Episode Putcast kali ini kedatangan tamu spesial Bob Sadoni, manusia random asal Salatiga yang karirnya dimulai dari sapi dan pasar hewan, sebelum akhirnya nyasar ke panggung komedi.
Obrolan Putcast dibuka dari fase paling liar: Bob sebagai konten kreator flora dan fauna.
Ia bercerita tentang pengalaman ngonten di kandang sampai berhadapan dengan sapi ngamuk–sebuah tragedi lucu ketika nyawa dan bau badan dipertaruhkan demi view. Dari situ, diskusi melebar ke dunia pemupukan tanaman dan konten-konten alam yang mengandalkan pengalaman lapangan, bukan sekedar teori.
Percakapan kemudian bergeser ke masa-masa sebelum komedi mengambil alih hidunya. Bob Sadoni bercerita soal kehidupan di rumah, merintis berbagai usaha kecil, bertahan dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain–hingga titik ekstrim menjual perhiasan istri demi menyambung hidup produksi konten.
Dari fase bertahan hidup itu, obrolan berlanjut ke keputusan beralih ke dunia komedi. Bob Sadoni menceritakan prosesnya menjadi komika, jalur karir yang tak lurus, rasa grogi yang tak pernah benar-benar hilang, serta bagaimana pengalaman hidup yang serba acak justru menjadi modal utama di panggung, sosial media, hingga layar yang lebih luas.
Di balik tawa dan cerita-cerita yang tampak ngawur, Putcast ini pelan-pelan memperlihatkan satu benang merah: ketidakteraturan sebagai strategi hidup.
Bob Sadoni tidak datang sebagai figur yang sudah jadi, tapi sebagai orang yang terus mencoba, meleset, jatuh, lalu berdiri lagi dengan cerita baru.
Dari kandang sapi sampai panggung komedi, dari dapur rumah ke markas Mojok, episode ini menjadi pengingat bahwa kadang yang paling masuk akal justru adalah menerima hidup apa adanya—tanpa peta, tanpa rencana besar, tapi dengan keberanian untuk tetap jalan.










