Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Video

Roasting Zainal Arifin Mochtar (Bagian 2): Strategi Biar Bisa Jadi Guru Besar

Redaksi oleh Redaksi
24 Januari 2026
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ruang pengukuhan tak pernah benar-benar sejak awal. Bahkan sebelum nama Zainal Arifin Mochtar dipanggil lengkap dengan gelar, tawa sudah lebih dulu bocor dari barisan kursi penonton. Seolah semua sepakat hari itu adalah hari untuk menertawakan Mas Uceng dengan tawa yang ngakak.

Sejak awal, ruang pengukuhan memang sudah kehilangan wibawa formalnya. Henri Satrio dan Rindra Danantara membuka dengan nada yang memecah suasana, bukan sambutan, bukan pujian, tapi pengantar untuk menertawakan Zainal Arifin Mochtar.

Kemudian disusul Eko Prasetyo, yang dengan gaya iseng mengembalikan Uceng ke habitat aslinya, aktivis intelektual yang terlalu gelisah untuk sekedar duduk di kampus.

Giliran Dandhy D. Laksono masuk, suasana menjadi naik level. Nama Dirty Vote dan Zainal Arifin Mochtar diseret kembali ke masa lalu. Konstitusi, kata Dandhy, tidak lagi cukup dibahas di jurnal-ia harus ditunjukkan dan juga di pertontonkan.

Charles Simamura lalu menimpali dari sisi yang lebih dingin tapi tak kalah menusuk: profesor yang terlalu sering muncul di publik berisiko lupa bahwa jabatan akademik juga menuntut disiplin sunyi. Di titik ini, tawa mulai bercampur dengan kesadaran—roasting ini bukan sekadar lucu-lucuan.

Bagian paling tajam datang dari Bivitri Susanti dan Yance Arizona. Nada mereka lebih tenang, tapi justru terasa mengancam. Mereka mengingatkan soal penyakit laten kaum intelektual: pelan-pelan menjadi jinak setelah jabatan datang.

Kalau ingin tahu bagaimana tawa berubah jadi peringatan—lengkap dengan sindiran yang lebih kejam dan canda yang tak sepenuhnya bercanda—ceritanya bisa disimak utuh di episode 1 dan episode 2 terbaru di YouTube Mojokdotco. Karena di sana, tertawa bukan sekadar hiburan, tapi cara paling jujur untuk mengingatkan.

Tags: guru besar UGMroastinguceng

Terpopuler Sepekan

Pekerja gila Surabaya yang melamun di Danau UNESA. MOJOK.CO

Danau UNESA, Tempat Pelarian Pekerja Surabaya Gaji Pas-pasan dan Gila Kerja. Kuat Bertahan Hanya dengan Melamun

24 Februari 2026
Saya Nonmuslim dan Gemar War Takjil seperti Meme yang Viral Itu Mojok.co

Saya Nonmuslim dan Gemar War Takjil seperti Banyak Meme yang Viral Itu

23 Februari 2026
Mekanisme beasiswa LPDP untuk kuliah di luar negeri masih silang sengkarut, awardee cemas jadi "WNI" MOJOK.CO

Mekanisme dalam Beasiswa LPDP (Masih) Silang Sengkarut: Awardee Cemas Jadi WNI, Negara Punya PR yang Harus Diberesi

23 Februari 2026
User bus ekonomi Sumber selamat pertama kali makan di kantin kereta api. Termakan ekspektasi sendiri MOJOK.CO

User Bus Sumber Selamat Pertama Kali Makan di Kantin Kereta, Niat buat Gaya dan Berekspektasi Tinggi malah Berakhir Meratapi

25 Februari 2026
Takjil bingka dari Kalimantan

Seloyang Bingka di Jogja: Takjil dari Kalimantan yang Menahan Saya agar Tetap “Hidup” di Perantauan

23 Februari 2026
Vokal kritisi kebijakan uin alauddin makassar, berujung fatal. MOJOK.CO

Pahitnya Jadi Mahasiswa Kritis di UIN Makassar: Berujung Skors, Beasiswa Dicabut, hingga Kecewakan Orang Tua yang Seorang Guru Honorer

24 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.