Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Video

Hampir Menyerah karena Keuangan, The Kick Justru Mendapat Jalan lewat Panggung Nasional

Redaksi oleh Redaksi
16 September 2025
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tamu Sebat Dulu kali ini datang dari sebuah band yang lahir di Kota Gede, Yogyakarta—sebuah kawasan dengan sejarah panjang, budaya yang kental, dan skena anak muda yang nggak pernah sepi. Mulai dari Pasar Legi yang legendaris, sampai suasana meriah tiap Ramadan, Kota Gede selalu punya cerita.

Nah, di tengah hiruk pikuk itu, muncul satu pertanyaan: “Sebenernya ada nggak sih band yang bener-bener berasal dari Kota Gede?”

Jawabannya ada band itu adalah The Kick. Meski namanya terdengar jauh dari “Kota Gede banget”, band ini justru muncul dari tongkrongan khas daerah itu. Mereka jujur mengakui sejak dulu nggak pandai memberi nama—baik untuk band maupun judul lagu. Semua serba spontan. “Yo sekadar kick, nendang wae, mas,” ujar mereka

Awal Berdiri The Kick dan Sempat Hampir Hiatus

The Kick lahir dari tongkrongan yang kemudian berubah jadi klub musik, lalu akhirnya resmi membentuk band. Bukan bermaksud melawan budaya sopan santun khas Kota Gede, tapi justru band ini ingin berjalan beriringan bukan sebagai tandingan.

Seiring waktu, perjalanan The Kick tidak selalu mulus. Dari band tongkrongan yang penuh semangat, mereka juga menghadapi kenyataan keras dunia musik.

Ironisnya, sebelum, mendapat tawaran manggung di Synchronize Fest dan Pestapora, The Kick hampir saja memutuskan untuk berhenti. Masalah utamanya tentu soal keuangan. Pendapatan dari musik terlalu kecil, sementara kebutuhan hidup terus berjalan.

“ Iki nak band-band nan sek sle lekan mending leren terus bekerja masing-masing” ujar The Kick

Tapi semua berubah setelah mereka benar-benar naik ke panggung besar. Audiens yang banyak dan antusias jadi titik balik—memicu semangat baru untuk lebih serius memanajemen band.

Organik, Relasi, dan Musik

Topik soal perkembangan Artificial Intelligence (AI) juga sempat muncul dalam obrolan, termasuk isu bikin lagu pakai ChatGPT. Namun, The Kick tetap santai saja dan sama sekali nggak waswas. “Kami ki disenengi audiens karena organik, mas. Kadang salah chord, kadang goblok neng panggung, ngono kae lo,” ujar mereka.

Bagi The Kick, membentuk band bukan cuma soal skill bermusik. Yang lebih penting adalah relasi, ngobrol, dan saling menguatkan.

Simak kisah lengkapnya di episode terbaru Sebat Dulu mojok , siap tahu kamu yang baru merintis band bisa termotivasi oleh mereka

Tags: band lokalkota gedesebatduluthe kickYogyakarta

Terpopuler Sepekan

Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer MOJOK.CO

Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer

7 April 2026
Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran” MOJOK.CO

Tiga Kali Gagal Seleksi CPNS, Pas Sudah Diterima Jadi ASN Malah Tersiksa karena Makan “Gaji Buta”

7 April 2026
Ribetnya lolos seleksi CPNS dan jadi PNS/ASN di desa: dibayangi standar hidup sukses yang merepotkan MOJOK.CO

Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi

8 April 2026
Alfath, mahasiswa berprestasi UGM Jogja lulusan SMK di Klaten

Sempat Banting Tulang Jadi Kuli Bangunan saat SMK, Kini Pemuda Asal Klaten Dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi UGM

11 April 2026
Gudeg, Kuliner Jogja yang Makin Tak Cocok untuk Orang Miskin (Unsplash)

Harga Gudeg Jogja Naik, Berpotensi Menguatkan Sisi Gelap kalau Kuliner Jogja Ini Memang Bukan Makanan Murah Lagi

9 April 2026
Bangun rumah bertingkat 2 di desa pelosok Grobogan gara-gara sinetron MOJOK.CO

Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan

10 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.