Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Ini Tentang Kisahku, Korban Bullying di Sekolah 

Redaksi oleh Redaksi
23 April 2023
A A
Ini Tentang Kisahku, Korban Bullying di Sekolah . MOJOK.CO

Ilustrasi Ini Tentang Kisahku, Korban Bullying di Sekolah. MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Masa-masa sekolah adalah masa yang sangat menyenangkan. Bisa belajar banyak hal dan juga punya banyak teman. Hal itu tidak berlaku bagiku, karena aku adalah korban bullying.

Masa-masa sekolah adalah masa-masa yang paling mengerikan bagiku. Terkadang aku iri dengan mereka yang punya banyak teman, bebas mau berteman sama siapa aja, menjalani hari-hari tanpa tekanan. Sedangkan aku, di sekolah penuh dengan tekanan, pulang sekolah harus nangis-nangis. 

Di sekolah guru adalah orang tua bagi siswa. Nyatanya tidak begitu. Emang ada ya orang tua yang tega melihat anaknya di-bully dan mereka hanya bisa bungkam? Mental anak yang menjadi korban bullying itu beda dengan anak pada umumnya. Mereka harus fokus belajar, tapi tekanan batin menjadi makanan sehari-hari.

Jadi korban bullying, aku butuh keberanian untuk menuliskan ini

Aku menulis tentang ini, butuh keberanian. Kalau diingat-ingat beberapa tahun lalu, rasanya nyesek banget. Meskipun begitu, aku tidak pernah menyesal bertemu dengan mereka yang pernah bully aku. 

Kalau bukan karena mereka, mungkin aku tidak bisa berada di titik ini. Banyak banget pelajaran hidup yang dapat aku petik. Salah satunya; ketika kita terpuruk, support system terbaik hanyalah diri sendiri. Meskipun kita punya teman ataupun keluarga, sangat jarang sekali mereka bisa memahami kondisi mental kita itu sebenarnya seperti apa. 

Selain itu, kalau aku tidak pernah jadi korban bullying, mungkin aku tidak bisa sepaham itu mengenai diriku. Jadi lebih sayang terhadap diri sendiri dan tentunya bangga banget bisa bertahan sejauh ini.

Aku tidak bisa menceritakan lebih banyak mengenai seperti apa masa laluku. Tapi, poin pentingnya adalah sesulit apapun ujian hidup yang akan kita jalani nantinya, suatu saat kita akan berterima kasih terhadap luka-luka yang pernah hadir di masa lalu. Berkat luka itu, kita bisa sekuat dan setegar ini sekarang.

Untuk kalian yang pernah jadi korban bullying, jangan pernah membenci dirimu sendiri, kamu harus ada di saat dirimu membutuhkan. Kamu boleh balas dendam, tapi dengan cara yang elegan yah. 

Memang benar balas dendam terbaik adalah dengan menjadikanmu lebih baik. Kita nggak perlu capek-capek pakai tenaga untuk balas dendam ke mereka, cukup buktikan kepada mereka bahwa kamu bisa, meskipun kamu pernah jadi korban bullying.

Mirasari Kota Palopo, Sulawesi Selatan [email protected]

BACA JUGA Pertanyaan Bab Skripsi itu Ranah Dosbing, Bukan Kalian!  dan keluh kesah lagi dari pembaca Mojok di Uneg-uneg.

Keluh kesah dan tanggapan Uneg-uneg  bisa dikirim di sini

Terakhir diperbarui pada 23 April 2023 oleh

Tags: bullybullyingkorbansekolahuneg-uneg
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Kekerasan di sekolah, Mahasiswa UNY Dibully Gara-Gara Pemilu BEM
Edumojok

“Sekolah Bukan Ring Tinju”: Ortu Pukuli Guru Madrasah di Madura adalah Alarm Darurat Pendidikan Indonesia

9 Februari 2026
Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana MOJOK.CO
Esai

Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana

9 Februari 2026
Guru tak pernah benar-benar pulang. Raga di rumah tapi pikiran dan hati tertinggal di sekolah MOJOK.CO
Ragam

Guru Tak Pernah Benar-benar Merasa Pulang, Raga di Rumah tapi Pikiran dan Hati Tertinggal di Sekolah

8 November 2025
Relawan di GIK UGM mencegah bullying. MOJOK.CO
Kilas

Ratusan Relawan di GIK UGM Siap Berkeliling ke Sekolah di Yogyakarta untuk Memberantas Bullying

4 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mudik Gratis dari BUMN 2026. MOJOK.CO

Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang

18 Maret 2026
Rif'an lulus sarjana UGM dengan beasiswa. MOJOK.CO

Alumnus Beasiswa UGM Kerap Minum Air Mentah Saat Kuliah, hingga Utang Puluhan Juta ke Kyai untuk Lanjut S3 di Belanda

15 Maret 2026
burjo atau warmindo bikin rindu anak rantau dari Jogja ke Jakarta. MOJOK.CO

Anak Rantau di Jogja Menyesal ke Jakarta, Tak Ada Burjo atau Warmindo sebagai Penyelamat Karjimut Bertahan Hidup

16 Maret 2026
Suasana Kampung Ramadan Masjid Mlinjon, Klaten. MOJOK.CO

“Jajanan Murah” yang Tak Pernah Surut Pembeli di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten

17 Maret 2026
Gen Z dapat THR saat Lebaran

3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan

18 Maret 2026
mudik gratis Lebaran dari Pertamina. MOJOK.CO

Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya

19 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.