Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Keluh Kesah Ijat Versi Cewek, Otak Berisik tapi Nggak Tahu Harus Ngomong Apa

Redaksi oleh Redaksi
8 Oktober 2023
A A
Keluh Kesah Ijat Versi Cewek, Pingin Banyak Omong tapi Nggak Tahu Harus Ngomong Apa MOJOK.CO

Ilustrasi Keluh Kesah Ijat Versi Cewek, Pingin Banyak Omong tapi Nggak Tahu Harus Ngomong Apa. (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Nggak sedikit orang-orang yang ada di sekitarku bilang kalo aku itu Ijat versi cewek. Iya, Ijat yang itu, karakter yang ada di dalam serial kartun Upin dan Ipin. Beruntungnya, mereka tidak terganggu sama sekali dengan diriku yang jarang berbicara. 

Bukan tanpa sebab jarang berbicara, aku hanya tidak tahu harus berbicara seperti apa. Maksudnya, nggak ada yang perlu dibicarakan. Semua yang ingin aku bicarakan tidak penting. 

Aku sebenarnya aktif berbicara juga, tapi harus di depan orang-orang yang membuatku merasa secure ketika sedang berbicara, membuatku merasa dihargai ketika sedang berbicara. Karena pernah suatu ketika, aku sedang berbicara dengan excited tapi tidak didengarkan dengan respon yang seperti ogah-ogahan. Kemudian aku berpikir, oh aku tidak se-spesial itu untuk didengarkan. 

Waktu kecil aku sangat banyak omong

Kata mama, aku versi kecil adalah orang yang banyak omong, sangat cerewet. Apa yang terlihat oleh mata akan langsung spontan aku bicarakan dengan mata berbinar. Katanya begitu. Aku bahkan sempat tidak percaya, kenapa setelah dewasa aku malah sebaliknya. Mulut diam seperti sedang di lem.

Otakku selalu berisik. Banyak pertanyaan-pertanyaan yang tidak bisa aku lontarkan. Entah karena aku takut salah bertanya, atau karena aku tidak bisa merangkai kata dengan baik. Tapi selalu ada satu pertanyaan yang tidak pernah keluar di dalam mulut. 

Kenapa aku ngga bisa menggagalkan perceraian kedua orang tuaku?

Ngga bohong bahwasannya aku sempat mendukung ketika suatu malam Mama berkata bahwa beliau ingin selesai dengan pernikahannya yang tidak pernah ada kebahagian. Aku kemudian hanya menganggukan kepala dan berkata, lakukan apa yang ingin Mama lakukan, lakukan untuk mengejar kebahagiaan Mama. 

Berkata dengan begitu lancar tanpa memikirkan bagaimana Ayahku kedepannya, bagaimana perasaan kedua anaknya yang pada akhirnya terbelenggu di antara tengah-tengah puncak jurang, maju segan mundur tak mau.

Seumur hidup terlalu lama, kataku begitu tanpa memikirkan apapun kedepannya. Aku nggak menyesal ketika mendukung perceraian itu. Bukan tanpa sebab, aku hanya tidak mau mendengar pertengkaran mereka, mendengar omongan Mama yang mengatakan bahwa suaminya itu selingkuh berkali-kali. Atau bahkan sebaliknya, Ayah mengatakan bahwa istrinya lah yang berselingkuh.

Orang tua yang bercerai

Aku hanya diam ketika mereka saling tuduh-menuduh, dan aku hanya percaya jika keduanya sedang membuktikan bahwa mereka adalah korban, korban dari kehancuran rumah tangganya tanpa memikirkan bahwa korban yang benar-benar korban di sini adalah kedua anaknya.

Karena Ayah mengetahui aku tidak menentang sedikitpun tentang perceraiannya itu, maka beliau berkata “Kamu selalu di sisi Mama tanpa memikirkan perasaan Ayah.” Beliau bahkan tidak tahu jika aku tidak berdiri di sisi siapapun. Tidak dengan Mama, tidak juga dengan Ayah.

Aku hanya merasa sedang berdiri di tengah-tengah. Tanpa ada tempat pelarian, tanpa ada tempat bersandar. Mengandalkan kakakku satu-satunya itu tidak mungkin. Dia hanya tidak peduli terhadap apapun. Mungkin karena itu aku jadi seperti Ijat di Upin Ipin, tidak banyak omong?

Fani N. Arifin Purwakarta, Jawa Barat [email protected]

BACA JUGA Nggak Pernah Ada yang Bilang Jadi Anak Perempuan Pertama, Piatu, dan di Rumah Saja Itu Seberat Ini dan keluh kesah lain dari pembaca Mojok di UNEG-UNEG

Keluh kesah dan tanggapan Uneg-uneg  bisa dikirim di sini.

Terakhir diperbarui pada 8 Oktober 2023 oleh

Tags: banyak omongijatomonguneg-uneg
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Overthinking Siswa SMA yang Akhirnya Berhasil Kuliah Jalur SNBP di Universitas Trunojoyo Madura MOJOK.CO
Uneg-uneg

Overthinking Siswa SMA yang Akhirnya Berhasil Kuliah Jalur SNBP di Universitas Trunojoyo Madura

20 April 2024
Kelakuan Pengemudi Mobil di Surabaya Bikin Orang Banyak-banyak Istigfar MOJOK.CO
Uneg-uneg

Kelakuan Pengguna Mobil di Surabaya Bikin Orang Banyak-banyak Istigfar

13 Maret 2024
Surat Cinta untuk Petugas Parkir Liar di Jakarta yang Cuma Modal Peluit MOJOK.CO
Uneg-uneg

Surat Cinta untuk Petugas Parkir Liar di Jakarta yang Cuma Modal Peluit

10 Maret 2024
Jalur Pantura Semarang-Kudus Adalah Alasan Saya Merem Melek dan Misuh! MOJOK.CO
Uneg-uneg

Jalur Pantura Semarang-Kudus Adalah Alasan Saya Merem Melek dan Misuh!

9 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saya Memutuskan Kuliah di Jogja Bukan Hanya untuk Cari Ilmu, tapi Juga Lari dari Rumah

Saya Memutuskan Kuliah di Jogja Bukan Hanya untuk Cari Ilmu, tapi Juga Lari dari Rumah

12 Januari 2026
Derita perempuan saat naik transportasi umum di Jakarta, baik KRL maupun TransJakarta MOJOK.CO

Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan

17 Januari 2026
Dosen Profesi Nelangsa, Gaji Kalah sama Ngajar Anak SD (Unsplash)

Gelap Masa Depan Dosen, Lulusan S2 Jogja Mending Ngajar Anak SD di Surabaya yang Lebih Menjanjikan dari sisi Gaji

12 Januari 2026
Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo, Tak Cuan Bisnis Melayang MOJOK.CO

Dua Kisah Bisnis Cuan, Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo yang Membuat Penjualnya Menderita dan Tips Memulai Sebuah Bisnis

15 Januari 2026
Penjual kue putu di Jogja. MOJOK.CO

Kegigihan Gunawan Jualan Kue Putu di Kota-kota Besar selama 51 Tahun agar Keluarga Hidup Sejahtera di Desa

14 Januari 2026
Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.