Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Visual Nabati

Dunia Memang Tak Selebar Daun Kelor

Redaksi oleh Redaksi
29 Juni 2017
A A
daun kelor
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

“Dunia tak selebar daun kelor”, itulah salah satu peribahasa populer yang menggunakan unsur daun kelor. Peribahasa yang secara tidak langsung mendukung teori bumi datar ini benar-benar mengangkat nama dan kepopuleran daun kelor.

Daun kelor bukan daun biasa, seperti Jogja, ia istimewa. Ia daun yang punya banyak kandungan gizi. Oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kelor ini bahkan sampai dijuluki sebagai pohon ajaib, sebab ia memiliki kandungan vitamin C tujuh kali lebih banyak daripada jeruk, kalsium empat kali lebih banyak daripada susu, vitamin A empat kali lebih banyak daripada wortel, protein dua kali lebih banyak daripada susu dan potassium tiga kali lebih banyak daripada pisang.

Dengan banyaknya gizi yang ada pada daun ajaib ini, tak heran jika kemudian ia direkomendasikan dan dianjurkan agar dikonsumsi oleh anak-anak dan bayi yang kekurangan gizi. Tak hanya anak-anak, Anda yang merasa kurus dan jarang mendapat asupan gizi yang baik juga boleh lho kalau mau pakai daun kelor sebagai lalapan pengganti kemangi, mau dikremus langsung juga monggo. Ingat, ini tanaman ajaib, lho.

Nah, selain manfaat di bidang gizi, daun kelor ini juga punya manfaat di dunia metafisik alias mistis. Menurut mitos, daun ini ampuh untuk mengusir kekuatan mistis, itulah sebabnya ia sering digunakan untuk memandikan mayat, tujuannya untuk mengusir ajian, susuk, atau makhluk prewangan yang masih menempel pada tubuh si mayat.

Karenanya, Jika suatu saat, pacar Anda marah muring-muring nggak karuan, coba saja dipecut pakai untaian daun kelor, yah, siapa tahu yang muring-muring itu sebenarnya bukan pacar Anda, tapi makhluk prewangan yang sedang menempel di tubuh pacar Anda.

Eh, atau jangan-jangan, malah Anda sendiri makhluk prewangan-nya?

daun kelor

 

Terakhir diperbarui pada 29 Juni 2017 oleh

Tags: gizikelortanaman
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Dari Alam untuk Kita: Menggali Potensi Superfood Pangan Lokal untuk Gizi Lebih Baik
Video

Dari Alam untuk Kita: Menggali Potensi Superfood Pangan Lokal untuk Gizi Lebih Baik

17 April 2025
Ester dan Kebun Candi: Berkebun Bukan Cuma Soal Panen, Tetapi Juga Bagian dari Terapi Jiwa
Video

Ester dan Kebun Candi: Berkebun Bukan Cuma Soal Panen, Tetapi Juga Bagian dari Terapi Jiwa

20 Maret 2025
manfaat baking soda mojok.co
Kilas

Tak Hanya untuk Memasak, Ini Manfaat Baking Soda Lainnya

2 Desember 2022
konsumsi buah ideal mojok.co
Kesehatan

Minimal Tiga Porsi, Konsumsi Buah Ideal dalam Sehari

2 Agustus 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mendambakan seperti suami Sheila Dara, Vidi Aldiano. Cara hidup dan perginya bikin iri banyak orang MOJOK.CO

Mendambakan Menjadi Seperti Vidi Aldiano, Cara Hidup dan Pergi bikin “Iri” Banyak Orang

9 Maret 2026
Makanan Khas Sunda dan Jogja Bikin Muak- Bau Busuk dan Manis (Wikimedia Commons)

Makanan Khas Sunda Bikin Menderita Orang Jogja, Sama Seperti Perantau Sunda Muak dengan Makanan Jogja yang Serba Manis

11 Maret 2026
Lebaran.MOJOK.CO

Lebaran adalah Neraka bagi Pekerja Usia 30 tapi Belum Menikah, Sudah Mapan pun Tetap Kena Mental

8 Maret 2026
Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Anak pulang ke rumah dari perantauan ditunggu, tapi justru sakiti dan beri duka karena sepelekan masakan ibu MOJOK.CO

Anak Pulang Justru Lukai Hati Ibu: Pilih Makan di Luar dan Sepelekan Masakan Ibu karena Lidah Sok Kota-Banyak Gaya

11 Maret 2026
Derita anak punya warisan utang dari orang tua MOJOK.CO

Derita Anak Punya Warisan Banyak dari Ortu tapi Warisan Utang, Hidup Berantakan buat Melunasi

11 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.