jerman MOJOK.CO
Urban

Lepas WNI karena Hidup Serba Susah dan Nelangsa di Indonesia, Hidup Jadi Lebih Mudah usai Pindah ke Jerman

10 Maret 2026
Ironi kerja di Jerman lewat program Au Pair, nyaris gagal kuliah S2. MOJOK.CO
Sehari-hari

Ironi Kejar Mimpi Kuliah S2 di Jerman: Bisa Kerja sambil Numpang Gratis di Rumah Warga, tapi Diremehkan sampai Diusir Majikan

4 Maret 2026
kulturpass untuk anak muda di jerman mojok.co
Sosial

3 Negara Ini Ngongkosin Anak Mudanya untuk Nonton Konser, Film, dan Beli Buku. Indonesia Kapan?

1 Agustus 2023
ovidi gusman anak kartel narkoba meksiko el chapo mojok.co
Esai

El Chapo dan Monster Hidra Bernama Imperialisme  

15 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dosen Poltani Kupang sekaligus Ahli Peternakan dapat dana LPDP. MOJOK.CO

Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 

18 Maret 2026
penyiraman air keras.MOJOK.CO

Negara Harus Usut Tuntas Dalang Penyiraman Air Keras ke Aktivis HAM, Jangan Langgengkan Impunitas

16 Maret 2026
Sekolah penerima manfaat beasiswa JPD Pemkot Jogja

Beasiswa JPD Jadi Harapan Siswa di Jogja untuk Sekolah, padahal Hampir Berhenti karena Broken Home

17 Maret 2026
Ambisi beli mobil pribadi Toyota Avanza di usia 23 biar disegani. Berujung sumpek sendiri karena tetangga di desa cuma bisa iri-dengki dan seenaknya sendiri berekspektasi MOJOK.CO

Ambisi Beli Mobil Avanza di Usia 23 Demi Disegani di Desa, Berujung Sumpek karena Ekspektasi dan Tetangga Iri-Dengki

15 Maret 2026
burjo atau warmindo bikin rindu anak rantau dari Jogja ke Jakarta. MOJOK.CO

Anak Rantau di Jogja Menyesal ke Jakarta, Tak Ada Burjo atau Warmindo sebagai Penyelamat Karjimut Bertahan Hidup

16 Maret 2026
Rasa Sanga (7): Membaca Ajaran Sunan Kudus dari Sebungkus Garang Asem yang Pedas, Kecut, dan Segar.MOJOK.CO

Rasa Sanga (7): Membaca Ajaran Sunan Kudus dari Sebungkus Garang Asem yang Pedas, Kecut, dan Segar

16 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.