Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Ulasan Smokol

Tipe Kekasih dan Gebetan Berdasarkan Cara Membuat Indomie

Nuran Wibisono oleh Nuran Wibisono
11 Desember 2014
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook
Mau tahu apa sebenarnya makanan nasional Indonesia? Bukan soto, bukan rawon, bukan pecel ayam, bukan nasi Padang. Tapi Indomie. Iya, Indomie yang mie instan itu. Berdasarkan survei Mojok Institute, didapatlah hasil yang sebenarnya tidak mengejutkan: nyaris semua orang di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga pulau Rote, semua pernah makan Indomie.

Indomie selalu hadir di kala senang maupun susah. Di kala banyak uang hingga hanya tersisa selembar lima ribu di dompet. Seandainya boleh mencantumkan Indomie dalam persembahan skripsi, jelas sudah ada jutaan orang sarjana yang suka rela melakukannya.

Indomie adalah penyelamat kala mahasiswa tak punya uang; kala pekerja lepas tak punya uang karena honor tertunda, atau perantau yang menanti kiriman yang tak kunjung datang.

Tapi tahukah kamu, kalau cara membuat Indomie itu bisa melambangkan sifat kekasih atau gebetanmu? Lagi-lagi, ini adalah hasil penelitian dari Mojok Institute. Berdasarkan penelitian itu, inilah beberapa tipe kekasih dan gebetan berdasarkan cara membuat dan menyantap Indomie.

Tipe Apa Adanya

Orang dengan tipe ini selalu membuat Indomie dengan apa adanya. Opo onoke. Begitu-begitu saja. Tak ada improvisasi. Entah karena malas, atau karena setia. Mereka selalu memperlakukan Indomie berdasar petunjuk di bagian belakang bungkus: tuang bumbu dalam piring, jerang Indomie selama 3 menit, tiriskan, lalu campur dengan bumbu.

Orang seperti ini biasanya kaku dalam kisah cinta. Text book. Sama seperti ia memperlakukan Indomie.

Orang seperti ini memang terkesan kaku dan tak menyenangkan. Tapi kesetiaannya bisa diandalkan. Apalagi kalau membuat Indomie-nya dengan cara yang sama selama bertahun-tahun. Yang terpenting, ia bakal menerima kamu apa adanya.

Tipe Ribet

Nah, tipe ini selalu ribet kalau bikin Indomie. Ia tak mau membuat Indomie as it is. Selalu ada tambahan. Entah itu tambahan saus sambal, potongan cabe rawit, bawang daun, sawi, hingga cara masaknya yang kadang keluar dari pakem.

Orang yang seperti ini rata-rata telaten. Bayangkan, ia tak segan memotong cabai rawit, menambahkan sawi, hingga jumpalitan di dapur. Tipe seperti ini akan merawat kamu dengan sabar kalau sedang sakit, atau betah mendengarkan ceritamu di kala kamu suntuk.

Tapi biasanya mereka juga suka ribet sendiri. Mau beli baju, keliling toko satu jam dulu. Mau cari makan, harus higienis dan lain-lain.

Tipe Hedon

Nah, ini bisa dibilang penikmat Indomie kelas kakap. Bagi mereka, Indomie bukan sekedar makanan penghilang lapar yang disantap kala akhir bulan. Melainkan comfort food yang juga harus ditambahi dengan berbagai lauk pauk. Jadinya tidak hemat. Malah seringkali lebih mahal ketimbang makan di restoran.

Bayangkan, agar lengkap, Indomie harus disajikan bersama telur. Ini saja tak cukup. Harus ditambah kornet. Keju. Sosis. Baso. Kurang mewah apa itu? Di pinggir jalan saja, seporsi Indomie telur keju kornet dibanderol Rp 15 ribu. Lebih mahal ketimbang pecel lele atau pecel ayam.

Iklan

Nah orang seperti ini biasanya konsumtif. Uang bukan masalah. Cocok bagi orang yang mencari pacar yang royal. Ia tak segan memberimu hadiah mahal. Tapi ingat, harta benda itu duniawi. Uhuk!

Tipe Sehat

Nah, ini adalah golongan orang yang suka mie instan tapi takut dengan cerita-cerita dan mitos kesehatan tentang mie instan. Jadi setelah direbus, air dibuang dan diganti air baru untuk mie kuah. Kalau goreng, bumbunya akan dikurangi karena mengandung banyak penyedap buatan.

Tipe seperti ini biasanya juga menjalani kisah cinta yang sehat. Bisa berarti: ia terlalu higienis dan tak suka kalau kamu kemproh. Kalau cowok-cowok kemproh kayak bisa mendapat perempuan dengan tipe sehat ini, itu bagus. Kamu bisa rajin mandi karena sang pacar tak tahan dengan bau badanmu. Begitu juga sebaliknya, lelaki dengan tipe masak Indomie seperti ini, cocok untuk para perempuan kemproh yang ogah mandi.

Mereka yang memasak Indomie dengan sehat ini bisa juga berarti tak mau melakukan kontak fisik denganmu kecuali bertatap mata atau pegangan tangan. Atau kalaupun mau lebih dari itu, biasanya mereka sangat berhati-hati. Safe sex, save your future. Gitu kata mereka.

Tipe Tidak Setia

Mereka yang tak bersetia pada Indomie saja. Bagi mereka, merk bukanlah tujuan, juga bukan proses. Rasa itu nomer kesekian. Yang penting ada dan cukup untuk menyenangkan perut.

Nah ini  yang bahaya. Mereka cenderung tak setia. Bagi mereka, cinta itu adalah hal sekunder, atau bahkan tersier. Yang penting ada kekasih. Sungguh tak cocok buat mereka yang mendamba hubungan serius. Tapi buat yang suka bertualang, sepertinya tipe ini cocok.

Tipe Nelangsa

Lagi tanggal tua, ndak punya uang buat beli masak nasi kucing atau ke burjo. Berjalanlah ia ke warung, beli Indomie biar lebih murah. Lalu memetik cabai rawit di pekarangan kontrakan. Kemudian minta sawi ke ibu kontrakan, walau dengan resiko dipelototin karena nunggak bayar.

Dengan semangat baja, memotong cabai rawit, juga sawi. Menuangkan bumbu dalam piring. Air sudah dimasukin ke panci. Tuas kompor diputar. Ctek! Ctek! Kok gak bisa ya?

Ternyata gasnya habis…

Terakhir diperbarui pada 6 November 2018 oleh

Tags: gebetanIndomiejombloMie Instan
Nuran Wibisono

Nuran Wibisono

Suka menulis dan memasak. Bekerja di tirto.id.

Artikel Terkait

Dating apps jadi pelarian menemukan pasangan untuk memulai hubungan baru
Lipsus

Mencari Kasih Sayang Semu di Dating Apps, Pelarian dari Kesepian dan Rasa Minder usai Sering Dikecewakan di Dunia Nyata

13 Februari 2026
warmindo unggul dari warteg.MOJOK.CO
Kuliner

3 Alasan Sederhana Orang Memilih Makan di Warmindo daripada Warteg, Padahal Lauknya Kalah Lengkap

29 Juni 2024
warmindo tertua jogja menolak jadi warteg.MOJOK.CO
Kuliner

Warmindo Generasi Tertua di Jogja yang 42 Tahun Menolak Jualan Lauk Kayak Warteg, Setia dengan Burjo dan Indomie

23 Juni 2024
indomie di warmindo semarang.MOJOK.CO
Ragam

Kolaborasi Indomie dan Warmindo yang Mengubah Dunia Kuliner Mahasiswa, Anak Kos Melarat di Semarang Bisa Makan Gratis Sebulan

19 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

User kereta api (KA) ekonomi naik bus Sumber Selamat: sebenarnya kursi lebih nyaman, tapi ogah tersiksa lebih lama MOJOK.CO

User Kereta Ekonomi Naik Bus Sumber Selamat karena Tak Ada Pilihan: Kursi Lebih Nyaman, Tapi Dibuat Hampir Pingsan

2 April 2026
Siswa terpintar 2 kali gagal UTBK SNBT ke Universitas Brawijaya (UB). Terdampar kuliah di UIN malah jadi mahasiswa goblok dan nyaris DO MOJOK.CO

Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja

3 April 2026
Punya rumah besar di desa jadi simbol kaya tapi terasa hampa MOJOK.CO

Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

2 April 2026
Dilema Anak Kos yang Kerja di Jogja: Mau Irit dan Mandiri tapi Takut Mati Konyol Gara-gara Cerita Seram Ibu Kos soal “Tragedi Gas Melon” MOJOK.CO

Dilema Anak Kos yang Kerja di Jogja: Mau Irit dan Mandiri tapi Takut Mati Konyol Gara-gara Cerita Seram Ibu Kos soal “Tragedi Gas Melon”

2 April 2026
Mahasiswa Jogja nugas di coffee shop

Nugas di Kafe Dianggap Buang-buat Duit, padahal Bikin Mahasiswa Jogja Lebih Tenang dan Produktif

6 April 2026
Ikuti paksaan orang tua kuliah jurusan paling dicari (Teknik Sipil) di sebuah PTN Semarang biar jadi PNS. Lulus malah jadi sopir hingga bikin ibu kecewa MOJOK.CO

Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan

7 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.