Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Wikimo Tokoh

Sutan Syahrir

Redaksi oleh Redaksi
11 April 2017
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sutan Syahrir, seorang intelektual, perintis, dan revolusioner kemerdekaan Indonesia ini, lahir di Padang, 5 Maret 1909. Ia berasal dari keluarga yang berkecukupan sehingga ia dapat mengenyam sekolah dasar (ELS) dan sekolah menengah (MULO) terbaik di Medan. Kesempatan ini memudahkannya mengakses buku-buku asing dan ratusan novel Belanda.

Setelah tamat dari MULO, ia melanjutkan sekolah lanjutan atas (AMS) di Bandung, sebuah sekolah Hindia Belanda termahal ketika itu. Di sana, ia bergabung dengan Himpunan Teater Mahasiswa Indonesia (Batovis) dan aktif sebagai sutradara, penulis skenario, sekaligus aktor. Hasil dari pementasan tersebut digunakan untuk membiayai sekolah yang ia dirikan yakni, Cahaya Universitas Rakyat.

Iklan

Di AMS, ia menjadi siswa yang aktif dalam klub debat serta berkecimpung dalam aksi pendidikan melek huruf gratis bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu. Kegiatan sosialnya ini kemudian menjurus ke dalam kegiatan politis. Ketika saat itu para pemuda masih terikat dengan perhimpunan-perhimpunan kedaerahan, justru ia bergabung dalam sepuluh orang penggagas pendirian himpunan pemuda nasionalis. Himpunan inilah yang kemudian menjadi penggerak penyelenggaraan Kongres Pemuda Indonesia dan mencetuskan Sumpah Pemuda pada 1928.

Selepas AMS, ia melanjutkan sekolah ke Universitas Amsterdam dan mengambil studi Fakultas Hukum. Di sana, ia mempelajari sungguh-sungguh tentang teori-teori sosialisme. Selain menceburkan diri ke dalam sosialisme, ia juga aktif dalam Perhimpunan Indonesia yang ketika itu dipimpin Mohammad Hatta. Sekembalinya ke Indonesia, ia bergabung dengan Partai Nasional Indonesia (PNI Baru). Karena takut akan potensi revolusioner PNI Baru, pemerintah Belanda kemudian menangkap, memenjarakan, dan membuang Syahrir serta beberapa pimpinan PNI Baru ke Digoel, kemudian ke Banda Neira.

Berbeda dengan Soekarno-Hatta yang justru dekat dengan Jepang, di masa kependudukan Jepang, Syahrir justru membangun jaringan gerakan bawah tanah. Ia meyakini Jepang tidak mungkin memenangkan perang sehingga ia bersiap merebut kemerdekaan di saat yang tepat. Syahrir mengetahui perkembangan Perang Dunia dengan cara sembunyi-sembunyi dan mengetahui bahwa posisi Jepang sudah menyerah. Dengan didukung para pemuda, ia mendesak Soekarno dan Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Setelah Indonesia merdeka, ia menjalani peran sebagai Perdana Menteri termuda di dunia merangkap Menteri Luar Negeri dan Menteri Dalam Negeri. Selain itu, karya terbesar Syahrir adalah sebuah tulisan yang berjudul Perjuangan Kita. Dalam tulisan tersebut, ia menceritakan tentang risalah peta persoalan dalam revolusi Indonesia, sekaligus analisis ekonomi-politik dunia usai Perang Dunia II.

Terakhir diperbarui pada 11 April 2018 oleh

Tags: pahlawan indonesiaperdana menteri pertamaSosialisSumpah Pemudasutan syahrir
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Kedunguan Kabinet Prabowo dan Cara Pandang pada Papua yang Tak Berubah

30 Oktober 2024
M. Tabrani: Cerita di Balik Pengukuhan Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Persatuan

M. Tabrani: Cerita di Balik Pengukuhan Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Persatuan

6 November 2023
Muhammad Yamin: Bapak Bahasa Persatuan Indonesia Pencetus Ikrar Sumpah Pemuda

Muhammad Yamin: Bapak Bahasa Persatuan Indonesia Pencetus Teks Sumpah Pemuda

28 Oktober 2022
Masa Depan Koin Kripto Indonesia yang Rilis di Hari Sumpah Pemuda MOJOK.CO

Masa Depan Koin Kripto Indonesia yang Rilis di Hari Sumpah Pemuda

20 Oktober 2021

Pak Hidayat Nur Wahid, Ikut Kelas Pemikiran Gus Dur Aja Yuk?

30 Maret 2021
pahlawan indonesia hari ini yang perlu kalian tahu

Pahlawan Indonesia Hari Ini yang Perlu Kalian Tahu

7 November 2017
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Kolaborasi InJourney dan BUMN Tembus Wilayah Terdampak Gempa NTT, Bentuk Strategi Penyaluran Tepat Sasaran .MOJOK.CO

Kolaborasi InJourney dan BUMN Tembus Wilayah Terdampak Gempa NTT, Bentuk Strategi Penyaluran Tepat Sasaran

20 Agustus 2026
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla)sebagaimana terjadi di Kalimantan tidak bisa direduksi sekadar memadamkan api, ada gambut yang rusak MOJOK.CO

Karhutla Terus Berulang karena Pihak Berwenang Cukup Puas Padamkan Api, Akar Masalah Tereduksi

24 Agustus 2026
Alma Odai "Cucurella" Diburu Fans, Pemain Thailand Disukai karena Lucu-lucu MOJOK.CO

Alma Odai “Cucurella” Diburu Fans di Srikandi Merdeka Cup, Pemain Thailand Disukai karena Lucu-lucu

22 Agustus 2026
Alfamart dan PGMM beri bantuan seragam ke 7 madrasah di Magelang sebagai wujud kepedulian sosial MOJOK.CO

Alfamart dan PGMM Beri Bantuan Seragam Sekolah di 7 Madrasah Magelang, Jadi Penunjang Semangat dan Kepercayaan Diri Siswa

24 Agustus 2026
Karhutla Kalimantan: Permohonan Maaf kepada Anak-Cucu Sebab Warisan Satu-satunya adalah Asap dan Abu MOJOK.CO

Karhutla Kalimantan: Permohonan Maaf kepada Anak Cucu Sebab Warisan Satu-satunya adalah Asap dan Abu

24 Agustus 2026
Jombang makin kegilaan karnaval sound horeg: battle audio tengah malam, atraksi lampu jadi perburuan baru MOJOK.CO

Jombang Makin “Kegilaan” Sound Horeg: Battle Audio Tengah Malam, Atraksi Lampu Jadi Tren Kalcer Baru

23 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.