Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Keluhan Terpendam dari Anak Pertama untuk Ibu yang Tak Pernah Mengajaknya Ngobrol

Redaksi oleh Redaksi
14 Desember 2023
A A
Keluhan Terpendam dari Anak Pertama untuk Ibu yang Tak Pernah Mengajaknya Ngobrol MOJOK.CO

Ilustrasi Keluhan Terpendam dari Anak Pertama untuk Ibu yang Tak Pernah Mengajaknya Ngobrol. (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sudah lama sekali saya ingin mengeluarkan uneg-uneg ini. Namun, saya tidak tahu caranya mengekrepresikan apa yang saya rasakan atau menyampaikan sesuatu. Dengan menulis ini saya mencoba menyampaikan kegelisahan dan uneg-uneg yang selama ini saya pendam sebagai anak pertama. Mungkin melalui tulisan ini saya bisa sedikit merasa lega.

Saya adalah anak perempuan pertama yang tumbuh di keluarga yang lengkap. Yang terdiri atas ayah, ibu, dan satu adik laki-laki. Saat ini saya berusia 18 tahun dan adik saya berusia 13 tahun jarak umur saya dan adik saya hanya 5 tahun.

Saya akan bercerita tentang saya sebagai anak pertama yang tidak pandai mengekspresikan diri dan berbagai lukanya.

Saya iri teman-teman bisa bercerita ke ibunya

Teman-teman saya melihat bahwa saya adalah anak yang beruntung karena bisa memiliki keluarga cemara dan ekonomi yang bercukupan. Tetapi di sisi lain saya merasa iri dengan teman teman saya yang bisa bercerita dan bercanda dengan ibunya.

Dari kecil hingga saya beranjak SMP saya tidak dekat dengan ibu. Bahkan untuk bercerita dan bercanda itu saja saya merasa sedikit kaku untuk bercerita kepadanya.

Terkadang saya merasa iri dengan adik saya yang bisa bercerita dan bercanda dengan bebas dengan ibu. Bolehkan saya merasa iri akan hal itu? Di saat saya tidak pernah ditanyakan tentang keadaan saya. Bahkan bila duduk berdua dengan ibu, saya kaku dengan situasi itu.

Pernah ada di moment ibu marah kepada saya lalu beliau berucap “menyesal membesarkan saya” dan ada di beberapa moment saat saya berkumpul drngan para tante, ibu saya selalu membanggakan anak laki lakinya.

Beliau juga pernah berbicara, ingin di hari tua nanti yang mengurusnya adalah anak laki-lakinya. Untuk warisan rumah ibu berencana akan memberikan kepada anak laki-lakinya itu. Tetapi para tante saya membela saya.

Entah kenapa saat saya mekukan kesalahan walaupun hanya kesalahan kecil, ibu akan mengungkit kesalahan sebelum-sebelumnya. Terkadang mengeluarkan kata-kata yang membuat saya sakit hati. Misalnya, kalimat, “menyesal membesarkan saya”.

Terkadang saya merasa kenapa saya hidup bila ibu saya saja menyesal membesarkan saya. Bila adik saya melakukan kesalahan ibu tidak pernah memarahinya seperti ibu memarahinya.

Bahkan bila saya berantem dengan adik, ibu memilih membela adik saya walaupun tidak tau penyebabnya. Meski adik saya yang salah, tetap saja kesalahan ada di saya sebagai kakak. Apakah semua anak pertama selalu disalahkan walaupun yang berbuat salah bukan kita?

Ingin diajak ngobrol

Pernah di situasi kami berkumpul dengan para tante-tante saya yang saat itu sedang membicarakan saya, salah satu tante saya berkata “katanya anak pendiam itu karena saat kecil jarang diajak ngobrol’  lalu ibu membalas “engga sempet ngajak ngobrol kan dia kerjaannya nangis”.

Mungkin itu alasan yang logis kenapa ibu jarang mengajak saya ngobrol. Namun, saat saya duduk di bangku SD,  ibu juga jarang mengajak ngobrol walaupun sekadar menanyakan bagaimana sekolah tadi.

Bahkan sampai saat SMP saya tidak pernah mendapatkan pertanyaan seperti itu. Apakah alasan tidak memiliki waktu menjadi alasan juga di saat saya sudah besar. Tetapi mengapa untuk mengobrol dengan anak laki-lakinya luang sekali walaupun hanya mengobrol random.

Iklan

Bolehkah saya menangis saat melihat ibu dan anak lelakinya mengobrol dan tertawa. Saya juga ingin merasakan hal itu.

Saat saya ingin tamat SMA ibu mulai berubah,dengan mencoba mendekatkan diri kepada saya. 

Saya juga mencoba bercerita hal hal random kepadanya walaupun situasi ini tidak sehanggat saat dia mengobrol dengan anak lelakinya. Saya mencoba menikmati moment-moment itu sebelum saya melanjutkan kuliah di provinsi lain. Terkadang saya berpikir kalau perubahan sikapnya itu karena saya pergi jauh, bila saya tidak pergi apakah sikapnya akan berubah?

Saya bersyukur hidup di keluarga yang lengkap dan ekonomi yang cukup tetapi bolehkan kita mengeluh?

Rachel, Medan 

BACA JUGA  Keluh Kesah dari Anak Tengah Perempuan yang Tak Pernah Disayang Ayah dan keluh kesah lain dari pembaca Mojok di UNEG-UNEG

Keluh kesah dan tanggapan Uneg-uneg  bisa dikirim di sini

Terakhir diperbarui pada 29 Februari 2024 oleh

Tags: anak pertamaibuuneg-uneg
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Tinggalkan ibunya demi kuliah di PTIQ Jakarta untuk merantau. MOJOK.CO
Catatan

Nasi Bekal Ibu untuk Saya yang Balik ke Perantauan adalah Makanan Paling Nikmat sekaligus Menguras Air Mata

9 Februari 2026
ibu dua anak, SMA Internasional Budi Mulia Dua, sekolah islam yang tidak mewajibkan siswinya berjilbab.
Ragam

Ibu Dua Anak Nekat Balik Masuk SMA Demi “Memutus Kemiskinan”, Cita-Cita Ingin Kuliah Kedokteran

29 Januari 2026
“Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian .MOJOK.CO
Seni

“Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian 

11 Januari 2026
Bagian terberat orang tua baru saat hadapi anak pertama (new born) bukan bergadang, tapi perasaan tak tega MOJOK.CO
Catatan

Katanya Bagian Terberat bagi Bapak Baru saat Hadapi New Born adalah Jam Tidur Tak Teratur. Ternyata Sepele, Yang Berat Itu Rasa Tak Tega

18 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

TKI-TKW Rembang dan Pati, bertahun-tahun kerja di luar negeri demi bangun rumah besar di desa karena gengsi MOJOK.CO

Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti

7 Februari 2026
Sinefil.MOJOK.co

Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”

9 Februari 2026
Sriwijaya FC, Tim Bola “Mainan” Politisi yang Dikelola seperti Toko Kelontong, Tapi Saya Tak Malu Pernah “Dibaptis” Jadi Fansnya.MOJOK.CO

Sriwijaya FC, Tim Bola “Mainan” Politisi yang Dikelola seperti Toko Kelontong, Tapi Saya Tak Malu Pernah “Dibaptis” Jadi Fansnya

5 Februari 2026
Jogja City Mall, Sleman bikin orang nyasar. MOJOK.CO

Megahnya Jogja City Mall Bergaya Romawi dengan Filosofi Keberuntungan, Nyatanya Makin Menyesatkan Orang “Buta Arah” Seperti Saya

3 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
kos di jakarta.MOJOK.CO

Ngekos Bareng Sepupu yang Masih Nganggur Itu Nggak Enak: Sangat Terbebani, tapi Kalau Mengeluh Bakal Dianggap “Jahat”

3 Februari 2026

Video Terbaru

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.