Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Visual Nabati

Bambu yang Masih Sedulur sama Rumput Teki

Redaksi oleh Redaksi
13 Agustus 2017
A A
bambu
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tentu tak berlebihan jika kita masyarakat Indonesia menyebut bambu sebagai material pertukangan paling penting dalam kehidupan kita. Nyatanya, bambu hadir dalam setiap aspek keseharian. Dari mulai membikin usuk dan reng atap rumah, pagar pekarangan, aneka produk kertangkes, tiang bendera dan umbul-umbul, anyaman dan perkakas rumah tangga, hiasan dinding, sampai tusuk gigi, semua bisa berbahan bambu.

Bahkan tak hanya Indonesia, orang-orang di negara lain pun punya keterkaitan erat dengan tanaman satu ini.

Ada banyak fakta yang bisa digali dari si perdu berbulu tajam ini, mulai dari fakta bahwa ia adalah tanaman dengan tingkat pertumbuhan paling cepat, kemampuannya menghasilkan 35% lebih banyak oksigen daripada tanaman lain pada umumnya, sampai kisah perjuangan bangsa Indonesia yang melibatkan penggunaannya sebagai senjata.

Dari sekian fakta tentang bambu, ada satu fakta yang selama ini tidak banyak orang yang tahu. Fakta tersebut adalah bahwa bambu yang selama ini kita biasa sebut sebagai pohon ternyata tidak masuk dalam golongan perpohonan.

Usut punya usut, bambu ternyata masuk dalam jenis tanaman rumput-rumputan. Ia tergabung dalam famili yang sama dengan rumput, lebih tepatnya famili poaceae. Jadi boleh dibilang, dia ini masih sedulur sama padi, gandum, jagung, tebu, alang-alang, jewawut, sampai suket teki yang legendaris itu.

Dalam famili poaceae, bambu adalah jenis rumput yang paling besar sekaligus paling tinggi. Ya lihat saja, ketika jenis rumput-rumputan yang lain hanya bisa tumbuh maksimal dua sampai tiga meter, bambu dengan sangat kemaki bisa tumbuh sampai puluhan meter. Tak heran jika kemudian banyak yang menyebutnya sebagai rumput raksasa.

Fakta yang cukup menarik ini jika kita tarik ke belakang dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, akan membikin kita orang-orang Indonesia semakin berbangga diri dengan perjuangannya.

Sebab, ketika para penjajah memerangi kita dengan aneka senjata canggih, kita bangsa Indonesia justru melawan dengan bersenjatakan rumput yang diruncingkan. Bagaimana tidak hebat?

Rumput lo ini, rumput.

bambu

Terakhir diperbarui pada 11 Agustus 2021 oleh

Tags: bambubambu runcingrumputsuket teki
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Walijo, jadi petani rumput lebih menjanjikan
Liputan

Bertani Rumput Mendulang Rupiah

2 April 2021
Liputan

Bertemu Fariz Hanafi, Vloger Tutorial Ngarit Asal Gunungkidul yang Mendadak Viral

28 Maret 2018
pakan kambing
Nabati

Sebab Pakan Kambing Bukan Monopoli Kaum Rumput Semata

31 Agustus 2017
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Remehkan Supra X 125, Usianya Boleh 16 Tahun, tapi Masih Kuat Diajak Mudik Bali-Semarang Mojok.co

Jangan Remehkan Supra X 125 Lawas, Usianya Boleh 16 Tahun, tapi Masih Kuat Diajak Mudik Bali-Semarang

25 Februari 2026
Pemilik kos di Depok, Sleman, Jogja muak dengan tingkah mahasiswa asal Jakarta yang kuliah di PTN/PTS Jogja MOJOK.CO

Pemilik Kos di Jogja Muak dengan Tingkah Mahasiswa Jakarta: Tak Tahu Diri dan Ganggu Banget, Ditegur Malah Serba Salah

20 Februari 2026
Mie ayam surabaya untuk quality time. MOJOK.CO

Makan Mie Ayam, “Quality Time” Orang Surabaya dan Balas Dendam Terbaik untuk Melampiaskan Getirnya Hidup

25 Februari 2026
orang tua.MOJOK.CO

35 Tahun Bekerja Keras demi Anak, tapi Kesepian di Masa Tua karena Dianggap Tak Pernah Hadir untuk Keluarga

24 Februari 2026
kerja di jepang, merantau.MOJOK.CO

Ironi Kerja di Jepang: Banting Tulang Hingga 5 Kali Lebaran Tak Pulang, tapi Setelah Sukses Hasilnya Tak Bisa Dinikmati

23 Februari 2026
Kapok dan muak buka bersama (bukber) di restoran atau tempat makan bareng orang kaya. Cerita pelayan iga bakar Jogja jadi korban arogansi MOJOK.CO

Muak Buka Bersama (Bukber) sama Orang Kaya: Minus Empati, Mau Menang Sendiri, dan Suka Mencaci Maki bahkan Meludahi Makanan

20 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.