Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Visual Hewani

Mari Tertawa Bersama Ayam Ketawa

Redaksi oleh Redaksi
24 Juni 2017
A A
ayam ketawa
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kalau Anda menganggap bahwa pesan ala Warkop “tertawalah sebelum tertawa itu dilarang” murni hanya ditujukan untuk umat manusia, maka Anda salah besar, sebab ternyata, ada satu spesies lain yang juga berkhidmat untuk mengamalkan apa kata trio Dono, Kasino, dan Indro tersebut. Siapa dia? Yak, ayam, lebih tepatnya ayam ketawa.

Ayam ketawa, seperti yang sudah kita ketahui dari namanya adalah ayam yang mempunyai suara kokokan seperti orang tertawa. Hal tersebut bukan karena ayam jenis ini punya selera humor yang baik, melainkan karena memang pita suaranya mempunyai interval kokok yang unik yang menyerupai suara orang tertawa.

Habitat asli ayam ini adalah di Kabupaten Sidrap, sebuah kabupaten kecil sekitar 183 kilometer arah Utara dari Makassar. Dulu, ayam ini menjadi peliharaan favorit para bangsawan bugis dan dianggap sebagai salah satu hewan peliharaan yang menjadi penanda status sosial. Hanya bangsawan tinggi yang bisa memelihara ayam ini. Namun, semenjak namanya mulai populer di kalangan pehobi ayam, sebaran ayam ini kemudian mulai meluas dan tak melulu di Kabupetan Sidrap saja.

Dengan keunikan yang dimilikinya, tak heran jika harga ayam ketawa mahalnya setengah modar. Bayangkan, satu ekor ayam ini bisa dibanderol dengan harga tiga juta rupiah. Harga yang bakal membuat setiap calon pembelinya jangankan tertawa, tersenyum saja pasti susah.

Dengan harga yang selangit tersebut, banyak pehobi ayam yang tertarik untuk menggeluti bisnis ayam ketawa ini. Andri Siswantoro, salah satunya. Pebisnis ayam ketawa asal Gresik ini mampu meraih omset hingga ratusan juta rupiah dari menjual ayam ketawa. Heny Suwandayani, istri Andre yang selama ini jijik dengan ayam, bahkan rela untuk terjun langsung memelihara dan membersihkan kotoran ayamnya. “Kalau lihat duitnya, tidak jijik lagi,” ujarnya sembari tertawa.

Bah, ayam ketawa. Sudahlah suara kokoknya tertawa, tahinya pun bikin orang ketawa.

ayam ketawa

Terakhir diperbarui pada 24 Juni 2017 oleh

Tags: ayamketawalucutertawa
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

4 Penjual Ayam Geprek Red Flag yang Sebaiknya Dihindari Pembeli daripada Nyesek Mojok.co
Pojokan

4 Penjual Ayam Geprek Red Flag yang Sebaiknya Dihindari Pembeli daripada Nyesek

17 Juli 2025
Ayam Bahagia, Telur Ayam Sejahtera: Begini Cara Beternak Anti Stres ala UGM
Video

Ayam Bahagia, Telur Ayam Sejahtera: Begini Cara Beternak Anti Stres ala UGM

8 Mei 2025
menyaksikan sabung ayam di selatan jawa timur
Liputan

Menyaksikan Judi Sabung Ayam di Jawa Timur Selatan

6 Maret 2022
Wejangan Sunan Drajat untuk Alasan Kenapa Ayam Perlu Kandang
Esai

Wejangan Sunan Drajat untuk Alasan Kenapa Ayam Perlu Kandang

12 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tanpa Cina dan Pecel Lele, Mental Orang Jawa Pasti Ambruk (Wikimedia Commons)

Persahabatan Aneh dengan Anak Cina Membawa Saya ke Pecel Lele di Bawah Jembatan Janti yang Menjadi “Pelarian” bagi Orang Jawa

16 Februari 2026
Lulusan S1 UGM bikin skripsi soal perumahan rakyat di Belanda. MOJOK.CO

Skripsi tentang Perumahan Rakyat di Belanda vs Indonesia bikin Saya Lulus dari UGM dengan Predikat Cumlaude

18 Februari 2026
Tukang parkir coffe shop di Jogja

Nongkrong di Coffe Shop Jogja Malam Hari, Rela Pulang Pagi demi Hindari Tukang Parkir

16 Februari 2026
papua.MOJOK.CO

Tolak Tawaran Kerja di Amerika Demi Mengajar di Pelosok Papua, Berambisi Memajukan Tanah Kelahiran

18 Februari 2026
Layung Senja: meditasi melepas kepenatan di kawasan wisata Candi Borobudur, Magelang MOJOK.CO

Layung Senja: Meditasi Lepas Penat di Kawasan Candi Borobudur, Mendengar Suara Alam yang Kerap Terabaikan

15 Februari 2026
Kos di Jogja

Rasanya Tinggal di Kos “Medioker” Jogja: Bayar Mahal, tapi Nggak Dapat Sinar Matahari

19 Februari 2026

Video Terbaru

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

16 Februari 2026
Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

14 Februari 2026
Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.