fbpx

MOJOK.COGagal memperkuat timnas Indonesia di Asian Games 2018, Ezra Walian menulis surat terbuka. Ia menutup surat dengan, “Garuda will always in my heart.”

Konon, target timnas Indonesia di Asian Games 2018 adalah babak semifinal. Memang, untuk target tidak bisa dibantah mengingat lawan-lawan di Asia Tenggara yang semakin meningkat levelnya. Jalan mewujudkan target tersebut akan terasa sungguh berat. Apalagi ketika sebelum kompetisi dimulai, Indonesia sudah menerima kabar buruk.

Ekspektasi itu terasa cukup tinggi ketika Ezra Walian memutuskan membela timnas Indonesia. Ketika mengecup bendera merah putih. Ketika ia mengenakan peci berwarna hitam, tersenyum lebar menghadap kamera. Ketika ia memilih darah Nusantara dan membaktikan diri untuk sepak bola Indonesia yang begini-begini saja sejak satu dekade ke belakang.

Tapi gairah itu yang paling penting untuk dibicarakan saat ini. Setiap kali timnas bermain, mulai kelompok usia U-16, U-19, U-23, sampai kelas senior, tribun stadion hampir selalu penuh. Kerinduan akan sepak bola sebagai pemersatu yang gagal didapat dari kompetisi klub, dipetik dari penampilan timnas Indonesia.

Salah satu bahan bakar kegairahan itu, bisa jadi, karena keberadaan pemain naturalisasi. Maklum, biasanya, pemain-pemain berdarah campuran ini punya kualitas di atas pemain berdarah murni. Tentu kecuali Jhonny van Baukering yang fenomenal itu. Berbeda dengan ketika Ezra Walian muncul. Kegairahan terasa meluap. Rekam jejaknya bersama akademi Ajax Amsterdam itu sungguh menarik untuk selalu disimak dan diingat.

Sayangnya, di Asian Games 2018, di kelompok usia U-23, Ezra Walian tidak bisa turut serta bermain. Permain berdarah Belanda itu harus profesional, meredam keinginannya untuk membela tanah airnya yang baru, karena tidak mendapatkan izin dari RKC Waalwijk. Ezra Walian baru saja bergabung dengan klub asal Belanda itu.

Baca juga:  Prediksi Swedia vs Swiss: Korban Pembunuh Raksasa

Sebetulnya, Ezra Walian berstatus sebagai pemain Almere City, sebuah klub dari Belanda yang baru berdiri pada tahun 2001 yang lalu. Gagal menembus tim utama Almere City, Ezra Walian dilepas ke RKC Waalwijk dengan status pinjaman. Proses kepindahan ini membuatnya tak bisa terbang ke Indonesia. Pun, RKC Waalwijk tak memberi izin.

Maka, lewat sebuah surat terbuka, Ezra Walian angkat bicara sekaligus meminta maaf tidak bisa membantu timnas Indonesia di Asian Games 2018. Lewat sebuah unggahan di akun Instagram pribadinya, Ezra Walian menulis sebuah surat.

“Maaf Indonesia,” ia mengawali surat terbukanya. Lalu, Ezra Walian melanjutkan dengan, “Musim lalu merupakan masa-masa sulit bagi saya. Setelah bermain reguler di paruh musim pertama, saya kesulitan mendapat menit bermain pada paruh musim kedua.”

“Musim ini, harapan baru datang bersama pelatih baru di Almere City. Namun, setelah menjalani tiga pekan pra-musim, pelatih memberi tahu saya bahwa untuk pekan-pekan awal saya tidak akan menjadi starter. Saat ini, saya masih berusia 20 tahun. Pada fase ini, saya ingin terus mengembangkan diri dengan bermain secara reguler.”

“Dua pekan lalu, pihak klub pun menawarkan untuk meminjamkan saya ke RKC Waalwijk, klub yang juga berasal dari Jupiler League tapi punya sejarah panjang di dunia sepak bola. Pelatih kepala mereka sangat menginginkan saya untuk bergabung. Kesempatan yang mungkin tidak akan datang dua kali di mana mereka memberikan garansi untuk bermain sebagai starter,” ungkap Ezra Walian.

“Tentu, seperti pemain lainnya, saya harus membuktikan diri saya. Dalam proses negosiasi, saya sempat meminta izin kepada RKC untuk bermain di Asian Games 2018. Bagi saya, membela timnas Indonesia merupakan suatu kebanggaan yang tidak bisa dibandingkan dengan apa pun. Namun, RKC enggan melepas saya ke Asian Games.”

Baca juga:  Lawan Mengerikan Greysia Polii/Apriyani Rahayu di Semifinal Asian Games

“Salah satu alasannya adalah proses adaptasi. Saya bisa memahami maksud RKC. Saya sudah ketinggalan banyak masa pra-musim bersama mereka. Mereka ingin mengandalkan saya sejak awal musim yang akan dimulai pada tanggal 17 Agustus. Agar saya bsa cepat beradaptasi, pelatih ingin saya langung mengikuti sesi latihan.”

“Momen ketika Anda membaca tulisan ini, saya sudah menjalani sesi latihan perdana saya di RKC. Tentu, awalnya saya sangat ngotot untuk bermain di Asian Games 2018. Bermain untuk timnas Indonesia di depan puluhan ribu penonton merupakan impian saya sejak kecil.”

“Saya mohon maaf, Indonesia, saya sungguh sedih. Namun, saya masih punya masa depan yang panjang dan saya berjanji untuk terus berkembang dengan segala kekuatan saya sehingga saya bisa terus bermain untuk Indonesia untuk 10 atau bahkan 15 tahun ke depan,” sungguh kalimat yang sendu dari Ezra Walian.

“Untuk pelatih Luis Milla, terima kasih sudah memberi saya kesempatan yang lebar. Untuk teman-teman saya di timnas Garuda, bermainlah dengan sepenuh hati. Tulislah sejarah untuk Indonesia dengan lolos ke semifinal. Saya memang belum bisa bermain di Asian Games 2018. Tapi saya akan menjadi supoter nomor satu timnas Indonesia di Asian Games 2018.”

Ezra Walian menutup suratnya dengan, “Garuda will always in my heart. Garuda di dadaku. Hidup Indonesia!”



Tirto.ID
Loading...

No more articles