Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Toyota Avanza Tidak Seburuk yang Anda Duga

Rulli Rachman oleh Rulli Rachman
2 Juni 2017
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ia adalah cinta pertama kami, saudara angkat yang mengisi hari-hari keluarga kecil kami, pihak yang menjadi saksi suka duka kehidupan jalanan kami. Jadi, bagaimana kami bisa diam ketika cinta itu menjadi tampak sedemikian salah dan terlarang hanya karena sebuah artikel?

Ya, ia Toyota Avanza. Avanza yang itu.

Ialah mobil pertama yang saya dan istri mampu beli. Tepatnya, Avanza seri Veloz dengan kapasitas mesin 1.500 cc, sedikit di atas spesifikasi Avanza tipe Reguler. Lima tahun lalu kami memboyongnya ke rumah dengan tebusan sebesar Rp172 juta. Sebagai sopir utama keluarga, saya memilih ia yang bertransmisi manual alih-alih matic. Bukan karena menyakini real men use three pedals, melainkan mempertimbangkan penggunaan yang sering keluar kota dan kemampuan saya yang lebih fasih mengoptimalkan engine brake (pengereman mesin).

Mobil pertama kok Avanza? Anda mungkin berpikir begitu. Dan sejujurnya, awalnya pun saya berpendapat sama.

Ketika sedang memilah mobil, saya mengajukan usul kepada istri. Beli mobil second sajalah, Mah. Saya yakin, dengan uang sebanyak (atau sesedikit) itu, kami bisa mendapat pilihan terbaik yang direstui bangsa, negara, agama, dan netizen. Namun, dengan kebijaksanaan seorang istri, ia mementahkan usul itu. Untunglah saya cukup sabar untuk tak serta-merta menuduh istri saya durhaka kepada suami.

Istri saya punya alasan masuk akal dan ia selalu benar. Mobil second pasti banyak rewelnya, Pah. Mesti ganti inilah, itulah. Mesti modif inilah, itulah. Belum lagi kalau ternyata banyak pos pengeluaran di bengkel yang mungkin kami sendiri tidak mengerti apa saja tindakan perawatan korektif yang dilakukan si teknisi.

Saya manut saja, tidak banyak berargumen lebih lanjut. Pun tidak menganggap istri saya melakukan penistaan terhadap gelar sarjana teknik mesin yang saya peroleh setelah berjuang selama tujuh tahun di Bandung. Saya hanya memiliki keyakinan yang sama dengan Ustadz Daffy al-Jugjawy, saya “enggak takut istri, saya cuma enggak mau beliau marah.”

Akhirnya dengan bekal uang tabungan beberapa bulan plus sisa-sisa THR yang disisihkan dengan susah payah, kami bisa membeli Avanza Veloz.

Tercatat sejak saat menerima kunci mobil tersebut sampai hari ini, sudah 123.350 jumlah kilometer yang kami ukur bersama. Angka fantastis untuk penggunaan mobil selama lima tahun yang mungkin hanya bisa ditandingi Avanza rentalan. Jam nyetir yang lumayan ini saya peroleh karena sering bolak-balik pulang kampung dari Tangerang Selatan ke Yogyakarta. Selain itu, mobil ini sering saya gunakan untuk menunjang operasional pekerjaan saya.

Perjalanan terjauh menuju barat yang pernah kami capai adalah menuju Padang, Sumatra Barat. Bukan dalam rangka mencari kitab suci karena sekarang kitab suci beserta terjemahannya sudah tersedia online, perjalanan tersebut ditempuh melalui jalur tengah via Lampung–Sumatera Selatan–Lahat–Lubuklinggau–Muaro Jambi. Sedangkan di perjalanan pulang kami memilih menikmati tepi pantai barat Sumatra via Mukomuko–Bengkulu–Krui dengan bonus Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Untuk arah timur, destinasi terjauh kami ialah Pulau Dewata. Kami punya haul yang belum kami capai, yaitu menembus Pulau Komodo dengan mengendarai mobil sejuta umat ini.

Untuk urusan performa, mobil ini belum pernah mengecewakan kami. Bahkan selama perjalanan jauh yang disebutkan tadi, kami belum pernah terhambat problem teknis dari mobil. Yang pasti, saya rutin membawa si Veloz checkup ke bengkel resmi Toyota saban sepuluh ribu kilometer. Kalaupun telat, paling hanya kelebihan seribu kilometer, tidak pernah lebih. Dan catatan buku servis menyatakan bahwa tindakan perawatan yang diambil selama ini masih sesuai dengan standar buku: ganti oli berikut filternya, cleaning/replace filter udara, cek aki, balancing, spooring, dan lain-lain.

Bicara soal kabin yang tidak kedap suara, saya mengakui hal ini. Jika lalu lintas sedang padat, sering saya cek ke tiap-tiap sudut jendela kaca kalau-kalau ada yang kurang rapat. Hal ini secara refleks saya lakukan karena suara bising masih terdengar sampai ke kabin. Saya akui saya berakting norak saat beberapa kali diajak teman naik tunggangannya, Fortuner, yang jika Avanza adalah Squidward, maka Fortuner adalah Squilliam-nya. Dalam hati saya bertanya-tanya, kenapa Veloz saya tidak bisa sehening ini ya kabinnya?

Untuk faktor suspensi saya rasa tidak ada masalah. Saya tidak sepakat kalau dibilang pasti orang akan mabuk saat duduk di kursi belakang. Riwayat orang yang mabuk dalam mobil kami selama ini hanyalah adik ipar saya. Ipar saya ini memang bertahun-tahun sama sekali belum pernah naik mobil kecuali Avanza kami. Tetapi, tidak merepotkan kok. Cukup jejalkan Antimo (bukan advertorial, redaksi) sebelum berangkat dan sediakan kantong plastik di samping tempat duduknya, beres.

Fakta lain yang menguatkan bahwa suspensi Avanza ini baik-baik saja ya tidak lain adalah anak-anak saya. Keluarga kami dianugerahi tiga anak laki-laki yang menggemaskan. Dua di antaranya malah sejak orok sudah merasakan suspensi mobil ini. Orang bilang, anak kecil memiliki indra yang peka. Kalau ada sesuatu yang tidak nyaman atau hal tidak mengenakkan, mereka akan merengek. Nyatanya mereka enjoy aja (bukan tagline rokok, redaksi) saat kami bawa melintasi jalur Pantura, menembus Alas Roban, melintasi pabrik rokok Kudus demi makan siang nasi gandul di Pati. Mereka pun baik-baik saja saat kami bawa melewati jalur makadam (jalan berbatu) menuju camping ground di kawasan Gunung Bunder, Bogor.

Iklan

Soal perilaku pengemudi Avanza yang suka menyerobot jalur, saya rasa itu soal karakter sopir. Selama ini saya beberapa kali memang menyerobot atau mengambil jalur orang. Tak bisa saya mungkiri, mengendarai Avanza memberi kepercayaan diri saat berhadapan dengan mobil mewah semacam Mercy, BMW, atau merek mahal lain. Filosofinya sederhana, mobil mewah pasti tidak ingin kulit mulusnya lecet dicium kereta rakyat sekaliber Avanza sehingga lebih baik mengalah saja. Yang pasti teori ini tidak berlaku saat berhadapan dengan sesama Avanza. Yang ada malah adu nyali siapa yang lebih nekat.

Pendeknya, Toyota Avanza tidak seburuk yang Anda sangka. Walau dia tidak setangguh 4×4, tapi Avanza tak mengeluh dihela untuk menanjaki Negeri di Atas Awan Dieng. Bagaimanapun mobil ini telah memberi banyak kenangan untuk keluarga kami. Pecah ban atau mogok di jalan tidak pernah masuk di antaranya. Hanya sekali mobil ini tidak bisa dinyalakan, itu pun terjadi di parkiran, bukan jalanan. Usut punya usut, ternyata akinya soak. Hal yang cukup mengejutkan karena seingat saya servis terakhir sebelum kejadian itu sudah termasuk cek aki dan ada hasil battery test-nya.

Tentu betul bahwa di mana ada harga, di situ ada rupa. Kesempurnaan hanyalah milik Tuhan dan Andra and The Backbone (oke, ini memang klasik). Namun, setelah enam puluh purnama kami lalui bersama, kami tak akan bingung memilih mobil untuk mudik Lebaran esok. Hampir bisa dipastikan mobil itu adalah Toyota Avanza.

Terakhir diperbarui pada 2 Juni 2017 oleh

Tags: otomojokreview mobiltoyotatoyota avanza
Rulli Rachman

Rulli Rachman

Artikel Terkait

Ambisi beli mobil pribadi Toyota Avanza di usia 23 biar disegani. Berujung sumpek sendiri karena tetangga di desa cuma bisa iri-dengki dan seenaknya sendiri berekspektasi MOJOK.CO
Sehari-hari

Ambisi Beli Mobil Avanza di Usia 23 Demi Disegani di Desa, Berujung Sumpek karena Ekspektasi dan Tetangga Iri-Dengki

15 Maret 2026
Innova Zenix Wujud Kebodohan Finansial- Terbaik Tetap Reborn MOJOK.CO
Otomojok

Mendewakan Innova Zenix Adalah Kesesatan Finansial, Wujud Kebodohan Struktural yang Sangat Hakiki karena Tetap Kalah Aura Dibanding Innova Reborn

10 Maret 2026
Toyota Avanza Perusak Gengsi, Gak Waras Gak Berani Beli MOJOK.CO
Otomojok

Toyota Avanza Bekas Perusak Gengsi, tapi Orang Waras Pasti Tidak Ragu untuk Membeli Mobil yang Ramah Ekonomi Keluarga Ini

24 Februari 2026
Innova Reborn Menolak Mati, Toyota Belum Percaya sama Zenix? MOJOK.CO
Otomojok

Innova Reborn Menolak Mati, Toyota Belum Siap Kehilangan Mobil Kesayangan yang Nggak Pernah Bikin Malu

12 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nasib selalu kalah kalau adu pencapaian untuk kejar standar sukses keluarga besar. Orientasinya karier mentereng dan gaji besar, usaha dan kerja mati-matian tidak dihargai MOJOK.CO

Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha

14 Maret 2026
Suasana Kampung Ramadan Masjid Mlinjon, Klaten. MOJOK.CO

“Jajanan Murah” yang Tak Pernah Surut Pembeli di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten

17 Maret 2026
Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku Mojok,co

Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku

19 Maret 2026
Jadi gembel di perantauan tapi berlagak tajir pas pulang kampung. Siasat pura-pura baik-baik saja agar orang tua tidak kepikiran MOJOK.CO

Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan

19 Maret 2026
penyiraman air keras.MOJOK.CO

Negara Harus Usut Tuntas Dalang Penyiraman Air Keras ke Aktivis HAM, Jangan Langgengkan Impunitas

16 Maret 2026
Pedagang sate kere di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten. MOJOK.CO

Sate Kere Merbung di Klaten: Warisan Terakhir Ibu yang Menyelamatkan Saya dan Keluarga dari Jurang PHK

16 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.