Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Loker

Tips bagi Pelamar Kerja agar Nggak Lupa Nama Perusahaan yang Dikirimi CV Saat Ada Undangan Wawancara

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
10 Juni 2021
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Selama sekira empat tahun bekerja sebagai recruiter, entah berapa banyak kandidat yang sudah saya interview sekaligus diajak berdiskusi tentang posisi yang dilamar juga latar belakang dari para pelamar kerja. Tingkah lakunya pun beragam antara kandidat satu dengan lainnya.

Dari sekian banyak, ada satu hal yang selalu membikin saya keheranan. Yakni, selalu saja ada pelamar kerja yang lupa apa nama perusahaan dan posisi yang dilamar. FYI, itu fatal sekali. Sangat fatal. Apalagi, hal tersebut menjadi sesuatu yang sangat mendasar pada proses wawancara kerja tahap awal.

Sebab, pada saat wawancara kerja tahap awal, sebagian besar HRD akan bertanya tentang, “Apa yang kamu ketahui tentang perusahaan ini?” atau “Apa yang kamu ketahui tentang posisi yang dilamar saat ini? Apa saja yang menjadi job desc-nya?” Saya, menjadi salah satu recruiter yang akan mengajukan pertanyaan tersebut—jika diperlukan.

Normalnya, pelamar kerja akan menjawab pertanyaan tersebut berdasarkan pengetahuan masing-masing. Ada banyak cara yang bisa dilakukan. Bertanya kepada teman atau mencari tahu secara mandiri melalui internet merupakan sesuatu yang sangat mungkin dan lumrah dilakukan, selama ada kuota dan koneksi internet yang mumpuni.

Namun, akan menjadi situasi yang menyebalkan ketika ada kandidat yang menjawab, “Saya nggak tahu, Pak, ini perusahaan apa.” Atau yang lebih membagongkan, ketika responsnya, “Saya lupa, Pak. Saya apply buat posisi apa, ya? Saya nggak merasa kirim lamaran untuk posisi ini.” FYI, sampai dengan saat ini, selalu saja ada kandidat yang menjawab seperti itu ketika saya melakukan proses wawancara.

Pada waktu dan situasi serupa, sering kali saya mbatin sambil menahan rasa mangkel yang mendalam, “Yang bener aja, Bro/Sis? Sampeyan yang kirim lamaran, buktinya ada di Jobstreet, email, atau LinkedIn, kok bisa-bisanya lupa—bahkan nggak tahu pernah kirim lamaran kerja?”

Setelah saya lakukan probing, jawaban para kandidat selalu template, “Maaf, Pak, saya lupa karena sudah banyak kirim lamaran ke berbagai perusahaan. Posisi yang dilamar pun beda-beda.” Suwer. Sama persis.

Lantaran sudah sering menghadapi kasus serupa—tiap waktu, tiap saat—saya akan coba menawarkan beberapa solusi kepada para pelamar kerja agar bisa tidak begitu saja melupakan sesuatu yang fundamental saat mencari pekerjaan, sekaligus mengirimkan beberapa CV dan/atau surat lamaran kerja ke berbagai perusahaan: mengingat nama perusahaan dan posisi yang dilamar.

Baca Juga:

Cita-cita Adik Saya Mati di Tangan Tes Ishihara: Sebuah Vonis Konyol dalam Dunia Pendidikan Kita

Ormawa Sepi Peminat, Mahasiswa Gen Z Lebih Pilih Magang dan Side Job, Salah Siapa?

#1 Catat nama perusahaan dan berbagai posisi yang dilamar

Serius. Hal ini sangat mudah dilakukan. Metode pencatatan ini bisa kalian tulis di buku catatan atau fitur notes pada hape. Kalau perlu, catat juga kapan kalian kirim CV/surat lamarannya. Entah melalui email atau suatu platform iklan lowongan pekerjaan. Agar bisa menerka-nerka juga, berapa lama kalian menunggu sampai akhirnya mendapat panggilan setelah kirim CV.

Tahap kedua, setelah mencatat nama perusahaan, ketahui juga gambaran tentang profil perusahaan. Minimal kalian mengetahui, perusahaan yang kalian kirimi CV bergerak di bidang apa. Setelah itu, catat juga, kalian apply untuk posisi apa. Percaya sama saya, hal ini akan menjadi satu kesatuan yang sulit dipisahkan saat proses wawancara kerja berlangsung.

#2 Cek history dari beberapa platform

Jika kalian kesulitan dalam mengingat sekaligus terlalu malas untuk mencatat nama perusahaan dan posisi yang dilamar, di berbagai platform lowongan pekerjaan, sudah tersedia fitur history untuk mengecek kembali kedua hal tersebut. Ya, semacam timeline ketika bermain media sosial. Dalam fitur tersebut, dilengkapi juga waktu kalian mengirimkan lamaran.

Saran saya, maksimalkan fitur ini dengan baik. Kalian bisa melakukan pengecekan secara berkala. Atau sekadar mengecek kembali, sudah berapa lamaran yang dikirim ke berbagai perusahaan. Statusnya bagaimana, termasuk mengingat kembali nama perusahaan sekaligus posisi yang dilamar.

#3 Respons dengan cara memberi jawaban atau alasan yang lebih bisa diterima

Ada banyak jawaban yang bisa diberikan dibanding hanya sekadar “lupa”, apalagi tanpa usaha. Iya, siapa pun bisa lupa. Nggak ingat karena memang sudah banyak mengirim lamaran pekerjaan ke berbagai perusahaan. Namun, setidaknya, beri respons yang lebih bisa diterima.

Misalnya, jika ditanya secara langsung atau melalui telepon, kalian bisa menjawab, “Maaf, Pak/Bu. Saya coba cek terlebih dahulu, ya, saya apply kapan dan untuk posisi apa.” Hal ini bisa dilakukan sambil kalian mengecek catatan atau history dari suatu platform. Nggak ada salahnya kok melakukan pengecekan ulang ketika ditelepon secara mendadak oleh HRD.

Boleh jadi, persoalan ini memang terlampau sederhana. Sepele. Namun, jika tidak mempersiapkan segala respons dengan baik, apalagi kalian malah menyepelekan prosesnya, ya apa mau dikata. Pasalnya, pada akhirnya, kalian sendiri yang akan menentukan hasil akhir dari suatu proses wawancara kerja.

BACA JUGA 3 Alasan Resign yang Sebaiknya Dihindari oleh Para Karyawan di Setiap Perusahaan dan artikel Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 17 November 2021 oleh

Tags: cvHRDPanduan Terminalpelamar kerjawawancara kerja
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

alternatif profesi di era media sosial mojok

4 Alternatif Profesi di Era Media Sosial yang Bisa Dilamar oleh Lulusan Semua Jurusan

3 Agustus 2021
situs lowongan kerja recruiter lowongan kerja hrd personalia wawancara kerja menunggu jawaban lamaran kerja lowongan kerja cara membuat cv kartu prakerja mojok.co

3 Hal Tak Terduga yang Pernah Saya Alami Selama Menjadi Seorang Recruiter

9 Oktober 2020
Tips Bikin Materi Stand Up Comedy: Nulis Komedi yang Prosesnya kayak Bikin Skripsi terminal mojok.co

Tips Bikin Materi Stand Up Comedy: Nulis Komedi yang kayak Bikin Skripsi

16 Agustus 2021

Dapetin Skor TOEFL 550 Nggak Susah kalau Kamu Tau Triknya!

24 Mei 2021
kerja negosiasi gaji gaji sule di awas ada sule mojok

Panduan bagi Fresh Graduate dan Pelamar Kerja agar Tidak Keliru Saat Negosiasi Gaji

24 Februari 2021
penyintas covid-19 pandemi menanyakan kabar mojok

Pengalaman sebagai Keluarga Penyintas COVID-19 dan Tips Menghadapi Situasi Darurat

6 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

20 Mei 2026
Kos Putri Tempat Tinggal yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau, tapi Aslinya Bikin Malas Mojok.co

Kos Putri yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau Aslinya Bikin Malas

18 Mei 2026
4 Kelebihan Kuliah di Samarinda yang Bikin Kuliah di Jogja Jadi Kelihatan Biasa Saja

Samarinda Tidak Ramah buat Mahasiswa yang Tidak Bisa Naik Motor karena Tidak Ada Transportasi Umum yang Bisa Diandalkan!

21 Mei 2026
Beli Lauk di Luar dan Memasak Nasi Sendiri, Siasat Hidup Hemat In This Economy Mojok.co

Siasat Hidup Hemat In This Economy, Beli Lauk di Luar dan Memasak Nasi Sendiri

21 Mei 2026
Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit Mojok.co

Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit

18 Mei 2026
GOR Jatidiri Semarang Memang Tempat Olahraga, tapi Nggak Cocok buat Jogging Pemula (Pixabay)

GOR Jatidiri Semarang Memang Tempat Olahraga, tapi Nggak Cocok buat Jogging Pemula

21 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.