Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Uneg-uneg

Anak Jaksel Tulen Tidak Lebay seperti di Medsos

Redaksi oleh Redaksi
19 Maret 2023
A A
anak jaksel mojok.co

Ilustrasi uneg-uneg (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Beberapa tahun belakangan, wilayah Jaksel alias Jakarta Selatan menjadi trend di Indonesia. Tentu saja yang menjadi terkenal adalah sisi elit dari Jaksel, seperti orang-orangnya yang gaul, bahasanya yang sulit dipahami karena bercampur dengan bahasa Inggris, gaya hidupnya. Konten satire terkait Jaksel kemudian bertebaran di media sosial.

Sebelum jauh, saya jelaskan dulu nih maksud konten-konten yang tersebar di medsos terkait Jaksel. Sejauh pengamatan, saya melihat Jaksel ini dipandangan orang lain adalah daerah dengan suka ‘flexing’, hubungan keluarganya kurang harmonis, mental isu selalu menjadi topik hangat. Kalau ingin melihat secara lengkap bisa mengunjungi Podcast Kesel Aje milik Oza Rangkuti.

Lalu timbul dalam benak saya, apakah valid anak Jaksel seperti itu atau kebanyakan seperti itu? Sebagai warga Jaksel tulen, saya tertarik membongkar konten-konten itu agar lebih jelas seperti apa kehidupan anak Jaksel sesungguhnya.

Saya asli Pela Mampang lebih tepatnya di Jalan Bangka Raya alias tetangga Kemang. Saya masih tinggal di tanah sendiri warisan dari kakek buyut yang memang asli Betawi. Melihat konten Jaksel yang beredar di medsos, saya merasa mereka bukan cerminan warga jaksel. Kemungkinan mereka bukan orang asli Jaksel, hanya tinggal sementara atau nongkrong di kawasan Jaksel.

Sejarah wilayah Jaksel

Dilihat dari segi wilayahnya, Jaksel merupakan daerah di Jakarta yang paling enak ditinggali karena sesuai dengan perencanaan tata kota zaman Soeharto. Dahulu wilayah ini merupakan pemukiman untuk komplek instansi negara, orang-orang elit, hingga orang-orang kampung.

Semakin berkembangnya Jakarta, kawasan Jaksel banyak berubah. Bermunculan banyak sekali usaha restoran, kafe, dan kantor. Seperti cerita lama, perkembangan suatu wilayah mustahil tidak mengorbankan sesuatu. Banyak kampung di Jaksel akhirnya dijual dan warga aslinya pun pindah semakin ke pinggir. Oleh karenanya, fenomena Jaksel yang merebak di medsos ini membuat warga Jaksel seperti saya terkaget-kaget. Kondisinya berbanding terbalik dengan pengalaman warga Jaksel tulen.

Mengenai bahasa, anak Jaksel umumnya berbahasa Betawi atau Indonesia pada umumnya. Gaya hidupnya juga kabanyakan sederhana, walau juragan tanah atau kontrakan sekalipun. Jarang ada pamer sesuatu yang berharga mahal.

Hubungan dengan keluarga, sejauh pengamatan saya terhadap warga Jaksel sekitar, baik dan harmonis. Tidak seperti konten-konten yang beredar. Apalagi untuk urusan mental health, boro-boro menilai dirinya memiliki anxiety dan segala macamnya. Kata-kata itu saja terdengar tidak akrab di telinga.

Anak Jaksel tulen jauh dari penggambaran yang ada di media sosial. Hidupnya sangat asyik seperti Betawi pada umumnya, sehari-hari tetap bergaul, tidak mencari musuh, rukun, dan sopan. Kegiatannya juga positif seperti ngaji dari masjid ke masjid. Separah-parahnya warga Jaksel, paling sebatas tidak berambisi dengan dunia saja. Mereka jadi menganggur. Kegiatannya sehari-hari jadi cuma memancing, pergi ke gantangan, hidup seadanya banget.

Adi Hidayat
Jalan Bangka Raya, Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan
[email protected]

Keluh kesah dan tanggapan Uneg-uneg  bisa dikirim di sini

Terakhir diperbarui pada 19 Maret 2023 oleh

Tags: anak jakseljakseuneg-uneg
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO
Ragam

Nongkrong Sendirian di Kafe Menjadi “Budaya” Baru Anak Muda Jaksel Untuk Menjaga Kewarasan

14 Januari 2026
Overthinking Siswa SMA yang Akhirnya Berhasil Kuliah Jalur SNBP di Universitas Trunojoyo Madura MOJOK.CO
Uneg-uneg

Overthinking Siswa SMA yang Akhirnya Berhasil Kuliah Jalur SNBP di Universitas Trunojoyo Madura

20 April 2024
Kelakuan Pengemudi Mobil di Surabaya Bikin Orang Banyak-banyak Istigfar MOJOK.CO
Uneg-uneg

Kelakuan Pengguna Mobil di Surabaya Bikin Orang Banyak-banyak Istigfar

13 Maret 2024
Surat Cinta untuk Petugas Parkir Liar di Jakarta yang Cuma Modal Peluit MOJOK.CO
Uneg-uneg

Surat Cinta untuk Petugas Parkir Liar di Jakarta yang Cuma Modal Peluit

10 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kerja di Pabrik, Kuliah S2, dan Dihajar Asam Lambung MOJOK.CO

Kerja di Pabrik, Kuliah S2, dan Dihajar Asam Lambung

6 April 2026
Di Tengah Ribuan Kedai Kopi, Personal Branding dan Konsistensi Lebih Penting daripada Terlihat Keren

Di Tengah Ribuan Kedai Kopi, Personal Branding dan Konsistensi Lebih Penting daripada Terlihat Keren

31 Maret 2026
Jalan rusak di Taniwel, Maluku. MOJOK.CO

Ratusan Anak Sekolah di Kabupaten Seram Bagian Barat Dibiarkan Menderita dari Tahun ke Tahun oleh Maluku

30 Maret 2026
KA Eksekutif, Kereta eksekutif KAI Jogja ke Jakarta nggak nyaman. MOJOK.CO

Backpackeran Naik KA Eksekutif Jogja-Jakarta Demi Menyembuhkan Luka, Malah Dibuat Kesal dengan Kelakuan Norak Penumpangnya

1 April 2026
Ambisi beli mobil sebelum usia 30. Setelah terbeli Suzuki Ertiga tetap tidak bisa senangkan orang tua dan jadi pembelian sia-sia MOJOK.CO

Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia

3 April 2026
Pekerja gen Z matikan centang biru WhatsApp dicap kepribadian buruk

Pekerja Gen Z Matikan Centang Biru WhatsApp demi Privasi, Malah Dicap Kepribadian dan Etos Kerja Buruk padahal Berusaha Profesional

5 April 2026

Video Terbaru

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026
Di Tengah Ribuan Kedai Kopi, Personal Branding dan Konsistensi Lebih Penting daripada Terlihat Keren

Di Tengah Ribuan Kedai Kopi, Personal Branding dan Konsistensi Lebih Penting daripada Terlihat Keren

31 Maret 2026
Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

29 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.