Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Saya Ditinggal Nikah, tapi Saya Tidak Sakit Hati!

Redaksi oleh Redaksi
30 Juli 2023
A A
Saya Ditinggal Nikah, tapi Saya Tidak Sakit Hati! MOJOK.CO

Ilustrasi Saya Ditinggal Nikah, tapi Saya Tidak Sakit Hati!

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Di musim nikah kali ini, giliran saya yang jadi korban. Gara-garanya saya ditinggal nikah mantan pacar. Saya harus hidup dalam dunia per-julidan.

Bagaimana tidak? Saya mendadak menjadi artis yang jadi bahan pembicaraan oleh hampir semua orang yang ada di lingkungan saya.

“Ngancani nanging ora isa nduweni,” itulah headline yang mereka sematkan kepada saya yang ditinggal nikah oleh mantan pacar.

Omongan julid yang menyebalkan

Mereka beranggapan kalau saya sedang tertimpa masalah yang sangat besar. Padahal saya sendiri sebagai orang yang mengalami merasa, “ah gitu aja, biasa aja kali!”. Tapi justru itu hal yang sangat menyebalkan. Tak mengenal waktu dan tempat, setiap ketemu orang pasti saya yang jadi bahan pembahasan. 

“Yang sabar ya, mas!”

“Gimana perasaanya ditinggal nikah?”

“Ini dia orangnya, yang ketikung sama temennya sendiri.”

Itu beberapa contoh ucapan yang mereka lontarkan kepada saya. Tentunya diakhiri dengan gelak tawa. “Lucu, kah? Huft, sungguh meresahkan!”. 

Bagi mereka mungkin lucu dan menggembirakan, tapi bagi saya sangat menyebalkan. Bukan karena ditinggal nikahnya, tapi omongan julid mereka. 

Sampai-sampai saya mencoba untuk membatasi kontak dengan manusia dan mengurung diri di kamar. Keluar kamar hanya untuk hal-hal yang darurot, seperti makan dan berak. Untuk pikiran dan hati, saya alihkan dengan aktifitas yang memungkinkan untuk dilakukan di kamar. Kadang baca buku, nonton film, nge-game, musikan dan tidur. 

Menikah dengan temannya yang juga temanku

Ceritanya begini. Saya punya hubungan dengan seorang wanita. Wanita yang biasa saja dan tidak terlalu istimewa. Bahkan banyak yang lebih istimewa darinya. Baik dalam hal apapun, kecantikan, kedewasaan, perhatian, kasih sayang, dan lain sebagainya. Namun, entah kenapa hatiku terpaku pada sosok itu. 

Saya mengenalnya sejak 4 tahun yang lalu. Kalau dipikir, lama juga ya? Seperti hubungan pada umumnya, kadang asyik dan menyenangkan, sedih dan menyakitkan, kadang pula komunikasi terputus berhari-hari bahkan berbulan-bulan. 

Saya satu kampus dengannya. Kebetulan juga tinggal di asrama yang berada di bawah yayasan yang sama. Bedanya, saya di asrama putra dan dia di asrama putri. Jadi, memang komunikasi kami kebanyakan lewat media online ketimbang offline. 

Singkat cerita, sekitar 2 bulan yang lalu, seorang pria melamarnya. Pria yang masih seangkatan dengannya dan dengan saya, alias masih teman juga. Kebetulan, saat itu hubungan kami sedang tidak baik-baik saja. 

Iklan

Saya memang tidak sakit hati dia menikah dengan pria itu, tapi saya kecewa dan benci dengan wanita itu. Perasaan yang sulit saya hindari. Bagaimana tidak? Pria itu juga pernah punya hubungan dengannya.

Beberapa kali saya pernah memergoki keduanya, yang membuat hubungan kami retak. Dengan kata lain, ia punya pria simpanan. Tapi bodohnya, kenapa wanita itu masih bisa memikat hati saya? Sudah begitu entah kenapa pula saya yang bertahan paling lama berhubungan dengannya. 

Namun sayang, harus kena batunya di penghujung cerita. Sungguh tidak terbayang jika harus berakhir seperti ini. Tepat seminggu ini, mereka melangsungkan akad pernikahan. 

Saya ngikut pesan Ibu

Mulai saat sebelum pernikahan, saat pernikahan, dan sesudah pernikahan, para kaum per-julidan memulai aksinya membicarakan saya. 

Dari cerita yang apa adanya sampai cerita yang mengada-ngada. Di sisi lain, saya termasuk orang yang dikenal se-asrama dan se-kampus. Dan, mereka taunya, saya lah orang yang terakhir berhubungan dengannya. Boom, Meledak!.

Namun, sebenarnya, apakah saya benar-benar ingin memilikinya? Jika pertanyaan itu dilontarkan saat bucin-bucinnya jawabannya adalah iya. Tapi jika ditanyakan dengan jawaban yang serius, tentunya tidak. Karena wanita impian saya dan orang tua saya tidak tergambar dalam diri wanita yang sudah pernah singgah itu. 

Begini pesan ibu saya, “kalau cari istri yang sholehah, terus yang lebih muda, rumahnya jangan jauh-jauh, syukur-syukur kalau bisa yang cantik dan punya aktifitas, guru misal, atau penulis. Dan satu lagi, wanita yang dewasa”.

Nah, tanpa saya resapi dan dalami apa pesan ibu, yang jelas wanita yang pernah bersama saya sama sekali tidak masuk dalam deskripsi itu. So, Ingat, ya! Saya baik-baik saja, saat dia memilih menikah dengan pria lain, apalagi terluka dan menangis!

Luthfil Khakim, Purwrejo, [email protected]

BACA JUGA Terjerat di ‘Zona Teman’ Jogja: Kisah Cinta, Gemini, dan Dating Apps dan keluh kesah lain dari pembaca Mojok di UNEG-UNEG.

Keluh kesah dan tanggapan Uneg-uneg  bisa dikirim di sini

Terakhir diperbarui pada 30 Juli 2023 oleh

Tags: Ditinggal nikahNikahuneg-uneg
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

gen z, biaya nikah, nikah di gedung, pernikahan.MOJOK.CO
Sehari-hari

Lebih Baik Nikah di Gedung daripada di Desa: Lebih Praktis dan Murah, tapi Harus Siap Dinyiyiri Tetangga

22 Februari 2026
Overthinking Siswa SMA yang Akhirnya Berhasil Kuliah Jalur SNBP di Universitas Trunojoyo Madura MOJOK.CO
Uneg-uneg

Overthinking Siswa SMA yang Akhirnya Berhasil Kuliah Jalur SNBP di Universitas Trunojoyo Madura

20 April 2024
Kelakuan Pengemudi Mobil di Surabaya Bikin Orang Banyak-banyak Istigfar MOJOK.CO
Uneg-uneg

Kelakuan Pengguna Mobil di Surabaya Bikin Orang Banyak-banyak Istigfar

13 Maret 2024
Surat Cinta untuk Petugas Parkir Liar di Jakarta yang Cuma Modal Peluit MOJOK.CO
Uneg-uneg

Surat Cinta untuk Petugas Parkir Liar di Jakarta yang Cuma Modal Peluit

10 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mio M3: Motor Yamaha Paling Menderita dan Dianggap Murahan MOJOK.CO

10 Tahun yang Indah Bersama Mio M3: Motor Yamaha yang Dianggap Murahan, Diremehkan Orang, dan Katanya Bikin Orang Menyesal

7 April 2026
Ambisi beli mobil sebelum usia 30. Setelah terbeli Suzuki Ertiga tetap tidak bisa senangkan orang tua dan jadi pembelian sia-sia MOJOK.CO

Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia

3 April 2026
Saya Setuju Orang Jakarta Tajir Tak Betah Slow Living di Desa (Unsplash)

Orang Tajir Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Desa karena Menolak Srawung Itu Omong Kosong Kebanyakan Gagal Betah karena Ulahnya Sendiri

7 April 2026
Gagal seleksi PPPK dan CPNS meski daftar di formasi PNS atau ASN sepi peminat. Malah dapat kerja yang benefitnya bisa bungkam saudara yang sebelumnya menghina MOJOK.CO

Gagal Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat Dihina Bodoh, Malah Dapat Kerjaan “di Atas” ASN Langsung Bungkam Penghina

9 April 2026
Pengunjung Candi Pramabanan di Jogja selama Lebaran 2026. (sumber: InJourney)

InJourney Sukses Dapat Untung selama Arus Mudik dan Lebaran 2026 dengan Tata Kelola yang Optimal

2 April 2026
Siswa terpintar 2 kali gagal UTBK SNBT ke Universitas Brawijaya (UB). Terdampar kuliah di UIN malah jadi mahasiswa goblok dan nyaris DO MOJOK.CO

Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja

3 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.